2. Pangeran Aria Kikis (Sunan Wanaperih / Sunan Ciburang) b. 1534изр

Из пројекта Родовид

Особа:851638
Foto Rumah Pemakaman Sunan Wanaperih
Foto Rumah Pemakaman Sunan Wanaperih
Рођени род Talaga
Пол мушки
Цело име (рођено) 2. Pangeran Aria Kikis
Друга презимена Sunan Wanaperih / Sunan Ciburang
Родитељи

Prabu Siliwangi III / Raden Ranggamantri (Parunggangsa) [Pajajaran]

Ratu Dewi Sunyalarang (Ratu Parung) [Talagamanggung]

[1][2]

Догађаји

1534изр Рођење:

Рођење једног детета: 2. Sunan Girilaya [Talaga]

1562изр Рођење једног детета: Talaga, Majalengka, 1. Dalem Cageur Darma [Talaga] b. 1562изр

1565изр Рођење једног детета: 2. Dalem Kulanata Maja [Talaga] b. 1565изр

1567изр Рођење једног детета: 3. Apun Surawijaya / Sunan Kidul [Talaga] b. 1567изр

1569изр Рођење једног детета: 4. Ratu Radeya [Talaga] b. 1569изр

1571изр Рођење једног детета: 5. Ratu Putri (Putri Sunan Wanaperih, Talaga) [Talaga] b. 1571изр

1573изр Рођење једног детета: Blok Karang Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang - Subang, 6. Pangeran Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang) [Talaga] b. 1573изр

Напомена

Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


Pemerintahan Sunan Wanaperih

Sunan Wanaperih seperti orang tuanya sudah memeluk agama Islam. Hampir seluruh rakyat di kerajaan ini juga telah memeluk agama Islam. Beliau berputera 6 orang, yaitu : (1) Dalem Cageur, (2) Dalem Kulanata, (3) Apun Surawijaya atau Sunan Kidul, (4) Ratu Radeya, (5) Ratu Putri, (6) Dalem Wangsa Goparana.

Diceritakan bahwa Ratu Radeya menikah dengan Arya Saringsingan, sedangkan Ratu Putri menikah dengan putra Syech Abu Muchyi dari Pamijahan bernama Sayid Ibrahim Cipager. Dalem Wangsa Goparana pindah ke Sagalaherang Cianjur, dan kelak keturunan beliau ada yang menjabat sebagai bupati seperti Bupati Wiratanudatar I di Cikundul.

Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji. Ketika beliau digantikan oleh puteranya Apun Surawijaya, pusat pemerintahan kembali ke Talaga (“Sangiang Talaga”–atau Parung alias “Curug Campaga”?–Pen.).

https://tatangmanguny.wordpress.com/kontroversi/kerajaan-talaga-silsilah-yang-tumpang-tindih/


SUNAN WANAPERIH

( RADEN ARIA KIKIS ATAU SUNAN CIBURANG ) Sang penyebar agama Islam di Majalengka

( 1550-1590 M)

Pada tahun 1550 M. Pada generasi kedua masa pemerintahan Islam Talaga, sepeninggal Ratu Parung ( Ratu Sunyalarang ), Talaga dipimpin oleh Raden Aria Kikis ( Sunan Wanaperih ) putera kedua Ratu Parung ( Ratu Sunyalarang ). Arya Kikis adalah seorang Senapati dan Da'i Islam yang handal. Beliau mewarisi ketaatan yang tulus, ilmu-ilmu kanuragan dan ilmu-ilmu keislaman dari Sunan Gunung Djati. Salah satu cucu beliau adalah Raja Muda Cianjur, Raden Aria Wiratanu I atau yang dikenal dengan Kanjeung Dalem Cikundul.

Diawali dangan ikut campurnya Demak untuk menarik upeti dari Talaga melalui Cirebon, sedangkan kondisi rakyat Kerajaan Talaga yang sangat memerlukan perhatian pemerintah ( lagi susah ), akhirnya permintaan Cirebon dan Demak untuk menarik upeti dari Talaga "ditolak". Selanjutnya, dengan tiba-tiba saja pasukan Cirebon yang dibantu Demak menyerang Talaga. Dengan demikian terjadilah peperangan hebat antara Pasukan Talaga yang dipimpin langsung oleh Senopati Aria Kikis melawan pasukan penyerobot dari Cirebon dan Demak.

Di medan laga sekalipun prajurit-prajurit Kerajaan Talaga yang dibantu ketat oleh puragabaya serta pendekar-pendekar dari padepokan-padepokan dan pesantren-pesantren Islam itu jumlah pasukan dan senjatanya lebih kecil dibanding jumlah serta kekuatan para aggresor, akan tetapi pasukan Talaga dengan penuh semangat dan patriotisme tetap mengadakan perlawanan. Dengan teriakan dan gaung Allahu Akbar, serentak pasukan Talaga dengan kecepatan dan kesigapan yang luar biasa menerjang lawannya dan terus menerus mengkikis habis para aggressor yang datang menyerang tanpa kesopanan dan tatakrama itu. Syukurlah bahwa akhirnya kekuatan para penyerobot itu dapat dilumpuhkan dan semua pasukan Cirebon dan Demak dapat diusir keluar dari wilayah Kerajaan Talaga.

Kesepakatan Keraton Ciburang Karena peristiwa itu Kanjeng Sinuhun Susuhunan Cirebon, Syarif Hidayatullah serta merta datang ke Talaga dan disambut secara khidmat dan hormat oleh Pangeran Satyapati Arya Kikis, Senapati Kerajaan Talaga, Sang Sunan Wanaperih; tidak urung dengan mendapatkan penghormatan besar dari para prajurit, puragabaya, para pendekar dan rakyat kerajaan Talaga serta Galuh Singacala.

Sesuai dengan kesepakatan pada musyawarah di Keraton Ciburang yang diselenggarakan oleh para Raja dari Galuh beberapa waktu yang silam, yang menyatakan bila Kanjeng Waliyullah sendiri mengucapkan titahnya, mereka semua akan tumut kepada Kanjeng Sinuhun Cirebon, Syarif Hidayatullah. Ternyata kesepakatan di Keraton Ciburang itu dengan takdir Allah terkabul juga. Pada saat itulah Kanjeng Sinuwun Sunan Gunung Jati Cirebon bersabda; Bahwa peperangan itu sungguh ditakdirkan Allah; tetapi bukan merupakan perang agama, sebab di Jawadwipa hanya pernah ada satu perang agama, yaitu antara Demak dan Majapahit. Terjadinya perang Talaga hanya karena tindakan keliru pasukan Cirebon dan Demak.

Dalam riwayat lain berkata : “Perang dengan telaga berawal dari masalah sepele, yaitu perselisihan antara Demang Talaga dan Tumenggung ( Caruban ) Kertanegara akibat salah paham. Mereka berkelahi dan Demang Talaga terbunuh dalam perkelahian itu.Kematian Demang Talaga ternyata telah membuat marah Yang Dipertuan Talaga, Prabu Pucuk Umun, dan putera mahkota, Sunan Wanaperih ( Pangeran Salingsingan / Raden Aria kikis ) . Kabarnya, mereka dihasut oleh Rsi Bungsu, yang menuduh peristiwa tewasnya Demang talaga itu didalangi oleh yang Dipertuan Caruban. Lalu, pasukan Talaga disiapkan untuk menyerbu wilayah Caruban.”

Kemudian Sinuwun Cirebon mendamaikannya dan Sinuwun Syarif Hidayatullah mengijinkan kepada Pangeran Aria Kikis untuk beruzlah dan berkholwat ( riyadhah dan mujahadah ) di kampungnya yaitu di Leuweung Wana yang selanjutnya disebut Wanaperih, dengan hasrat untuk mendalami hakekat ajaran Agama Islam sedangkan kerajaan Talaga tetap berdiri secara mandiri, adapun kepemimpinannya diayomi oleh Kanjeng Waliyullah, Sunan Gunung Djati. Sunan Wanaperih mempunyai enam orang putra, empat putera dan dua puteri, Diantaranya :

  1. Dalem Cageur Darma
  2. Dalem Kulanata Maja
  3. Sang Senapati Raden Apun Surawijaya
  4. Ny. Ratu Radeya
  5. Ny. Ratu Putri
  6. Pangeran Ngabehi Aria Wangsa Goparana

Diceritakan bahwa Ratu Radeya menikah dengan Pangeran Aria Saringsingan putra Prabu Haur Kuning

Makam Pangeran Aria Saringsingan putra Prabu Haur Kuning, Desa Banjaran Kec. Banjaran Kab. Majalengka sedangkan Ratu Putri menikah dengan Syekh Sayid Faqih Ibrahim ( Sunan Cipager ) putra Syech Abu Muchyi dari Pamijahan

Извори

  1. http://babadtanahcikundul.blogspot.com/2014/08/sunan-wanaperih.html -
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Wanaperih -

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
7. Prabu Surawisésa / Munding Laya Dikusuma (Ratu Samiam)
Рођење: 1475изр, Dikalkulasi usianya 60 thn, naik tahta pada usia 46 tahun, menikah 1492
Свадба: Dewi Kinawati ? (Dewi Kania)
Титуле : од 1521, Pajajaran, Bogor, Raja Pajajaran Ke 2
Смрт: 1535
Prabu Layakusumah
Професија : Cicurug, Sukabumi, Raja Keprabuan Pakuan Raharja
Свадба: 2. Nyi Putri Buniwangi/ Nyi Rambut Kasih
8. Sultan Surosoan
Титуле : Adipati di Pesisir Banten atau Banten Girang.
1. Sunan Parung / Batara Sukawayana
Професија : Raja Talagamanggung Ke...(1450 M)
Прародитељи
Родитељи
Sunan Corenda
Професија : Talaga, Raja talaga
Свадба: Nji Mas Ratu Patuakan
Родитељи
 
== 3 ==
Sunan Rumenggong
Рођење: 1542изр
1. Prabu Haurkuning
Титуле : од 1535, Raja Galuh Pangauban/Pangandaran
Сахрана: Darma, Kuningan
3. Dalem Lumaju Agung
Рођење: 1536изр
5. Dalem Panakean
Рођење: 1540изр
4. Dalem Panuntun
Рођење: 1538изр
== 3 ==
Деца
6. Pangeran Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang)
Рођење: 1573изр, Blok Karang Nangka Beurit, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang - Subang
2. Sunan Girilaya
Рођење: Runtuyannya di Cibalagung
1. Dalem Cageur Darma
Рођење: 1562изр, Talaga, Majalengka
2. Dalem Kulanata Maja
Рођење: 1565изр
3. Apun Surawijaya / Sunan Kidul
Рођење: 1567изр
Деца
Унучад
1. Pangeran Ngabehi Jayasasana (Jayalalana / Raja Gagang / H Rd Aria Wira Tanu Datar I / Mbah Dalem Cikundul Cianjur)
Рођење: 1603изр, Padaleman Sagalaherang-Subang
Титуле : Bupati Cianjur Ke I (1681 - 1691), Dalem mandiri (Explorer), tanpa diangkat oleh sultan, raja atau pemerintahan lainnya.
Свадба:
Смрт: ~ 1706
5. Dalem Tumenggung Yudanagara
Рођење: ATAS PERMINTAAN KELUARGA, DIPUTUS JALUR ayahnya: 851614
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици