4. R. Prof. Dr. Harry Roesli \Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli b. 10 септембар 1951 d. 11 новембар 2004

Из пројекта Родовид

Особа:816321
Рођени род Hamengku Buwono
Пол мушки
Цело име (рођено) 4. R. Prof. Dr. Harry Roesli \Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli
Родитељи

R. Mayjen (pur) Roeshan Roesli [Hamengku Buwono]

dr. Edyana Roesli, SpA [?]

[1]

Догађаји

10 септембар 1951 Рођење: Bandung

Рођење једног детета: R. Lahami Khrisna Parana [Hamengku Buwono]

Рођење једног детета: R. La Yala Khrisna Patria Roesli [Hamengku Buwono]

11 новембар 2004 Смрт: Jakarta

Сахрана: Gunung Batu-Bogor

Напомена

Harry Roesli yang memiliki nama lengkap Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli, (lahir di Bandung, 10 September 1951 – meninggal di Jakarta, 11 Desember 2004 pada umur 53 tahun) adalah tokoh dikenal melahirkan budaya musik kontemporer yang berbeda, komunikatif dan konsisten memancarkan kritik sosial. Karya- karyanya konsisten memunculkan kritik sosial secara lugas dalam watak musik teater lenong. Harry berpenampilan khas, berkumis, bercambang, berjanggut lebat, berambut gondrong dan berpakaian serba hitam.

Harry Roesli yang berdarah Minangkabau ini, merupakan cucu pujangga besar Marah Roesli. Anak bungsu dari empat bersaudara, ayahnya bernama Mayjen (pur) Roeshan Roesli. Istri Harry Roesli bernama Kania Perdani Handiman dan dua anak kembarnya bernama Layala Khrisna Patria dan Lahami Khrisna Parana.



Daftar isi

1 Kegiatan 2 Pendidikan 3 Karier 4 Karya 5 Pranala luar

Kegiatan

Pada awal 1970-an, namanya sudah mulai melambung. Saat membentuk kelompok musik Gang of Harry Roesli bersama Albert Warnerin, Indra Rivai dan Iwan A Rachman. Lima tahun kemudian (1975) kelompok musik ini bubar.

Di tengah kesibukannya bermain band, dia pun mendirikan kelompok teater Ken Arok, 1973. Setelah melakukan beberapa kali pementasan, antara lain, Opera Ken Arok di TIM Jakarta pada Agustus 1975, grup teater ini kemudian bubar, karena Harry mendapat beasiswa dari Ministerie Cultuur, Recreatie en Maatschapelijk Werk (CRM), belajar ke Rotterdam Conservatorium, Belanda.

Selama belajar di negeri kincir angin itu, Harry juga aktif bermain piano di restoran-restoran Indonesia dan main band dengan anak-anak keturunan Ambon di sana. Selain untuk menyalurkan talenta musiknya sekaligus untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya yang tidak mencukupi dari beasiswa.

Gelar Doktor Musik diraihnya pada tahun 1981, kemudian selain tetap berkreasi melahirkan karya-karya musik dan teater, juga aktif mengajar di Jurusan Seni Musik di beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Pasundan Bandung.

Dia ini juga kerap membuat aransemen musik untuk teater, sinetron dan film, di antaranya untuk kelompok Teater Mandiri dan Teater Koma. Juga menjadi pembicara dalam seminar-seminar di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri, serta aktif menulis di berbagai media, salah satunya sebagai kolumnis Kompas Minggu.

Selain itu juga membina para seniman jalanan dan kaum pemulung di Bandung lewat Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB) yang didirikannya. Rumahnya di Jl WR Supratman 57 Bandung dijadikan markas DKSB. Rumah inilah yang pada tahun 1998 menjadi pusat aktivitas relawan Suara Ibu Peduli di Bandung. Rumah ini ramai dengan kegiatan para seniman jalanan dan tempat berdiskusi para aktivis mahasiswa. Dimana kerap lahir karya-karya yang sarat kritik sosial dan bahkan bernuansa pemberontakan terhadap kekuasaan Orde Baru. Bersama DKSB dan Komite Mahasiswa Unpar, Harry Roesli mementaskan pemutaran perdana film dokumenter Tragedi Trisakti dan panggung seni dalam acara "Gelora Reformasi" di Universitas Parahyangan [1]. Dalam acara ini kembali dinyanyikan lagu Jangan Menangis Indonesia dari album LTO (Lima Tahun Oposisi), Musica Studio, 1978.

Setelah reformasi, saat pemerintahan BJ Habibie, salah satu karyanya yang dikemas 24 jam nonstop juga nyaris tidak bisa dipentaskan. Juga pada awal pemerintahan Megawati, dia sempat diperiksa Polda Metro Jaya gara-gara memelesetkan lagu wajib Garuda Pancasila.

Harry meninggal dunia hari Sabtu 11 Desember 2004, pukul 19.55 di RS Harapan Kita, Jakarta.

Pendidikan

Alumnus SMA Negeri 2 Bandung Jurusan Teknik Mesin ITB Bandung, sampai tingkat IV (1970-1975) Jurusan Komposisi LPKJ kini IKJ (1975-1977) Jurusan musik elektronik di Rotterdam Conservatorium, Negeri Belanda (1977-1981)

Karier

Pendiri dan pemain grup musik Gang of Harry Roesli bersama Albert Warnerin, Indra Rivai, dan Iwan A Rachman (1971-1975) Pendiri grup teater Ken Arok (1973-1977) Guru besar psikologi musik Universitas Pendidikan (UPI), Bandung dan Universitas Pasundan, Bandung Pimpinan Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB)

Karya

Philosophy Gang, album musik, 1971 Titik Api, album musik, 1976 Jika Hari Tak Berangin, album musik Tiga Bendera, album musik Gadis Plastik, album musik Daun album musik LTO, album musik Ken Arok, album musik Musik Rumah Sakit (1979 di Bandung dan 1980 di Jakarta) Asmat Dream single Cuaca Buruk album musik White Gold Parenthese Musik Sikat Gigi (1982 di Jakarta) DKSB album musik Si Cantik album musik Opera Ikan Asin Opera Kecoa Opera Tusuk gigi (1997 di Bandung)

Pranala luar

(Indonesia) Doktor Musik Kontemporer (Indonesia) Melacak Peninggalan Karya Harry Roesli, Sinar Harapan (Indonesia) Gelora Reformasi (Indonesia) Ken A Rock-nya Harry Roesli, Kompas (Indonesia) Selamat Jalan Harry Roesli (Indonesia) Seratus Hari “Plus” Harry Roesli di Unpas, Pikiran Rakyat

Извори

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Harry_Roesli -

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
Raden Ratna Kancana
Други догађај: 2 новембар 1961, Menikah : 2-11-1961
Sultan Pangeran Marah Roesli
Рођење: 7 август 1889, Padang
Смрт: 17 јануар 1968, Bandung
Прародитељи
Родитељи
Родитељи
 
== 3 ==
1. R. dr Ratwini Roesli, SpTHT
Рођење: 2 септембар 1942, Bandung
2. R. dr Utami Roesli, SpA, Ibclc, Fabm
Рођење: 17 септембар 1945, Semarang
4. R. Prof. Dr. Harry Roesli \Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli
Рођење: 10 септембар 1951, Bandung
Смрт: 11 новембар 2004, Jakarta
Сахрана: Gunung Batu-Bogor
== 3 ==
Деца
Деца

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици