Sunan Prabu Amangkurat III / Raden Mas Sutikna d. 1734

Из пројекта Родовид

Особа:26086
Рођени род Mataram
Пол мушки
Цело име (рођено) Sunan Prabu Amangkurat III / Raden Mas Sutikna
Друга имена Pangeran Kencet
Родитељи

Sunan Prabu Amangkurat II / Raden Mas Rahmat (Mangkurat Amral) [Mataram] d. 1703

Вики-страница [[1]]
[1][2]

Догађаји

Рођење једног детета: Prabu Amangkurat V / Sunan Kuning (Raden Mas Garendi) [Amangkurat III]

Рођење једног детета: Raden Ajeng Banuwati ? (Raden Ayu Puspodirojo) [Amangkurat III]

Рођење једног детета: Raden Ayu Buminoto [Amangkurat III]

Рођење једног детета: Gusti Pangeran Haryo Teposono ? (Gusti Pangeran Mangkudinigrat) [Amangkurat III] d. 10 јул 1741

Рођење једног детета: Gusti Pangeran Haryo Wiromenggolo / Pangeran Mangkunegoro [Amangkurat III]

Рођење једног детета: Simbar ? (BPA Buminoto Mandiraja, Buminoto Mandiraja) [?]

9 јул 1698 Свадба: Raden Ayu Lembah [Pakubuwono] d. 1700

1701 Свадба: Raden Ayu Himpun [Pakubuwono]

од 1703 Титуле : Kartasura, SULTAN MATARAM KE 6, Sunan Kartasura II Diputus : 52846

1723 Рођење једног детета: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo [Amangkurat III] b. 1723

1734 Смрт: Ceylon

Напомена

'Amangkurat III'

Sri Susuhunan Amangkurat Mas, atau juga sering ditulis sebagai Amangkurat III atau Sunan Mas (tanggal lahir tidak diketahui, wafat di Sri Lanka tahun 1734), adalah raja Kasunanan Kartasura yang memerintah antara tahun 1703– 1705.


Asal-Usul

Nama aslinya adalah Raden Mas Sutikna. Menurut Babad Tanah Jawi, ia adalah putra Amangkurat II satu-satunya karena ibunya telah mengguna-guna istri ayahnya yang lain sehingga mandul. Mas Sutikna juga dijuluki Pangeran Kencet, karena menderita cacat di bagian tumit.

Dikisahkan pula bahwa Mas Sutikna berwatak buruk, mudah marah dan cemburu bila ada pria lain yang lebih tampan. Ketika menjabat sebagai Adipati Anom, ia menikah dengan sepupunya, bernama Raden Ayu Lembah putri Pangeran Puger. Namun istrinya itu kemudian dicerai karena berselingkuh dengan Raden Sukra putra Patih Sindureja.

Raden Sukra kemudian dibunuh utusan Mas Sutikna, sedangkan Pangeran Puger dipaksa menghukum mati Ayu Lembah, putrinya sendiri. Mas Sutikna kemudian menikahi Ayu Himpun adik Ayu Lembah.


Perselisihan dengan Pangeran Puger

Amangkurat III naik takhta di Kartasura menggantikan Amangkurat II yang meninggal tahun 1702. Konon, menurut Babad Tanah Jawi, sebenarnya wahyu keprabon jatuh kepada Pangeran Puger.

Dukungan terhadap Pangeran Puger pun mengalir dari para pejabat yang tidak menyukai pemerintahan raja baru tersebut. Hal ini membuat Amangkurat III resah. Ia menceraikan Raden Ayu Himpun dan mengangkat permaisuri baru, seorang gadis dari desa Onje.

Tekanan terhadap keluarganya membuat Raden Suryokusumo (putra Pangeran Puger) memberontak. Amangkurat III yang ketakutan segera mengurung Pangeran Puger sekeluarga. Mereka kemudian dibebaskan kembali atas bujukan Patih Sumabrata.

Dukungan terhadap Pangeran Puger untuk merebut takhta kembali mengalir. Akhirnya, pada tahun 1704, Amangkurat III mengirim utusan untuk membunuh Pangeran Puger sekeluarga, namun sasarannya itu lebih dulu melarikan diri ke Semarang.


Meninggalkan Kartasura

Pangeran Puger di Semarang mendapat dukungan VOC, tentu saja dengan syarat-syarat yang menguntungkan Belanda. Ia pun mengangkat dirinya sebagai raja bergelar Pakubuwana I. Gabungan pasukannya bergerak tahun 1705 untuk merebut Kartasura. Amangkurat III membangun pertahanan di Ungaran dipimpin Pangeran Arya Mataram, pamannya, yang diam-diam ternyata mendukung Pakubuwana I.

Arya Mataram berhasil membujuk Amangkurat III supaya meninggalkan Kartasura. Ia sendiri kemudian bergabung dengan Pakubuwana I, yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.

Pemerintahan Amangkurat III yang singkat ini merupakan kutukan Amangkurat I terhadap Amangkurat II yang telah meracuni minumannya ketika melarikan diri saat Kesultanan Mataram runtuh akibat pemberontakan Trunajaya tahun 1677 silam.

Konon, Amangkurat II dikutuk bahwa keturunannya tidak ada yang menjadi raja, kecuali satu orang (Amangkurat III) dan itu pun hanya sebentar. Kisah pengutukan ini terdapat dalam Babad Tanah Jawi yang ditulis pada masa pemerintahan raja keturunan Pakubuwana I sehingga kebenarannya sulit dibuktikan.


Perang Suksesi Jawa Pertama

Rombongan Amangkurat III melarikan diri ke Ponorogo sambil membawa semua pusaka keraton. Di kota itu ia menyiksa Adipati Martowongso hanya karena salah paham. Melihat bupatinya disakiti, rakyat Ponorogo memberontak. Amangkurat III pun lari ke Madiun. Dari sana ia kemudian pindah ke Kediri.

Untung Suropati bupati Pasuruan yang anti VOC segera mengirim bantuan untuk melindungi Amangkurat III. Gabungan pasukan Kartasura, VOC, Madura, dan Surabaya bergerak menyerbu Pasuruan tahun 1706. Dalam pertempuran di Bangil, Untung Suropati tewas. Putra-putranya kemudian bergabung dengan Amangkurat III di Malang.

Sepanjang tahun 1707 Amangkurat III mengalami penderitaan karena diburu pasukan Pakubuwana I. Dari Malang ia pindah ke Blitar, kemudian ke Kediri, akhirnya memutuskan menyerah di Surabaya tahun 1708.


Pembuangan ke Sri Lanka

Pangeran Blitar, putra Pakubuwana I, datang ke Surabaya meminta Amangkurat III supaya menyerahkan pusaka-pusaka keraton, namun ditolak. Amangkurat III hanya sudi menyerahkannya langsung kepada Pakubuwana I.

VOC kemudian memindahkan Amangkurat III ke tahanan Batavia. Dari sana ia diangkut untuk diasingkan ke Sri Lanka. Amangkurat III akhirnya meninggal di negeri itu pada tahun 1734.

Konon, harta pusaka warisan Kesultanan Mataram ikut terbawa ke Sri Lanka. Namun demikian, Pakubuwana I berusaha tabah dengan mengumumkan bahwa pusaka Pulau Jawa yang sejati adalah Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.


Catatan

Para sejarawan menyebut adanya tiga perang besar memperebutkan takhta di antara keturunan Sultan Agung, yang disebut dengan nama Perang Suksesi Jawa atau Perang Takhta, yaitu:

Perang Suksesi Jawa I (1704–1708), antara Amangkurat III melawan Pakubuwana I.
Perang Suksesi Jawa II (1719–1723), antara Amangkurat IV melawan Pangeran Blitar dan Pangeran Purbaya.
Perang Suksesi Jawa III (1747–1757), antara Pakubuwana II yang dilanjutkan oleh Pakubuwana III melawan Hamengkubuwana I dan Mangkunegara I.

Kepustakaan

Abdul Muis. 1999. Surapati. cet. 11. Jakarta: Balai Pustaka* Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius
Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu

Извори

  1. - Kepustakaan - Abdul Muis. 1999. Surapati. cet. 11. Jakarta: Balai Pustaka* Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi - M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press - Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius - Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu
  2. http://www.royalark.net/Indonesia/solo3.htm -

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
6. Sunan Prabu Amangkurat Agung / Susuhunan Ing Alaga (Raden Mas Sayidin)
Рођење: 24 јун 1619
Свадба:
Свадба: Ratu Kulon II / Roro Oyi
Свадба: Ratu Wetan (Kajoran)
Свадба: 1.1.1.5.28. Nyi Mas Ajoemajar
Титуле : од 1646, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung (Amangkurat 1)
Смрт: 13 јул 1677, Wanayasa, Banyumas
Прародитељи
Родитељи
2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
Свадба: 1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono
Свадба: Raden Ajeng Sendhi
Свадба: Mas Ajeng Tejawati
Свадба: Mas Ajeng Retnowati
Свадба: Mas Ayu Tjondrowati
Титуле : од 6 јул 1704, Kartasura, Sultan Mataram VI MATARAM KE 6, Sunan Kartasura III bergelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Khalifatulah Tanah Jawa
Смрт: 1719
9. Pangeran Hario Panular
Смрт: ~ август 1722
Sunan Prabu Amangkurat II / Raden Mas Rahmat (Mangkurat Amral)
Титуле : 1677, Kertasura, SULTAN MATARAM KE 5 (1677-1703), Sunan Kartasura I
Смрт: 1703
Родитељи
 
== 3 ==
Sunan Prabu Amangkurat III / Raden Mas Sutikna
Свадба: Raden Ayu Lembah
Свадба: Raden Ayu Himpun
Титуле : од 1703, Kartasura, SULTAN MATARAM KE 6, Sunan Kartasura II Diputus : 52846
Смрт: 1734, Ceylon
== 3 ==
Деца
8. Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II / Raden Mas Gusti Prabu Suyasa
Рођење: 8 децембар 1711, Surakarta
Свадба: Raden Ayu Srie Berie Budjang
Свадба: Kanjeng Ratu Kencana / Ratu Mas (Raden Ayu Sukiya/Subiya)
Свадба: Ratu Mas Wirasmoro , Kertasura
Титуле : од 15 август 1726, Kartasura, Raja Kasunanan Kartasura
Свадба: Raden Ayu Tembelek
Развод: Raden Ayu Tembelek
Свадба: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo
Развод: Raden Ajeng Sumila / Raden Ayu Suryowikromo
Титуле : од 1745, Surakarta, Raja Susuhunan Surakarta Ke-I
Смрт: 20 децембар 1749, Surakarta
Деца
Унучад
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици