Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) / Raden Mas Suryaputra (Prabu Mangkurat Jawa) d. 20 април 1726

Из пројекта Родовид

Особа:354667
Рођени род Pakubuwono I
Пол мушки
Цело име (рођено) Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) / Raden Mas Suryaputra
Друга презимена Prabu Mangkurat Jawa
Родитељи

2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat) [Amangkurat I] d. 1719

1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono [Mataram] d. 5 јануар 1732

Вики-страница [[1]]
[1][2][3][4][5][6][7]

Догађаји

Рођење једног детета: 13. Gusti Raden Mas Subronto, Wafat Dalam Usia Dewasa. [Mataram]

Рођење једног детета: 16. Sultan Dandunmatengsari [Mataram]

Рођење једног детета: 17. Gusti Raden Ayu Megatsari. [Mataram]

Рођење једног детета: 19. Gusti Raden Ayu Pakuningrat. di Sampang [Mataram]

Рођење једног детета: 11. Gusti Raden Ajeng Kacihing, Dewasa Sedho. [Mataram]

Рођење једног детета: 9. Gusti Pangeran Hario Hadinagoro. [Mataram]

Рођење једног детета: 3. Gusti Raden Ayu Wiradigda [Mataram]

Рођење једног детета: 4. Gusti Pangeran Hario Hangabehi. [Mataram]

Рођење једног детета: 5. Gusti Pangeran Hario Pamot [Mataram]

Рођење једног детета: 7. Gusti Pangeran Hario Danupoyo ? (Gusti Raden Mas Ragu) [Amangkurat IV]

Рођење једног детета: 20. Gusti Pangeran Hario Cokronegoro. [Mataram]

Рођење једног детета: 21. Gusti Pangeran Hario Silarong. [Mataram]

Рођење једног детета: 27. Gusti Raden Ayu Sujonopuro. [Mataram]

Рођење једног детета: 28. Gusti Pangeran Hario Dipawinoto. [Mataram]

Рођење једног детета: 29. Gusti Raden Ayu Adipati Danurejo I [Mataram]

Рођење једног детета: Pangeran Singosari [Amangkurat IV]

Рођење једног детета: 26. Gusti Raden Mas Jaka [Mataram]

Рођење једног детета: 25. Gusti Pangeran Hario Mangkukusumo. [Mataram]

Рођење једног детета: 22. Gusti Pangeran Hario Prangwadono. [Mataram]

Рођење једног детета: 23. Gusti Raden Ayu Suryawinata. di Demak [Mataram]

Рођење једног детета: 24. Gusti Pangeran Hario Panular. [Mataram]

Рођење једног детета: 2. Gusti Raden Ayu Suroloyo, di Brebes. [Mataram]

Рођење једног детета: 12. Gusti Pangeran Hario Hadiwijoyo [Mataram]

Свадба: Ratu Amangkurat / Mas Ayu Karoh [Amangkurat]

Свадба: Raden Ayu Susilowati Suropati [?]

Свадба: Ratu Kencana / Ratu Mas Kadipaten [Sunan Kudus]

Свадба: Mas Ayu Tejawati [Brawijaya]

Свадба: Kanjeng Ratu Kencana / Kanjeng Ratu Amangkurat [Gp.Am.4.5] (Kanjeng Ratu Ageng) [Sunan Kudus]

Свадба: Ratu Mas Wirasmoro [?] d. 15 јануар 1728

Свадба: Mas Ayu Kambang ? (Mbok Ajeng Kambang) [?]

Свадба: Mas Ayu Sasmita ? (Mbok Ajeng Sasmita) [?]

Свадба: Mas Ayu Asmoro ? (Mbok Ajeng Asmara) [?]

Свадба: Mas Ayu Sumanarsa / Raden Ayu Sepuh (Ratu Ayu Kulon) [/ Raden Ayu Sepuh] d. 1719

Свадба: Mas Ayu Rangawita / Raden Ayu Bandandari ? (Raden Ayu Chandrasari/Rangawati) [Cendana]

Свадба: Mas Ayu Tenaranga ? (Mas Ayu Pujawati) [?]

Свадба: Mas Ayu Nitawati [?]

Свадба: Mas Ayu Kamulawati [?]

Свадба: Mas Ayu Waratsari ? (Mbok Ajeng Waratsari) [?]

Свадба: Mas Ayu Puspita ? (Mbok Ajeng Puspita) [?]

Свадба: Mas Ayu Tanjangpura ? (Mbok Ajeng Tanjangpura) [?]

Свадба: Mas Ayu Rangapura ? (Mbok Ajeng Rangapura) [?]

Свадба: Mas Ayu Kamudewati ? (Mbok Ajeng Kamudewati) [?]

Свадба: Raden Ayu Arawati ? (Ratu Ayu Kulon) [?]

Свадба: Ratu Malang [?]

1703 Рођење једног детета: 1. Gusti Kanjeng Pangeran Haryo Mangkunegara / Gusti Pangeran Pancuran (Gusti Pangeran Riyo) [Amangkurat IV] b. 1703

1708 Рођење једног детета: Raden Mas Sandeyo (Sandiyo) / Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Kertosuro (Kyai Nur Iman Mlangi) [Amangkurat IV] b. 1708 d. 4 јун 1744

1711 Рођење једног детета: 10. Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, Garwa Pangeran Hindranata. ? (Raden Ayu Bengkring) [Amangkurat IV] b. 1711 d. 1738

8 децембар 1711 Рођење једног детета: Surakarta, 8. Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II / Raden Mas Gusti Prabu Suyasa [Amangkurat IV] b. 8 децембар 1711 d. 20 децембар 1749

1713 Титуле : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangku Negara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram

1715 Рођење једног детета: 6. Gusti Pangeran Haryo Diponegoro I / Gusti Pangeran Haryo Adinegoro (Raden Mas Utara) [Amangkurat IV] b. 1715

1717 Рођење једног детета: 18. Gusti Raden Ayu Purboyo ? (Raden Ayu Inten) [Amangkurat IV] b. 1717

6 август 1717 Рођење једног детета: Kartasura, Sri Sultan Hamengku Buwono I / Pangeran Haryo Mangkubumi (Raden Mas Sujono) [Amangkurat IV] b. 6 август 1717 d. 24 март 1792

од 1719 Титуле : SULTAN MATARAM KE 7 (1719-1726), SUNAN KARTASURA KE IV bergelar Sri Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa

1719 Рођење једног детета: 14. Gusti Pangeran Hario Buminoto / Raden Mas Saidun (Raden Mas Karaton) [Amangkurat IV] b. 1719 d. 30 новембар 1736

1722 Свадба: Raden Ayu Brebes [Martalaya]

1726 Развод: Raden Ayu Brebes [Martalaya]

20 април 1726 Смрт: Kertasura

Напомена

Adm: R. Endang Suhendar Diponegoro

Amangkurat IV

Sri Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa atau disingkat Amangkurat IV (lahir: Kartasura, ? - wafat: Kartasura, 1726) adalah raja keempat Kasunanan Kartasura yang memerintah tahun 1719 - 1726.

Silsilah

Nama aslinya adalah Raden Mas Suryaputra, putra dari Pakubuwana I yang lahir dari permaisuri Ratu Mas Blitar (keturunan Pangeran Juminah, putra Panembahan Senopati dengan Retno Dumilah putri Madiun).

Amangkurat IV memiliki beberapa orang putra yang di antaranya menjadi tokoh-tokoh penting, misalnya, dari permaisuri lahir Pakubuwana II pendiri keraton Surakarta, dari selir Mas Ayu Tejawati lahir Hamengkubuwana I raja pertama Yogyakarta, dan dari selir Mas Ayu Karoh lahir Arya Mangkunegara, ayah dari Mangkunegara I.

Reaksi Terhadap Pengangkatannya[sunting]Pangeran Arya Dipanegara adalah putra Pakubuwana I yang lahir dari selir. Pada tahun 1719 ia ditugasi menangkap Arya Jayapuspita, pemberontak dari Surabaya (adik Adipati Jangrana). Mendengar berita kematian ayahnya yang dilanjutkan dengan pengangkatan Amangkurat IV sebagai raja baru membuat Dipanegara enggan pulang ke Kartasura.

Arya Dipanegara lalu mengangkat diri menjadi raja bergelar Panembahan Herucakra yang beristana di Madiun. Ia bergabung dengan kelompok Jayapuspita yang bermarkas di Mojokerto. Bersama mereka menyusun pemberontakan terhadap Amangkurat IV yang dilindungi VOC.

Sementara itu, Amangkurat IV juga berselisih dengan kedua adiknya, yaitu Pangeran Blitar dan Pangeran Purbaya. Kedua pangeran itu akhirnya dicabut hak dan kekayaannya oleh Amangkurat IV.

Pangeran Blitar akhirnya memberontak di istana dengan dukungan kaum ulama yang anti VOC. Pangeran Purbaya dan Arya Mangkunegara (putra Amangkurat IV) bergabung dalam pemberontakan itu. Namun karena pihak Amangkurat IV lebih kuat, para pemberontak akhirnya menyingkir meninggalkan Kartasura.

Pangeran Blitar lalu membangun kembali kota Karta (bekas istana Mataram zaman Sultan Agung). Ia mengangkat diri sebagai raja bergelar Sultan Ibnu Mustafa Paku Buwana, dan kerajaannya disebut Mataram Kartasekar.

Paman Amangkurat IV, yaitu Arya Mataram juga meninggalkan Kartasura menuju Pati di mana ia mengangkat diri sebagai raja di sana.

Perang Suksesi Jawa Kedua[sunting]Perang saudara memperebutkan takhta Kartasura yang oleh para sejarawan disebut Perang Suksesi Jawa II ini menyebabkan rakyat Jawa terpecah belah. Sebagian memihak Amangkurat IV yang didukung VOC, sebagian memihak Pangeran Blitar, sebagian memihak Pangeran Dipanegara Madiun, dan sebagian lagi memihak Pangeran Arya Mataram.

Pangeran Blitar berhasil membuat Jayapuspita (sekutu Dipanegara) memihak kepadanya dan menggunakan kekuatan Mojokerto itu untuk menggempur Madiun. Arya Dipanegara kalah dan menyingkir ke Baturrana. Di sana ia ganti dikejar-kejar pasukan Amangkurat IV. Akhirnya, Dipanegara pun menyerah pada Pangeran Blitar dan bergabung dalam kelompok Kartasekar.

Pada bulan Oktober 1719 pihak Kartasura dan VOC menumpas paman Amangkurat IV lebih dahulu, yaitu Arya Mataram yang memberontak di Pati. Putra Amangkurat I ini ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung di Jepara.

Pada bulan November 1720 gabungan pasukan Kartasura dan VOC menyerang Mataram. Kota Kartasekar dihancurkan sehingga kelompok Pangeran Blitar menyingkir ke timur.

Satu per satu kekuatan pemberontak berkurang. Jayapuspita meninggal karena sakit tahun 1720 sebelum jatuhnya Kartasekar. Pangeran Blitar sendiri juga meninggal tahun 1721 akibat wabah penyakit saat dirinya berada di Malang.

Perjuangan dilanjutkan Pangeran Purbaya yang berhasil merebut Lamongan. Namun kekuatan musuh jauh lebih besar. Perang akhirnya berhenti tahun 1723. Kaum pemberontak dapat ditangkap. Pangeran Purbaya dibuang ke Batavia, Pangeran Dipanegara Herucakra dibuang ke Tanjung Harapan, sedangkan Panji Surengrana (adik Jayapuspita) dan beberapa keturunan Untung Suropati dibuang ke Srilangka.

Akhir Pemerintahan[sunting]Amangkurat IV kemudian berselisih dengan Cakraningrat IV bupati Madura (barat). Cakraningrat IV ini ikut berjasa memerangi pemberontakan Jayapuspita di Surabaya tahun 1718 silam. Ia memiliki keyakinan bahwa Madura akan lebih makmur jika berada di bawah kekuasaan VOC daripada Kartasura yang dianggapnya bobrok.

Hubungan dengan Cakraningrat IV kemudian membaik setelah ia diambil sebagai menantu Amangkurat IV. Kelak Cakraningrat IV ini memberontak terhadap Pakubuwana II, pengganti Amangkurat IV.

Amangkurat IV sendiri jatuh sakit bulan Maret 1726 karena diracun. Sebelum sempat menemukan pelakunya, ia lebih dulu meninggal dunia pada tanggal 20 April 1726.

Amangkurat IV digantikan putranya yang baru berusia 15 tahun bergelar Pakubuwana II sebagai raja Kartasura selanjutnya.

Catatan

Para sejarawan menyebut adanya tiga perang besar memperebutkan takhta di antara keturunan Sultan Agung. Ketiganya disebut Perang Suksesi Jawa atau Perang Takhta.

Perang Suksesi Jawa I terjadi tahun 1704-1708 antara Amangkurat III melawan Pakubuwana I. Perang Suksesi Jawa II terjadi tahun 1719-1723 antara Amangkurat IV melawan saudara-saudaranya (lihat artikel di atas). Perang Suksesi Jawa III terjadi tahun 1746-1757 antara Pakubuwana II dan Pakubuwana III melawan Hamengkubuwana I dan Mangkunegara I.

Kepustakaan

Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu


Ratu Amangkurat



Sang God Mother & Intrik-Intrik Istana



Ratu Amangkurat atau Ratu Kencana atau Ratu Ageng adalah gelar yang diberikan kepada isteri kelima dari 21 isteri Amangkurat IV. Ratu Amangkurat hidup dalam masa pemerintahan paling tidak 5 raja, yaitu Amangkurat III (1703-1708) dan PB I/Pangeran Puger (1705-1719), Amangkurat IV /Amangkurat Jawi (1719-1726), PB II (1726-1749) dan PB III (1749-1788).

Ratu Amangkurat adalah anak dari Raden Adipati Tirtakusuma, Bupati Kudus. Sebelum diperisteri oleh Amangkurat IV, ia adalah janda dari bekas Bupati Jepara. Tidak diketahui apakah suami pertamanya meninggal atau memang ia dicerai oleh suaminya saat ia diperisteri oleh Amangkurat IV. Anehnya lagi dalam perkawinannya dengan Sunan Amangkurat IV itu, ia dimadu dengan adiknya sendiri. Adiknya tersebut bergelar Ratu Kencana/ Ratu Mas Kadipaten[1]. Adapun isteri -isteri Amangkurat IV selengkapnya yang tercatat (termasuk Ratu Amangkurat) adalah :

o Mas Ayu Sumanarsa/RA Sepu/RA Kulon (Meninggal di Lumajang 1719 dan dimakamkan di Imogiri. Dengan Sunan Amangkurat IV ia berputera PA (Pangeran Aria) Mangkunegara, ayah pendiri Pura Mangkunegaran)

o Mas Ayu Nitawati

o Mas Ayu Kamulawati

o RA Arawati/ RM Sundaya /RA Kulon (Anak Adipati Sindupraya dari Pemalang)

o Ratu Amangkurat (Anak Bupati Kudus, Raden Adipati Tirtakusuma, dan janda dari bekas Bupati Jepara. Ratu Amangkurat dengan Sunan Amangkurat IV dikaruniai anak yang kelak menjadi raja dengan gelar Pakubuwono II)

o Mbok Ajeng Kamudewati

o Ratu Kencana/ Ratu Mas Kadipaten (Adik Ratu Amangkurat. Dari perkawinannya dengan Sunan Amangkurat IV, ia dikaruniai anak yang bergelar Pangeran Buminata I. Pangeran ini kawin dengan RA Tembelek, bekas isteri PB II)

o Mbok Ajeng Rangawita / Raden Bandandari/RA Chandrasari/ Rangawati (anak Pangeran Cendana dari Kudus)

o Mbok Ajeng Sasmita

o Mbok Ajeng Asmara

o Mbok Ajeng Tejawati/Mas Ayu Tejawati (Anak dari hasil perkawinannya dengan Sunan Amangkurat IV bernama RM Sujana / PA Kartasurya / PA Mangkubumi yang kelak menjadi raja Yogyakarta dengan gelar Hamengkuwuwana I)

o Mbok Ajeng Rangapura

o Mbok Ajeng Puspita

o Mbok Ajeng Tanjangpura

o Mbok Ajeng Waratsari

o Mbok Ajeng Kambang

o Mas Ayu Tenaranga/Mas Ayu Pujawati

o Ratu Malang

o RA Brebes (Anak perempuan RA Martalaya Bupati Brebes. Sebelum menikah dengan Amangkurat IV, ia adalah janda dari RM Sudhama / Pangeran Aria Blitar, saudara kandung Amangkurat IV. Ia kawin dengan Amangkurat IV pada tahun 1722 dan bercerai dengannya tahun 1726)

o Anak perempuan Tumenggung Suradiningrat

o Ratu Mas Wirasmara (Wanita peranakan Cina yang dihadiahkan oleh Adipati Semarang kepada Amangkurat IV. Perempuan ini masih perawan saat raja tersebut meninggal. Ia dihamili dan kemudian diperisteri oleh Pakubuwono II pada bulan Agustus 1726. Wirasmara dikabarkan dibunuh tanggal 15 Januari 1728 – karena skandalnya dengan PA Mangkunegara - dan kemudian dimakamkan di Imogiri)[2].

Ratu Amangkurat mempunyai dua anak dari Amangkurat IV yaitu Raden Mas Gusti Prabhu Suyasa (yang kelak menjadi PB II) dan Raden Ayu Bengkring / Kanjeng Ratu Maduratna (1711-1738, yang kelak menjadi isteri Cakraningrat dari Madura). Amangkurat IV meninggal 20 April 1726. Ada kabar bahwa kematiannya akibat diracun. Pakubuwono II kemudian menggantikannya.

Selama Pakubuwono II memerintah, dikabarkan bahwa Ratu Amangkurat, disamping Patih Danureja, banyak berperan dalam politik di istana. Belanda pun menganggap bahwa baik Ratu Amangkurat maupun Patih Danureja adalah orang-orang yang cerdik. Beberapa hal yang dicatat sebagai kiprah politik dari Ratu Amangkurat ini di antaranya adalah :

· Untuk mendekati PB II, para bupati daerah atau para pejabat lainnya di lingkungan Kerajaan Mataram, seringkali perlu beraudiensi terlebih dahulu dengan Ratu Amangkurat. Mereka menganggap bahwa ibu suri ini banyak berpengaruh atas puteranya yang menjadi raja itu.

· Atas permohonan Ratu Amangkurat (ibu PB II), hukuman mati yang hendak dijatuhkan oleh PB II kepada PA Mangkunegara – yang melakukan skandal dengan selir PB II - diubah menjadi hukuman buang ke luar Jawa.

Ratu Amangkurat menurut catatan sejarah tidak luput dari skandal. Tahun 1729, selama lebih dari setahun, Ratu Amangkurat (yang telah menjadi janda) diberitakan hidup bersama dengan Raden Surawijaya. Hampir tiap malam Raden Surawijaya menghibur ibu suri tersebut. Suatu hal yang tak disukai oleh PB II (PB II saat itu berusia 19 tahun), anak kandung Ratu Amangkurat sendiri. PB II memerintahkan Tirtawiguna, Wirajaya dan kemudian Mangunnagara untuk membunuhnya. Namun ketiganya menghindar. Akhirnya Danurejalah yang disuruh. Surawijaya kemudian dibunuh tanggal 21 Oktober 1729 di bawah pohon beringin di Paseban. Karena tahu siapa otak pembunuhan kekasihnya itu maka Ratu Amangkurat lalu bergabung dengan lawan-lawan politik Danureja.

Hasilnya mulai terlihat pada Januari 1730 saat orang-orang kesayangan Danureja banyak dicopot dari jabatannya. Sejak saat itu Danureja kehilangan kontrol dalam pengangkatan pejabat baru.

Adik Ratu Amangkurat sendiri, yang menjadi madunya, Ratu Kencana/ Ratu Mas Kadipaten juga berselingkuh. Ia – yang janda AM IV - didakwa bermain serong dengan Raden Anggakusuma, pengurus rumah tangga Pangeran Buminata (anak Ratu Mas dengan AM IV). Ratu Mas hamil dan karena itu istana menjadi geger. Raden Anggakusuma kemudian dihukum cekik tanggal 17 Maret 1735 di kediaman Demang Urawan /P Arya Purbaya / Patih Sunan PB II atas perintah Sunan.

Rupanya perselingkuhan di dalam lingkungan istana waktu itu sudah demikian runyamnya. Sekitar tahun 1739, misalnya, dikabarkan salah seorang selir PB II selingkuh dengan anak lelaki Tumenggung Tirtawiguna. Anak lelaki tersebut dengan menyamar sebagai wanita masuk keputren. Ketika ketahuan, dia dan kekasihnya dieksekusi secara diam-diam. Kemudian tahun 1740, Resajiwa, seorang lurah pengawas barang-barang rumah tangga kerajaan, terlibat korupsi barang sitaan dan main selingkuh dengan selir-selir PB II

Keadaan politik yang kacau disertai dengan berbagai skandal asmara itu menyebabkan banyak pihak tidak puas. Ketidakpuasan demi ketidakpuasan terjadi dan bermuara pada timbulnya pemberontakan. Tanggal 30 Juni 1742, Kartasura diduduki pemberontak Cina yang berkolaborasi dengan tokoh-tokoh lainnya yang tidak puas kepada PB II. Ratu Amangkurat, PB II dan keluarga keraton lainnya terpaksa mengungsi dan ujung-ujungnya, Belanda lah yang kembali “menyelamatkan” raja dan keluarganya sehingga mereka berhutang budi kepada kolonialis Eropa tersebut.

Tanggal 20 Desember 1742, Kartasura yang telah dibebaskan pasukan Madura -bekerja sama dengan Belanda - dari pemberontak, diserahkan kembali kepada PB II. Tanggal 21 Desember 1742, Ratu Amangkurat bertangis-tangisan dengan anaknya PB II di Kartasura karena demikian bahagia bahwa Kartasura telah dibebaskan kembali dari para pemberontak.

Demikian riwayat singkat kiprah Ratu Amangkurat, sesosok perempuan yang pernah menjadi raja atas raja sehingga sempat menentukan arah kebijaksanaan dari Kerajaan. Dalam kaitan ini ada banyak hal yang dapat disimpulkan dari kisah Ratu Amangkurat tersebut. Di antaranya adalah :

· Hidup sebagai permaisuri mungkin merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Ratu Amangkurat walaupun periodenya cuma 7 tahun (1719-1726 M). Namun mungkin ada perasaan sedih karena ia dimadu dengan adiknya sendiri.

· Sebagai ibu dari raja yang masih muda, intervensinya di dunia perpolitikan telah menyebabkan timbulnya pusat kekuasaan baru. Bersama Patih Danureja, ia banyak menentukan kebijaksanaan di pemerintahan Mataram.

· Sebagai wanita yang berpolitik di tingkat tinggi, apalagi suaminya AM IV telah mangkat, kemungkinan besar Ratu Amangkurat sangat kesepian. Mungkin itulah yang menyebabkanmya ia lantas berselingkuh. Posisinya sebagai ibu suri telah menyelamatkannya dari hukuman sementara pasangan selingkuhnya dihukum mati.

Sumber : · Christopher Buyers,2002. The Surakarta Dinasty, October 2001-January 2002. Diakses via Internet. · Willem Remmelink, 2001. Perang Cina. Penerbit Jendela, Wates, Jogyakarta. [1] Amangkurat IV – yang tercatat mempunyai 41 anak - adalah anak Pakubuwono I (P Puger). Pakubuwono I adalah saudara Amangkurat II yang dengan dukungan Belanda berhasil menjadi Raja Mataram setelah mengkudeta Sunan Mas / Amangkurat III (1703-1705) [2] Dikabarkan bahwa Wirasmara bermain cinta dengan PA Mangkunegara, anak Amangkurat IV dari isterinya yang bernama Mas Ayu Sumanarsa/RA Sepu/RA Kulon. Tanggal 15 Januari 1728, Wirasmara dibunuh atas perintah Pakubuwono II.

Извори

  1. http://www.babadbali.com/babad/silsilah.php?id=550984 -
  2. http://www.geni.com/people/Sinuwun-Prabu-Mangkurat-IV-Kartasura/6000000001576993153 -
  3. http://www.reocities.com/rakyatjawa/kingdom/mataram.htm -
  4. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3380318 -
  5. http://kratonsurakarta.com/about/amangkurat4_id.shtml -
  6. http://www.royalark.net/Indonesia/solo4.htm -
  7. http://asalsilahipunparanata.blogspot.com/ -

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
6. Sunan Prabu Amangkurat Agung / Susuhunan Ing Alaga (Raden Mas Sayidin)
Рођење: 24 јун 1619
Свадба:
Свадба: Ratu Kulon II / Roro Oyi
Свадба: Ratu Wetan (Kajoran)
Свадба: 1.1.1.5.28. Nyi Mas Ajoemajar
Титуле : од 1646, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung (Amangkurat 1)
Смрт: 13 јул 1677, Wanayasa, Banyumas
Pangeran Temenggong Blitar Tumapel III
Титуле : од 1677, Bupati of Madiun Ke 9
Прародитељи
Родитељи
Sunan Prabu Amangkurat II / Raden Mas Rahmat (Mangkurat Amral)
Титуле : 1677, Kertasura, SULTAN MATARAM KE 5 (1677-1703), Sunan Kartasura I
Смрт: 1703
9. Pangeran Hario Panular
Смрт: ~ август 1722
2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
Свадба: 1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono
Свадба: Raden Ajeng Sendhi
Свадба: Mas Ajeng Tejawati
Свадба: Mas Ajeng Retnowati
Свадба: Mas Ayu Tjondrowati
Титуле : од 6 јул 1704, Kartasura, Sultan Mataram VI MATARAM KE 6, Sunan Kartasura III bergelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Khalifatulah Tanah Jawa
Смрт: 1719
3. Pangeran Arya Blitar IV.
Титуле : од 1704, Bupati of Madiun Ke 11
1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono
Свадба: 2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
Титуле : од 1703, Bupati Madiun Ke 10
Смрт: 5 јануар 1732, Kertasura
Родитељи
 
== 3 ==
Raden Mas Sengkuk
Рођење:
Kyai Adipati Nitiadiningrat I Raden Garudo (groedo)
Рођење: Bupati Pasuruan 1751-1799
Tumenggung Honggowongso / Joko Sangrib (Kentol Surawijaya / Hangabehi Hangawangsa)
Професија : Surakarta, Diangkat menjadi Mantri Gladak
Свадба: Mas Ajeng Kuning
Свадба: Mas Ajeng Dewi
Свадба: Mas Ajeng Ragil
Свадба: Dewi Retno Nawangwulan
Титуле : 1749, Diangkat menjadi Bupati Nayaka dengan gelar Raden Tumenggung Aroeng Binang oleh Susuhunan Pakubuwono III
Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) / Raden Mas Suryaputra (Prabu Mangkurat Jawa)
Свадба: Ratu Amangkurat / Mas Ayu Karoh
Свадба: Raden Ayu Susilowati Suropati
Свадба: Ratu Kencana / Ratu Mas Kadipaten
Свадба: Mas Ayu Tejawati
Свадба: Kanjeng Ratu Kencana / Kanjeng Ratu Amangkurat [Gp.Am.4.5] (Kanjeng Ratu Ageng)
Свадба: Ratu Mas Wirasmoro
Свадба: Mas Ayu Kambang ? (Mbok Ajeng Kambang)
Свадба: Mas Ayu Sasmita ? (Mbok Ajeng Sasmita)
Свадба: Mas Ayu Asmoro ? (Mbok Ajeng Asmara)
Свадба: Mas Ayu Sumanarsa / Raden Ayu Sepuh (Ratu Ayu Kulon)
Свадба: Mas Ayu Rangawita / Raden Ayu Bandandari ? (Raden Ayu Chandrasari/Rangawati)
Свадба: Mas Ayu Tenaranga ? (Mas Ayu Pujawati)
Свадба: Mas Ayu Nitawati
Свадба: Mas Ayu Kamulawati
Свадба: Mas Ayu Waratsari ? (Mbok Ajeng Waratsari)
Свадба: Mas Ayu Puspita ? (Mbok Ajeng Puspita)
Свадба: Mas Ayu Tanjangpura ? (Mbok Ajeng Tanjangpura)
Свадба: Mas Ayu Rangapura ? (Mbok Ajeng Rangapura)
Свадба: Mas Ayu Kamudewati ? (Mbok Ajeng Kamudewati)
Свадба: Raden Ayu Arawati ? (Ratu Ayu Kulon)
Свадба: Ratu Malang
Титуле : 1713, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangku Negara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram
Титуле : од 1719, SULTAN MATARAM KE 7 (1719-1726), SUNAN KARTASURA KE IV bergelar Sri Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa
Свадба: Raden Ayu Brebes
Развод: Raden Ayu Brebes
Смрт: 20 април 1726, Kertasura
== 3 ==
Деца
Raden Ayu Srie Berie Budjang
Рођење: Level 7 = Gantung siwur dari Raden Rachmat [Sunan Ampel di Surabaya] atau putri dari Pangeran Kertokoesoemo / Bodrokoesoemo di Drajat-Sedayu Lawas (wilayah Lamongan).
Свадба: Raden Tumenggung Nitinegoro (Kyai Ngabei Wongsonegoro)
Свадба: Susuhunan Paku Buwono I Pangeran Puger
8. Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II / Raden Mas Gusti Prabu Suyasa
Рођење: 8 децембар 1711, Surakarta
Свадба: Raden Ayu Srie Berie Budjang
Свадба: Kanjeng Ratu Kencana / Ratu Mas (Raden Ayu Sukiya/Subiya)
Свадба: Ratu Mas Wirasmoro , Kertasura
Титуле : од 15 август 1726, Kartasura, Raja Kasunanan Kartasura
Свадба: Raden Ayu Tembelek
Развод: Raden Ayu Tembelek
Свадба: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo
Развод: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo
Титуле : од 1745, Surakarta, Raja Susuhunan Surakarta Ke-I
Смрт: 20 децембар 1749, Surakarta
Sri Sultan Hamengku Buwono I / Pangeran Haryo Mangkubumi (Raden Mas Sujono)
Рођење: 6 август 1717, Kartasura
Свадба:
Свадба: Bendoro Mas Ayu Asmorowati
Свадба: Gusti Kanjeng Ratu Kencono
Свадба: Bendoro Raden Ayu Tiarso [G.Hb.1.3] (Bendoro Raden Ayu Tilarso)
Свадба: Bendoro Mas Ayu Sawerdi
Свадба: Bendoro Mas Ayu Mindoko [G.Hb.1.6]
Свадба: Bendoro Raden Ayu Jumanten [G.Hb.1.8]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Wilopo [G.Hb.1.9]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Ratnawati [G.Hb.1.10]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Tandawati [G.Hb.1.12]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Tisnawati [G.Hb.1.13]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Turunsih
Свадба: Bandara Mas Ayu Ratna Puryawati [G.Hb.1.15]
Свадба: Bendoro Radin Ayu Doyo Asmoro [G.Hb.1.16]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Gandasari [G.Hb.1.17]
Свадба: Bendoro Raden Ayu Srenggara
Свадба: Bendoro Mas Ayu Karnokowati [G.Hb.1.18]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Setiowati [G.Hb.1.19]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Padmosari [G.Hb.1.20]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Sari [G.Hb.1.21]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Pakuwati [G.Hb.1.22]
Свадба: Bendoro Mas Ayu Citrakusumo [G.Hb.1.23]
Свадба:
Свадба: 2. Mas Roro Juwati / Raden Ayu Beruk / KRK Kadipaten / KRK Ageng / KRKTegalraya (Kanjeng Ratu Mas)
Титуле : од 29 новембар 1730, Kartasura, Pangeran Mangkubumi
Свадба: Bendoro Mas Ayu Cindoko [G.Hb.1.11] , Yogyakarta
Титуле : од 13 фебруар 1755, Yogyakarta
Смрт: 24 март 1792, Yogyakarta
Титуле : 10 новембар 2006, Jakarta, Pahlawan Nasional RI
Kanjeng Raden Adipati Danurejo I / Raden Bagus Konting Mertowijoyo (Patih Cakrajaya, Sumowijoyo, Yudonegoro II)
Професија : Banyumas, Bupati Banyumas
Свадба: 29. Gusti Raden Ayu Adipati Danurejo I
Професија : од 13 фебруар 1755, Yogyakarta, Pepatih Dalem bergelar Kanjeng Raden Adipati Danurejo I
Смрт: 19 август 1799, Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Kadhaton Kasuwargan
Деца
Унучад
Kanjeng Susuhunan Pakubuwono III / Raden Mas Suryadi
Свадба: Ratu Beruk
Свадба: Kanjeng Ratu ? (Kencana)
Титуле : од 15 децембар 1749, Kartasura, Susuhunan Surakarta Ke-II bergelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwono III DIPUTUS: 26145; 26151; 26153; 322833; 469952
Смрт: 26 септембар 1788, Surakarta
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam I [Hb.1.6] (Kanjeng Pangeran Haryo Notokusumo)
Рођење: 21 март 1760, Pangeran Notokusumo / Pangeran Adipati Paku Alam I (1813-1829) Pendiri wangsa Pakualaman yang lahir pada tahun 1760 ini adalah peletak dasar kebudayaan Jawa dalam Kadipaten Pakualaman. Kepada para putra sentana, PA I memberi pelajaran sains dan tata negara. Beberapa karya sastranya adalah: Kitab Kyai Sujarah Darma Sujayeng Resmi (syair), Serat Jati Pustaka (sastra suci), Serat Rama (etika), dan Serat Piwulang (etika). Ia wafat pada tanggal 19 Desember 1829.
Рођење: 21 март 1764, Yogyakarta
Титуле : од 28 јануар 1812, Yogyakarta, Gusti Pangeran Adipati Paku Alam I [1812-1829]
Смрт: 31 децембар 1829, Yogyakarta
1. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aria Mangkunegara I (Pangeran Sambernyawa)
Рођење: 7 април 1725, Kartasura
Свадба: Raden Ayu Kusuma Patahati
Свадба: Ratu Alit
Свадба: 2. Gusti Kanjeng Ratu Bendoro / Gusti Raden Ayu Inten
Титуле : 1757, Surakarta, Pangeran Adipati Mangkunegara Senopati Panoto Baris Lelono Adikareng Noto
Развод: 2. Gusti Kanjeng Ratu Bendoro / Gusti Raden Ayu Inten
Смрт: 28 децембар 1795, Surakarta
Титуле : 1983, Jakarta, Pahlawan Nasional Indonesia
Kyai Adipati Nitiadiningrat I / Raden Garudo (Groedo) / Raden Bagus Ngabei Soemodrono
Рођење: 1740, Pasuruan, Lahir di Desa Groedo, distrik Kraton - Pasuruan. Level 1 = Putera PB II Kartosuro/Amangkurat Djowo bin PB I/Pangeran Puger bin Sultan Agung (Pangeran Rangsang) bin Sunan Sedokrapyak;
Титуле : Dan setrusnya menjadi PANCER dari keturunannya ( Trah Kyai Adipati Nitidiningrat - Pasuruan )
Свадба: Garwo Padmi [ Putri Dari Tjakraadiningrat V, Nama Tidak Tercatat ]
Титуле : од 27 јул 1751, Pasuruan, Bupati Pasuruan I bergelar Kyai Adipati Nitiadiningrat I
Kanjeng Raden Tumenggung Notoyudo I
Свадба: 11. Bendoro Raden Ayu Notoyudo I
Титуле : од 1785, Wedono Jawi Bumija Tengen
Смрт: 29 новембар 1804, Yogyakarta
8. Bendoro Pangeran Haryo Diposanto
Рођење: 1762
Смрт: < 1820
14. Bendoro Raden Mas Hadiwijaya / BPH Panular
Рођење: 1771
Смрт: 30 јул 1826
Gusti Raden Mas Intu ? (Hamengkubuwono)
Титуле : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum Amangku Negara ingkang Sudibya Atmarinaja Sudarma Mahanalendra
Сахрана: август 1758, Yogyakarta, Yogyakarta Sultanate, Imogiri cemetery
16. Bendoro Pangeran Haryo Mangkukusumo (1)
Рођење: 1772
Професија : јануар 1828, Wakil Dalem
Raden Ayu Yosonegoro
Рођење: Level 2 = Cucu; Adalah trah urutan ke 2 dari (pancer): Sang Prabu Amangkurat Jowo (IV) 1719-1727)
Kanjeng Raden Tumenggung Sindunegoro / Raden Riya Menduro (Adipati Danurejo)
Професија : од 7 новембар 1811, Yogyakarta, Pepatih Dalem Kesultanan Ngayogyakarta bergelar Kiai Adipati
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици