Ratu Ratna - Индекс потомака

Из пројекта Родовид

Особа:1309316
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
11/1 Ratu Ratna [Ratna]

2

21/2 <1+1> 4. Tubagus Jaya Taruna [Manduraraja]
SUMBER :


1. BABAD Banten

2. Catatan Keluarga Drs. R (Tb) H. Achmad Arslan Jayasentika, M. Sc (Juru Sejarah Bani Jayasentika).

3. Catatan Keluarga R (Tb). Dika Syah Bachri (Sekretaris Umum Dzurriyyat Panembahan Maulana Yusuf Pekalangan Gede 1570 - 1580, Kasunyatan - Banten).

4. Buku Nasab Induk : Keluarga Pangeran Jaya Sentika (Halim)


Ahli Waris: R (Tb). Dika Syah Bachri, S. ikom Bin R (Tb) H. Agus Iriansyah, SE, MH Bin R (Tb) H. Sa'aman Bachri
32/2 <1+1> 2. Ratubagus Sura Direja [Manduraraja]
43/2 <1+1> 3. Ratubagus Suta [Manduraraja]
54/2 <1+1> 5. Ratu Duri [Manduraraja]

3

61/3 <2> Ratu Rohimah [Manduraraja]
SUMBER :


1. BABAD Banten

2. Catatan Keluarga Drs. R (Tb) H. Achmad Arslan Jayasentika, M. Sc (Juru Sejarah Bani Jayasentika).

3. Catatan Keluarga R (Tb). Dika Syah Bachri (Sekretaris Umum Dzurriyyat Panembahan Maulana Yusuf Pekalangan Gede, Banten 1570 - 1580).

4. Buku Nasab Induk : Keluarga Pangeran Jaya Sentika (Halim)


Ahli Waris: R (Tb). Dika Syah Bachri, S. ikom Bin R (Tb) H. Agus Iriansyah, SE, MH Bin R (Tb) H. Sa'aman Bachri

4

LAMBANG  KESULTANAN  BANTEN
LAMBANG KESULTANAN BANTEN
71/4 <6+3> 2. Sultan Muhammad Wasi’ Zainul ‘alimin (1752-1753) [Kasultanan Banten]
Титуле : од 1752, Sultan Banten Ke XI
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang

Masa Raja / Sultan Penuh Banten ke 11

Pada tahun 1752, VOC mengangkat Pangeran Arya Adisantika, adik Sultan Zainul Arifin, menjadi Sultan Banten dengan gelar Sultan Abulma’ali Muhammad Wasi’ Zainal ‘Alimin. Selain itu, Jacob Mossel pun segera mengembalikan Pangeran Gusti dari tempat pengasingannya dan ditetapkan sebagai putra mahkota. Akan tetapi dengan pengangkatan itu, Sultan Abulma’ali harus menandatangani perjanjian dengan VOC yang isinya semakin memperkuat dan mempertegas kekuasaan VOC atas Banten.

Perjanjian itu sangat merugikan Banten sehingga Pangeran Gusti, beberapa pangeran, dan pembesar keraton lainnya menjadi gusar. Rakyat kembali mengadakan hubungan dengan Ki Tapa di Sajira, Lebak. Di bawah kepemimpinan Ki Tapa dan Ratu Bagus Buang kembali mengangkat senjata menentang VOC.

Sementara itu, para pangeran dan pembesar keraton melakukan pengacauan di dalam kota. Dengan susah payah VOC akhirnya dapat melumpuhkan serangan-serangan tersebut. Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Ki Tapa dan Ratu Bagus Buang, mengakibatkan Sultan Abulma’ali Muhammad Wasi’zainul ‘Alamin menyerahkan kekuasaannya kepada Pangeran Gusti.