Sultan Pangeran Marah Roesli b. 7 август 1889 d. 17 јануар 1968

Из пројекта Родовид

Особа:816331
Рођени род Abu Bakar
Пол мушки
Цело име (рођено) Sultan Pangeran Marah Roesli
Родитељи

Sultan Abu Bakar / Sultan Pangeran [/ Sultan Pangeran]

[1]

Догађаји

7 август 1889 Рођење: Padang

Рођење једног детета: R. Mayjen (pur) Roeshan Roesli [Sumedang Larang]

17 јануар 1968 Смрт: Bandung

Напомена

Marah Roesli atau sering kali dieja Marah Rusli (lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Agustus 1889 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 17 Januari 1968 pada umur 78 tahun) adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka. Keterkenalannya karena karyanya Siti Nurbaya (roman) yang diterbitkan pada tahun 1920 sangat banyak dibicarakan orang, bahkan sampai kini. Siti Nurbaya telah melegenda, wanita yang dipaksa kawin oleh orang tuanya, dengan lelaki yang tidak diinginkannya


Daftar isi

1 Riwayat 2 Kiprah 3 Bibliografi 4 Catatan kaki 5 Trivia 6 Pranala luar

Riwayat

Marah Rusli, sang sastrawan itu, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889. Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Ayahnya bekerja sebagai demang. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Buitenzorg (kini Bogor) pada tahun 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Perkawinan Marah Rusli dengan gadis Sunda bukanlah perkawinan yang diinginkan oleh orang tua Marah Rusli, tetapi Marah Rusli kokoh pada sikapnya, dan ia tetap mempertahankan perkawinannya.

Meski lebih terkenal sebagai sastrawan, Marah Rusli sebenarnya adalah dokter hewan. Berbeda dengan Taufiq Ismail dan Asrul Sani yang memang benar-benar meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan karena memilih menjadi penyair, Marah Rusli tetap menekuni profesinya sebagai dokter hewan hingga pensiun pada tahun 1952 dengan jabatan terakhir Dokter Hewan Kepala. Kesukaan Marah Rusli terhadap kesusastraan sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Ia sangat senang mendengarkan cerita-cerita dari tukang kaba, tukang dongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya, dan membaca buku-buku sastra. Marah Rusli meninggal pada tanggal 17 Januari 1968 di Bandung dan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat.

Kiprah

Dalam sejarah sastra Indonesia, Marah Rusli tercatat sebagai pengarang roman yang pertama dan diberi gelar oleh H.B. Jassin sebagai Bapak Roman Modern Indonesia. Sebelum muncul bentuk roman di Indonesia, bentuk prosa yang biasanya digunakan adalah hikayat.

Marah Rusli berpendidikan tinggi dan buku-buku bacaannya banyak yang berasal dari Barat yang menggambarkan kemajuan zaman. Ia kemudian melihat bahwa adat yang melingkupinya tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Hal itu melahirkan pemberontakan dalam hatinya yang dituangkannya ke dalam karyanya, Siti Nurbaya. Ia ingin melepaskan masyarakatnya dari belenggu adat yang tidak memberi kesempatan bagi yang muda untuk menyatakan pendapat atau keinginannya.

Dalam Siti Nurbaya, telah diletakkan landasan pemikiran yang mengarah pada emansipasi wanita. Cerita itu membuat wanita mulai memikirkan akan hak-haknya, apakah ia hanya menyerah karena tuntutan adat (dan tekanan orang tua) ataukah ia harus mempertahankan yang diinginkannya. Ceritanya menggugah dan meninggalkan kesan yang mendalam kepada pembacanya. Kesan itulah yang terus melekat hingga sampai kini. Setelah lebih delapan puluh tahun novel itu dilahirkan, Siti Nurbaya tetap diingat dan dibicarakan.

Selain Siti Nurbaya, Marah Rusli juga menulis beberapa roman lainnya. Akan tetapi, Siti Nurbaya itulah yang terbaik. Roman itu mendapat hadiah tahunan dalam bidang sastra dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1969 dan diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia[1].

Bibliografi

Siti Nurbaya. Jakarta : Balai Pustaka. 1920 mendapat hadiah dari Pemerintah RI tahun 1969. Lasmi. Jakarta : Balai Pustaka. 1924. Anak dan Kemenakan. Jakarta : Balai Pustaka. 1956. Memang Jodoh (naskah roman dan otobiografis) Tesna Zahera (naskah Roman)

Terjemahannya: Gadis yang Malang (novel Charles Dickens, 1922).

Извори

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Marah_Roesli -

Од прародитеља до унучад

Родитељи
Родитељи
 
== 2 ==
Raden Ratna Kancana
Други догађај: 2 новембар 1961, Menikah : 2-11-1961
Sultan Pangeran Marah Roesli
Рођење: 7 август 1889, Padang
Смрт: 17 јануар 1968, Bandung
== 2 ==
Деца
Деца
Унучад
1. R. dr Ratwini Roesli, SpTHT
Рођење: 2 септембар 1942, Bandung
2. R. dr Utami Roesli, SpA, Ibclc, Fabm
Рођење: 17 септембар 1945, Semarang
4. R. Prof. Dr. Harry Roesli \Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli
Рођење: 10 септембар 1951, Bandung
Смрт: 11 новембар 2004, Jakarta
Сахрана: Gunung Batu-Bogor
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици