2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat) d. 1719

Из пројекта Родовид

Особа:26083
Рођени род Amangkurat I
Пол мушки
Цело име (рођено) 2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger
Друга презимена Raden Mas Drajat
Друга имена Pangeran Haryo Kartasura
Родитељи

6. Sunan Prabu Amangkurat Agung / Susuhunan Ing Alaga (Raden Mas Sayidin) [Mataram] b. 24 јун 1619 d. 13 јул 1677

Ratu Wetan (Kajoran) [Kajoran]

[1][2]

Догађаји

Рођење једног детета: Kyai Adipati Nitiadiningrat I Raden Garudo (groedo) [Pakubuwono]

Рођење једног детета: Tumenggung Honggowongso / Joko Sangrib (Kentol Surawijaya / Hangabehi Hangawangsa) [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Pangeran Adipati Purbaya / Gusti Panembahan Purbaya (Raden Mas Sasangka) [Pakubuwono I] d. 11 новембар 1726

Рођење једног детета: Gusti Pangeran Haryo Adipati Diponegoro Madiun / Raden Mas Papak (Panembahan Eru Chokro Senopati Panatagama) [Pakubuwono I] d. 1720

Рођење једног детета: Gusti Bendoro Pangeran Haryo Blitar / Sultan Ibnu Mustafa Paku Buwana (Raden Mas Sudhomo) [Pakubuwono I] d. септембар 1721

Рођење једног детета: Gusti Pangeran Haryo Pamot [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Gusti Pangeran Haryo Prangwedono / Raden Mas Ontowiro (Raden Mas Kawa) [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Gusti Kanjeng Ratu Timur [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Bendoro Raden Ayu Ronggo Prawirodirjo [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Gusti Bendoro Raden Ajeng Demes / Kanjeng Ratu Maduretno (Gusti Kanjeng Ratu Ayunan) [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Gusti Bendoro Raden Ayu Mataun [Pakubuwono I]

Рођење једног детета: Gusti Raden Mas Suryokusumo / Gusti Pangeran Haryo Ngabehi Salor ing Pasar (Raden Mas Sudhiro) [Pakubuwono] d. 1737

Рођење једног детета: Raden Ayu Himpun [Pakubuwono]

Рођење једног детета: Bandoro Raden Ayu Manis [Paku Buwono ke I Kasunanan Kartosuro, Lahir Dari Mas Ayu Tjondrowati Dari Jurug-Solo]

Рођење једног детета: Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) / Raden Mas Suryaputra (Prabu Mangkurat Jawa) [Pakubuwono I] d. 20 април 1726

Рођење једног детета: Raden Mas Sengkuk [Mataram]

Рођење једног детета: Raden Ayu Lembah [Pakubuwono] d. 1700

Рођење једног детета: Pangeran Diposonto / Ki Ageng Notokusumo / Raden Martataruna (Raden Mas Mesir) [Pakubuwono I] d. 1719

Свадба: 1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono [Mataram] d. 5 јануар 1732

Свадба: Raden Ajeng Sendhi [?]

Свадба: Mas Ajeng Tejawati [?]

Свадба: Mas Ajeng Retnowati [?] d. 22 фебруар 1719

Свадба: Mas Ayu Tjondrowati [?]

од 6 јул 1704 Титуле : Kartasura, Sultan Mataram VI MATARAM KE 6, Sunan Kartasura III bergelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Khalifatulah Tanah Jawa

1719 Смрт:

Напомена

Pangeran Puger

Pangeran Puger (lahir: Mataram, ? - wafat: Kartasura, 1719) adalah raja ketiga Kasunanan Kartasura yang setelah naik takhta bergelar Sri Susuhunan Pakubuwana I. Ia memerintah pada tahun 1704 - 1719. Naskah-naskah babad pada umumnya mengisahkan tokoh ini sebagai raja agung yang bijaksana. [[Asal-usul]]Nama asli Pangeran Puger adalah Raden Mas Darajat. Ia merupakan putra Sunan Amangkurat I, raja terakhir Kesultanan Mataram yang lahir dari Ratu Wetan atau permaisuri kedua. Ibunya tersebut berasal dari Kajoran, yaitu sebuah cabang keluarga keturunan Kesultanan Pajang.

Mas Darajat pernah diangkat menjadi pangeran adipati anom (putra mahkota), ketika terjadi perselisihan antara Amangkurat I dengan Mas Rahmat. Mas Rahmat adalah kakak tiri Mas Darajat yang lahir dari Ratu Kulon atau permaisuri pertama. Amangkurat I mencopot jabatan adipati anom dari Mas Rahmat dan menyerahkannya kepada Mas Darajat. Namun, ketika Keluarga Kajoran terbukti mendukung pemberontakan Trunajaya tahun 1674, Amangkurat I terpaksa menarik kembali jabatan tersebut dari tangan Mas Darajat.

Perang Di PleredPuncak pemberontakan Trunajaya terjadi pada tahun 1677. Pangeran dari Madura tersebut melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Kesultanan Mataram yang terletak di Plered. Amangkurat I melarikan diri ke barat dan menugasi Adipati Anom (Mas Rahmat) untuk mempertahankan istana. Namun, Adipati Anom menolak dan memilih ikut mengungsi. Pangeran Puger pun tampil menggantikan kakak tirinya tersebut untuk membuktikan kepada sang ayah bahwa tidak semua anggota Keluarga Kajoran terlibat pemberontakan Trunajaya.

Ketika pasukan Trunajaya tiba di istana Plered, pihak Amangkurat I telah pergi mengungsi. Pangeran Puger pun berjuang menghadapinya. Namun, kekuatan musuh sangat besar. Ia terpaksa menyingkir ke desa Jenar. Di sana Pangeran Puger membangun istana baru bernama Kerajaan Purwakanda. Ia mengangkat diri sebagai raja bergelar Susuhunan Ingalaga.

Trunajaya menjarah harta pusaka keraton Mataram. Ia kemudian pindah ke markasnya di Kediri. Pada saat itulah Sunan Ingalaga kembali ke Plered untuk menumpas sisa-sisa pengikut Trunajaya yang sengaja bertugas di sana. Sunan Ingalaga pun mengangkat dirinya sebagai raja Mataram yang baru.

Perang Saudara Sementara itu Amangkurat I meninggal dunia dalam pengungsiannya di daerah Tegal. ia sempat menunjuk Adipati Anom sebagai raja Mataram yang baru bergelar Amangkurat II. Sesuai wasiat ayahnya tersebut, Amangkurat II pun meminta bantuan VOC - Belanda. pemberontakan Trunajaya akhirnya berhasil ditumpas pada akhir tahun 1679.

Amangkurat II merupakan raja tanpa istana karena Plered telah diduduki Sunan Ingalaga, adiknya sendiri. Ia pun membangun istana baru di hutan Wanakerta, yang diberi nama Kartasura pada bulan September 1680. Amangkurat II kemudian memanggil Sunan Ingalaga supaya bergabung dengannya tapi panggilan tersebut ditolak.

Penolakan tersebut menyebabkan terjadinya perang saudara. Akhirnya, pada tanggal 28 November 1681 Sunan Ingalaga menyerah kepada Jacob Couper, perwira VOC yang membantu Amangkurat II. Sunan Ingalaga pun kembali bergelar Pangeran Puger dan mengakui kedaulatan kakaknya sebagai Amangkurat II. Kekalahan Pangeran Puger menandai berakhirnya Kesultanan Mataram yang kemudian menjadi daerah bawahan Kasunanan Kartasura. Meskipun demikian, naskah-naskah babad tetap memuji keberadaan Pangeran Puger sebagai orang istimewa di Kartasura. Yang menjadi raja memang Amangkurat II, namun pemerintahan kasunanan seolah-olah berada di bawah kendali adiknya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena naskah-naskah babad ditulis pada zaman kekuasaan raja-raja keturunan Pangeran Puger.

Kamatian Kapten TackAmangkurat II berhasil naik takhta berkat bantuan VOC, namun disertai dengan perjanjian yang memberatkan pihak Kartasura. Ketika keadaan sudah tenang, Patih Nerangkusuma yang anti Belanda mendesaknya supaya mengkhianati perjanjian tersebut. Pada tahun 1685 Amangkurat II melindungi buronan VOC bernama Untung Suropati. Kapten Francois Tack datang ke Kartasura untuk menangkapnya. Amangkurat II pura-pura membantu VOC.

Namun diam-diam, ia juga menugasi Pangeran Puger supaya menyamar sebagai anak buah Untung Suropati. Dalam pertempuran sengit yang terjadi di sekitar keraton Kartasura pada bulan Februari 1686, sebanyak 75 orang tentara VOC, tewas ditumpas pasukan Untung Suropati. Pasukan Untung Suropati berhasil membunuh Kapten Tack yang tidak berhasil turun dari kudanya.

Pengungsian Ke SemarangAmangkurat II meninggal dunia pada tahun 1703. Takhta Kartasura jatuh ke tangan putranya yang bergelar Amangkurat III. Menurut Babad Tanah Jawi, ketika Pangeran Puger datang melayat, ia melihat kemaluan jenazah kakaknya "berdiri". Dari ujung kemaluan muncul setitik cahaya yang diyakini sebagai wahyu keprabon. Barang siapa mendapatkan wahyu tersebut, maka ia akan menjadi raja Tanah Jawa. Pangeran Puger pun menghisap sinar tersebut tanpa ada seorang pun yang melihat. Sejak saat itu dukungan terhadap Pangeran Puger berdatangan karena banyak yang tidak menyukai tabiat buruk Amangkurat III. Hubungan antara paman dan keponakan tersebut pun diwarnai ketegangan. Kebencian Amangkurat III semakin bertambah ketika Raden Suryokusumo putra Puger memberontak. Pada puncaknya, yaitu bulan Mei 1704 Amangkurat III mengirim pasukan untuk membinasakan keluarga Puger.

Namun Pangeran Puger dan para pengikutnya lebih dahulu mengungsi ke Semarang. Yang ditugasi mengejar adalah Tumenggung Jangrana, bupati Surabaya. Namun Jangrana sendiri diam-diam memihak Puger sehingga pengejarannya hanya bersifat sandiwara belaka.

Bupati Semarang yang bernama Rangga Yudanegara bertindak sebagai perantara Pangeran Puger dalam meminta bantuan VOC. Kepandaian diplomasi Yudanegara berhasil membuat VOC memaafkan peristiwa pembunuhan Kapten Tack. Bangsa Belanda tersebut menyediakan diri membantu perjuangan Pangeran Puger, tentu saja dengan perjanjian yang menguntungkan pihaknya. Isi Perjanjian Semarang yang terpaksa ditandatangani Pangeran Puger antara lain penyerahan wilayah Madura bagian timur kepada VOC.

Kartasura di rebutPada tanggal 6 Juli 1704 Pangeran Puger diangkat menjadi raja bergelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Khalifatulah Tanah Jawa, atau lazim disingkat Pakubuwana I. Setahun kemudian, yaitu tahun 1705, Pakubuwana I dikawal gabungan pasukan VOC, Semarang, Madura (barat), dan Surabaya bergerak menyerang Kartasura. Pasukan Kartasura yang ditugasi menghadang dipimpin oleh Arya Mataram, yang tidak lain adalah adik Pakubuwana I sendiri. Arya Mataram berhasil membujuk Amangkurat III supaya mengungsi ke timur, sedangkan ia sendiri kemudian bergabung dengan Pakubuwana I.

Dengan demikian, takhta Kartasura pun jatuh ke tangan Pakubuwana I, tepatnya pada tanggal 17 September 1705.

Masa PemerintahanPemerintahan Pakubuwana I dihadapkan pada perjanjian baru dengan VOC sebagai pengganti perjanjian lama yang pernah ditandatangani Amangkurat II. Perjanjian lama tersebut berisi kewajiban Kartasura untuk melunasi biaya perang Trunajaya sebesar 4,5 juta gulden. Sedangkan perjanjian baru berisi kewajiban Kartasura untuk mengirim 13.000 ton beras setiap tahun selama 25 tahun.

Pada tahun 1706 gabungan pasukan Kartasura dan VOC mengejar Amangkurat III yang berlindung di Pasuruan. Dalam pertempuran di Bangil, Untung Surapati yang saat itu menjabat sebagai bupati Pasuruan tewas. Amangkurat III sendiri akhirnya menyerah di Surabaya pada tahun 1708, untuk kemudian dibuang ke Srilangka.

Pada tahun 1709 Pakubuwana I terpaksa menghukum mati Adipati Jangrana bupati Surabaya yang dulu telah membantunya naik takhta. Hukuman ini dilakukan karena pihak VOC menemukan bukti bahwa Jangrana berkhianat dalam perang melawan Untung Surapati tahun 1706. Jangrana digantikan adiknya yang bernama Jayapuspita sebagai bupati Surabaya. Pada tahun 1714 Jayapuspita menolak menghadap ke Kartasura dan mempersiapkan pemberontakan. Pada tahun 1717 gabungan pasukan Kartasura dan VOC bergerak menyerbu Surabaya. Menurut Babad Tanah Jawi, perang di Surabaya ini lebih mengerikan daripada perang di Pasuruan dahulu. Jayapuspita akhirnya kalah dan menyingkir ke Japan (sekarang Mojokerto) tahun 1718.

Akhir HayatSunan Pakubuwana I meninggal dunia pada tahun 1719. Yang menggantikannya sebagai raja Kartasura selanjutnya adalah putranya, yang bergelar Amangkurat IV. Pemerintahan Amangkurat IV ini kemudian dihadapkan pada pemberontakan saudara-saudaranya sesama putra Pakubuwana I, antara lain Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Dipanegara Madiun.

Pangeran Puger Yang Lain Dalam sejarah keluarga Kesultanan Mataram terdapat tokoh lain yang juga bergelar [[Pangeran Puger]]. Salah satunya adalah putra Panembahan Senapati yang lahir dari selir Nyai Adisara, bernama asli Raden Mas Kentol Kejuron. Tokoh ini hidup pada zaman sebelum Pakubuwana I. Pangeran Puger yang ini pernah memberontak pada tahun 1602 - 1604 terhadap pemerintahan adiknya, yaitu Prabu Hanyokrowati (kakek buyut Pangeran Puger Pakubuwana I).

Извори

  1. http://www.royalark.net/Indonesia/solo3.htm -
  2. http://asalsilahipunparanata.blogspot.com/ -

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
4. Pangeran Arya Martapura / Adipati Martopuro (Raden Mas Wuryah)
Рођење: 1605, Kotagede
Смрт: 1688, Magelang
5. Ratu Mas Sekar / Ratu Pandansari
Свадба: Pangeran Pekik
Смрт: 21 фебруар 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri
11. Gusti Ratu Wirokusumo
Рођење: Ing Djipang
1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
Рођење: 1593, Kuto Gede - Kesultanan Mataram
Свадба: Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh) , 1. Kanjeng Ratu Batang [Gp.2] / Ratu Ayu Wetan
Свадба: 1. Kanjeng Ratu Batang [Gp.2] / Ratu Ayu Wetan
Свадба: Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
Свадба: Mas Ayu Wangen
Свадба: Mas Ayu Sekar Rini
Титуле : од 1613, Mataram, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Panembahan Hanyakrakusuma atau Prabu Pandita Hanyakrakusuma
Титуле : од 1642, Mataram, Bergelar Sultan Agung Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman atau Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram
Смрт: 1645, Plered, Bantul, Kesultanan Mataram
4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas Zainul Arifin
Свадба: Ratu Harisbaya
Свадба: Ratu Pembayun
Титуле : од 1570, Sultan Cirebon IV (1570-1649) -Leluhur Sultan-Sultan Kanoman, Kasepuhan, dan Kacirebonan
Прародитељи
Родитељи
6. Sunan Prabu Amangkurat Agung / Susuhunan Ing Alaga (Raden Mas Sayidin)
Рођење: 24 јун 1619
Свадба:
Свадба: Ratu Kulon II / Roro Oyi
Свадба: Ratu Wetan (Kajoran)
Свадба: 1.1.1.5.28. Nyi Mas Ajoemajar
Титуле : од 1646, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung (Amangkurat 1)
Смрт: 13 јул 1677, Wanayasa, Banyumas
Родитељи
 
== 3 ==
Sunan Prabu Amangkurat II / Raden Mas Rahmat (Mangkurat Amral)
Титуле : 1677, Kertasura, SULTAN MATARAM KE 5 (1677-1703), Sunan Kartasura I
Смрт: 1703
9. Pangeran Hario Panular
Смрт: ~ август 1722
1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono
Свадба: 2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
Титуле : од 1703, Bupati Madiun Ke 10
Смрт: 5 јануар 1732, Kertasura
2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
Свадба: 1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono
Свадба: Raden Ajeng Sendhi
Свадба: Mas Ajeng Tejawati
Свадба: Mas Ajeng Retnowati
Свадба: Mas Ayu Tjondrowati
Титуле : од 6 јул 1704, Kartasura, Sultan Mataram VI MATARAM KE 6, Sunan Kartasura III bergelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Khalifatulah Tanah Jawa
Смрт: 1719
== 3 ==
Деца
Raden Mas Sengkuk
Рођење:
Bendoro Pangeran Haryo Suronegoro / Raden Manyuro (Pangeran Wahdat)
Рођење: Solo, Level 6 = Udeg-Udeg ke 1 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Raden Tjokrokusumo
Титуле : Kraton Pajang, Senopati Pengawal Raja Kasunanan Kartosuro; Putro Mantu Paku Buwono I Kasunanan Surakarta Riwayat: yang menyelamatkan keluaraga kerajaan Kartosuro dari serangan Belanda (Batavia) dengan kesaktiannya menjebol benteng Keraton Kartosuro ( petilasan lokasi
Свадба: Bandoro Raden Ayu Manis
Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) / Raden Mas Suryaputra (Prabu Mangkurat Jawa)
Свадба: Ratu Amangkurat / Mas Ayu Karoh
Свадба: Raden Ayu Susilowati Suropati
Свадба: Ratu Kencana / Ratu Mas Kadipaten
Свадба: Mas Ayu Tejawati
Свадба: Kanjeng Ratu Kencana / Kanjeng Ratu Amangkurat [Gp.Am.4.5] (Kanjeng Ratu Ageng)
Свадба: Ratu Mas Wirasmoro
Свадба: Mas Ayu Kambang ? (Mbok Ajeng Kambang)
Свадба: Mas Ayu Sasmita ? (Mbok Ajeng Sasmita)
Свадба: Mas Ayu Asmoro ? (Mbok Ajeng Asmara)
Свадба: Mas Ayu Sumanarsa / Raden Ayu Sepuh (Ratu Ayu Kulon)
Свадба: Mas Ayu Rangawita / Raden Ayu Bandandari ? (Raden Ayu Chandrasari/Rangawati)
Свадба: Mas Ayu Tenaranga ? (Mas Ayu Pujawati)
Свадба: Mas Ayu Nitawati
Свадба: Mas Ayu Kamulawati
Свадба: Mas Ayu Waratsari ? (Mbok Ajeng Waratsari)
Свадба: Mas Ayu Puspita ? (Mbok Ajeng Puspita)
Свадба: Mas Ayu Tanjangpura ? (Mbok Ajeng Tanjangpura)
Свадба: Mas Ayu Rangapura ? (Mbok Ajeng Rangapura)
Свадба: Mas Ayu Kamudewati ? (Mbok Ajeng Kamudewati)
Свадба: Raden Ayu Arawati ? (Ratu Ayu Kulon)
Свадба: Ratu Malang
Титуле : 1713, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangku Negara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram
Титуле : од 1719, SULTAN MATARAM KE 7 (1719-1726), SUNAN KARTASURA KE IV bergelar Sri Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa
Свадба: Raden Ayu Brebes
Развод: Raden Ayu Brebes
Смрт: 20 април 1726, Kertasura
Sunan Prabu Amangkurat III / Raden Mas Sutikna
Свадба: Raden Ayu Lembah
Свадба: Raden Ayu Himpun
Титуле : од 1703, Kartasura, SULTAN MATARAM KE 6, Sunan Kartasura II Diputus : 52846
Смрт: 1734, Ceylon
Kyai Adipati Nitiadiningrat I Raden Garudo (groedo)
Рођење: Bupati Pasuruan 1751-1799
Tumenggung Honggowongso / Joko Sangrib (Kentol Surawijaya / Hangabehi Hangawangsa)
Професија : Surakarta, Diangkat menjadi Mantri Gladak
Свадба: Mas Ajeng Kuning
Свадба: Mas Ajeng Dewi
Свадба: Mas Ajeng Ragil
Свадба: Dewi Retno Nawangwulan
Титуле : 1749, Diangkat menjadi Bupati Nayaka dengan gelar Raden Tumenggung Aroeng Binang oleh Susuhunan Pakubuwono III
KPR Prawirodirjo / Raden Ronggo Prawirodirjo I
Свадба: Bendoro Raden Ayu Ronggo Prawirodirjo
Титуле : од 1755, Bupati Madiun Ke 14 di : Kranggan
Смрт: 1784, Tanah Perdikan TAMAN
Деца
Унучад
8. Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II / Raden Mas Gusti Prabu Suyasa
Рођење: 8 децембар 1711, Surakarta
Свадба: Raden Ayu Srie Berie Budjang
Свадба: Kanjeng Ratu Kencana / Ratu Mas (Raden Ayu Sukiya/Subiya)
Свадба: Ratu Mas Wirasmoro , Kertasura
Титуле : од 15 август 1726, Kartasura, Raja Kasunanan Kartasura
Свадба: Raden Ayu Tembelek
Развод: Raden Ayu Tembelek
Свадба: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo
Развод: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo
Титуле : од 1745, Surakarta, Raja Susuhunan Surakarta Ke-I
Смрт: 20 децембар 1749, Surakarta
Raden Mas Haryo Panji Tohpati
Рођење: Level 7 = Gantung siwur ke 1 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 BPH Suronegoro /Pangeran Wahdat
Титуле : Kasunanan Kartosuro
Sri Sultan Hamengku Buwono I / Pangeran Haryo Mangkubumi (Raden Mas Sujono)
Рођење: 6 август 1717, Kartasura
Свадба:
Свадба: Bendoro Mas Ayu Asmorowati
Свадба: Gusti Kanjeng Ratu Kencono
Свадба: Bendoro Raden Ayu Tiarso [G.Hb.1.3] (Bendoro Raden Ayu Tilarso)
Свадба: Bendoro Mas Ayu Sawerdi
Свадба: Bendoro Mas Ayu Mindoko [G.Hb.1.6]
Свадба: Bendoro Raden Ayu Jumanten [G.Hb.1.8]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Wilopo [G.Hb.1.9]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Ratnawati [G.Hb.1.10]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Tandawati [G.Hb.1.12]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Tisnawati [G.Hb.1.13]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Turunsih
Свадба: Bandara Mas Ayu Ratna Puryawati [G.Hb.1.15]
Свадба: Bendoro Radin Ayu Doyo Asmoro [G.Hb.1.16]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Gandasari [G.Hb.1.17]
Свадба: Bendoro Raden Ayu Srenggara
Свадба: Bendoro Mas Ayu Karnokowati [G.Hb.1.18]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Setiowati [G.Hb.1.19]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Padmosari [G.Hb.1.20]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Sari [G.Hb.1.21]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Pakuwati [G.Hb.1.22]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Citrakusumo [G.Hb.1.23]
Свадба:
Свадба: 2. Mas Roro Juwati / Raden Ayu Beruk / KRK Kadipaten / KRK Ageng / KRKTegalraya (Kanjeng Ratu Mas)
Титуле : од 29 новембар 1730, Kartasura, Pangeran Mangkubumi
Свадба: Bendoro Mas Ayu Cindoko [G.Hb.1.11] , Yogyakarta
Титуле : од 13 фебруар 1755, Yogyakarta
Смрт: 24 март 1792, Yogyakarta
Титуле : 10 новембар 2006, Jakarta, Pahlawan Nasional RI
Kanjeng Raden Adipati Danurejo I / Raden Bagus Konting Mertowijoyo (Patih Cakrajaya, Sumowijoyo, Yudonegoro II)
Професија : Banyumas, Bupati Banyumas
Свадба: 29. Gusti Raden Ayu Adipati Danurejo I
Професија : од 13 фебруар 1755, Yogyakarta, Pepatih Dalem bergelar Kanjeng Raden Adipati Danurejo I
Смрт: 19 август 1799, Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Kadhaton Kasuwargan
Ki Adipati Lumarap
Свадба: Raden Ayu Lumarap
Смрт: 27 септембар 1719
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици