Kanjeng Panembahan Senopati / Sutowijoyo (Raden Bagus Sutawijaya) b. 1530изр d. 1601

Из пројекта Родовид

Особа:25699
Рођени род Ki Ageng Pamanahan
Пол мушки
Цело име (рођено) Kanjeng Panembahan Senopati / Sutowijoyo
Друга презимена Raden Bagus Sutawijaya
Друга имена Sunan Seda Jenar, Ngabei Loring Pasar, Mas Ngabehi Loring Pasar
Родитељи

Ki Ageng Pemanahan / Bagus Kacung (Kyai Gede Mataram) [Brawijaya] b. 1501 d. ~ 1584

Nyai Ageng Pamanahan / Nyai Sabinah [Brawijaya]

Вики-страница [[1]]
[1][2][3]

Догађаји

1530изр Рођење:

Рођење једног детета: Gusti Raden Ayu Demang Tanpa Ngakil [Senopati]

Рођење једног детета: 6. Pangeran Rio Manggala [Brawijaya]

Рођење једног детета: Gusti Raden Ayu Adipati Teposono / Gusti Raden Ajeng Dhenok [Senopati]

Рођење једног детета: 7. Pangeran Adipati Jayaraga / Raden Mas Barthotot [Brawijaya]

Рођење једног детета: 1. Gusti Kanjeng Ratu Pambayun / Retna Pembayun [Brawijaya] d. 1625

Рођење једног детета: Gusti Raden Ayu Wiramantri / Gusti Raden Ajeng Juwok [Senopati]

Рођење једног детета: Raden Ayu Sarifah Mertokusumo [Brawijaya]

Рођење једног детета: Raden Mas Surolojo [Brawijaya]

Рођење једног детета: Raden Mas Ronggo Wongsoprono ? (Kyai Ageng Lempuyang) [Brawijaya]

Рођење једног детета: Raden Ayu Kadjoran Raden Ayu Purubaya [Brawijaya]

Рођење једног детета: Raden Ayu Wonoboyo [Brawijaya]

Рођење једног детета: Raden Ayu Sontodirdjo [Brawijaya]

Рођење једног детета: 14. Pangeran Demang Tanpa Nangkil ? (Raden Mas Kadawung) [Brawijaya]

Рођење једног детета: 2. Pangeran Ronggo Samudra [Senopati]

Рођење једног детета: 3. Pangeran Puger / Raden Mas Kentol Kejuron [Brawijaya]

Рођење једног детета: 12. Ki Ageng Panembahan Djuminah ? (Pangeran Adipati Djuminah Petak / Pangeran Blitar I) [Brawijaya]

Рођење једног детета: 8. Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati / Raden Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak) [Brawijaya] d. 1613

Рођење једног детета: 11. Pangeran Adipati Pringgoloyo I ? (Raden Mas Djulig) [Brawijaya]

Рођење једног детета: 13. Pangeran Adipati Martoloyo / Mangkunegoro II (Raden Mas Kanitren) [Brawijaya]

Свадба: Nyai Adisara [?]

Свадба: 1.1.1.2.1.1.1. Waskita Jawi / Ratu Mas (Putri Waskita Jawi) [Azmatkhan]

Свадба: Rara Semangkin [?]

Свадба: Rara Lembayung Ki Ageng Giring [?]

Свадба: Kanjeng Ratu Kidul [?]

Свадба: Raden Ayu Retno Dumilah [Raden Trenggono]

изм 1575 и 1601 Титуле : SULTAN MATARAM KE 1 (1587-1601), bergelar Panembahan Senopati Khalifatullah Sayyidin Penatagama

1597изр Рођење једног детета: Kalkulasi Kelahiran : [(kelahiran Senapati=1530)+(Usia saat nikah=65)+((2)]= 1597, 5. Pangeran Purbaya / Raden Mas Damar (Jaka Umbaran) [Brawijaya] b. 1597изр d. 13 октобар 1676

1601 Смрт:

Напомена

Panembahan Senopati

Danang Sutawijaya (lahir: ? - wafat: Jenar, 1601) adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601, bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Tokoh ini dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram. Riwayat hidupnya banyak digali dari kisah-kisah tradisional, misalnya naskah-naskah babad karangan para pujangga zaman berikutnya.


Asal-Usul

Danang Sutawijaya adalah putra sulung pasangan Ki Ageng Pamanahan dan Nyai Sabinah. Menurut naskah-naskah babad, ayahnya adalah keturunan Brawijaya raja terakhir Majapahit, sedangkan ibunya adalah keturunan Sunan Giri anggota Walisanga. Hal ini seolah-olah menunjukkan adanya upaya para pujangga untuk mengkultuskan raja-raja Kesultanan Mataram sebagai keturunan orang-orang istimewa.

Nyai Sabinah memiliki kakak laki-laki bernama Ki Juru Martani, yang kemudian diangkat sebagai patih pertama Kesultanan Mataram. Ia ikut berjasa besar dalam mengatur strategi menumpas Arya Penangsang pada tahun 1549.

Sutawijaya juga diambil sebagai anak angkat oleh Hadiwijaya bupati Pajang sebagai pancingan, karena pernikahan Hadiwijaya dan istrinya sampai saat itu belum dikaruniai anak. Sutawijaya kemudian diberi tempat tinggal di sebelah utara pasar sehingga ia pun terkenal dengan sebutan Raden Ngabehi Loring Pasar.


Peran Awal

Sayembara menumpas Arya Penangsang tahun 1549 merupakan pengalaman perang pertama bagi Sutawijaya. Ia diajak ayahnya ikut serta dalam rombongan pasukan supaya Hadiwijaya merasa tidak tega dan menyertakan pasukan Pajang sebagai bala bantuan. Saat itu Sutawijaya masih berusia belasan tahun.

Arya Penangsang adalah Bupati Jipang Panolan yang telah membunuh Sunan Prawoto raja terakhir Kesultanan Demak. Ia sendiri akhirnya tewas di tangan Sutawijaya. Akan tetapi sengaja disusun laporan palsu bahwa kematian Arya Penangsang akibat dikeroyok Ki Ageng Pamanahan dan Ki Panjawi, karena jika Sultan Hadiwijaya sampai mengetahui kisah yang sebenarnya (bahwa pembunuh Bupati Jipang Panolan adalah anak angkatnya sendiri), dikhawatirkan ia akan lupa memberikan hadiah.


Memberontak Terhadap Pajang

Usai sayembara, Ki Panjawi mendapatkan tanah Pati dan menjadi bupati di sana sejak tahun 1549, sedangkan Ki Ageng Pamanahan baru mendapatkan tanah Mataram sejak tahun 1556. Sepeninggal Ki Ageng Pamanahan tahun 1575, Sutawijaya menggantikan kedudukannya sebagai pemimpin Mataram, bergelar Senapati Ingalaga (yang artinya “panglima di medan perang”).

Pada tahun 1576 Ngabehi Wilamarta dan Ngabehi Wuragil dari Pajang tiba untuk menanyakan kesetiaan Mataram, mengingat Senapati sudah lebih dari setahun tidak menghadap Sultan Hadiwijaya. Senapati saat itu sibuk berkuda di desa Lipura, seolah tidak peduli dengan kedatangan kedua utusan tersebut. Namun kedua pejabat senior itu pandai menjaga perasaan Sultan Hadiwijaya melalui laporan yang mereka susun.

Senapati memang ingin menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka. Ia sibuk mengadakan persiapan, baik yang bersifat material ataupun spiritual, misalnya membangun benteng, melatih tentara, sampai menghubungi penguasa Laut Kidul dan Gunung Merapi. Senapati juga berani membelokkan para mantri pamajegan dari Kedu dan Bagelen yang hendak menyetor pajak ke Pajang. Para mantri itu bahkan berhasil dibujuknya sehingga menyatakan sumpah setia kepada Senapati.

Sultan Hadiwijaya resah mendengar kemajuan anak angkatnya. Ia pun mengirim utusan menyelidiki perkembangan Mataram. Yang diutus adalah Arya Pamalad Tuban, Pangeran Benawa, dan Patih Mancanegara. Semuanya dijamu dengan pesta oleh Senapati. Hanya saja sempat terjadi perselisihan antara Raden Rangga (putra sulung Senapati) dengan Arya Pamalad.


Memerdekakan Mataram

Pada tahun 1582 Sultan Hadiwijaya menghukum buang Tumenggung Mayang ke Semarang karena membantu anaknya yang bernama Raden Pabelan, menyusup ke dalam keputrian menggoda Ratu Sekar Kedaton, putri bungsu Sultan. Raden Pabelan sendiri dihukum mati dan mayatnya dibuang ke Sungai Laweyan.

Ibu Pabelan adalah adik Senapati. Maka Senapati pun mengirim para mantri pamajegan untuk merebut Tumenggung Mayang dalam perjalanan pembuangannya.

Perbuatan Senapati ini membuat Sultan Hadiwijaya murka. Sultan pun berangkat sendiri memimpin pasukan Pajang menyerbu Mataram. Perang terjadi. Pasukan Pajang dapat dipukul mundur meskipun jumlah mereka jauh lebih banyak.

Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dalam perjalanan pulang ke Pajang. Ia akhirnya meninggal dunia namun sebelumnya sempat berwasiat agar anak-anaknya jangan ada yang membenci Senapati serta harus tetap memperlakukannya sebagai kakak sulung. Senapati sendiri ikut hadir dalam pemakaman ayah angkatnya itu.


Menjadi Raja

Arya Pangiri adalah menantu Sultan Hadiwijaya yang menjadi adipati Demak. Ia didukung Panembahan Kudus berhasil merebut takhta Pajang pada tahun 1583 dan menyingkirkan Pangeran Benawa menjadi adipati Jipang.

Pangeran Benawa kemudian bersekutu dengan Senapati pada tahun 1586 karena pemerintahan Arya Pangiri dinilai sangat merugikan rakyat Pajang. Perang pun terjadi. Arya Pangiri tertangkap dan dikembalikan ke Demak.

Pangeran Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Senapati namun ditolak. Senapati hanya meminta beberapa pusaka Pajang untuk dirawat di Mataram.

Pangeran Benawa pun diangkat menjadi raja Pajang sampai tahun 1587. Sepeninggalnya, ia berwasiat agar Pajang digabungkan dengan Mataram. Senapati dimintanya menjadi raja. Pajang sendiri kemudian menjadi bawahan Mataram, dengan dipimpin oleh Pangeran Gagak Baning, adik Senapati.

Maka sejak itu, Senapati menjadi raja pertama Mataram bergelar Panembahan. Ia tidak mau memakai gelar Sultan untuk menghormati Sultan Hadiwijaya dan Pangeran Benawa. Istana pemerintahannya terletak di Kotagede.


Memperluas Kekuasaan Mataram

Sepeninggal Sultan Hadiwijaya, daerah-daerah bawahan di Jawa Timur banyak yang melepaskan diri. Persekutuan adipati Jawa Timur tetap dipimpin Surabaya sebagai negeri terkuat. Pasukan mereka berperang melawan pasukan Mataram di Mojokerto namun dapat dipisah utusan Giri Kedaton.

Selain Pajang dan Demak yang sudah dikuasai Mataram, daerah Pati juga sudah tunduk secara damai. Pati saat itu dipimpin Adipati Pragola putra Ki Panjawi. Kakak perempuannya (Ratu Waskitajawi) menjadi permaisuri utama di Mataram. Hal itu membuat Pragola menaruh harapan bahwa Mataram kelak akan dipimpin keturunan kakaknya itu.

Pada tahun 1590 gabungan pasukan Mataram, Pati, Demak, dan Pajang bergerak menyerang Madiun. Adipati Madiun adalah Rangga Jumena (putra bungsu Sultan Trenggana) yang telah mempersiapkan pasukan besar menghadang penyerangnya. Melalui tipu muslihat cerdik, Madiun berhasil direbut. Rangga Jemuna melarikan diri ke Surabaya, sedangkan putrinya yang bernama Retno Dumilah diambil sebagai istri Senapati.

Pada tahun 1591 terjadi perebutan takhta di Kediri sepeninggal bupatinya. Putra adipati sebelumnya yang bernama Raden Senapati Kediri diusir oleh adipati baru bernama Ratujalu hasil pilihan Surabaya.

Senapati Kediri kemudian diambil sebagai anak angkat Panembahan Senapati Mataram dan dibantu merebut kembali takhta Kediri. Perang berakhir dengan kematian bersama Senapati Kediri melawan Adipati Pesagi (pamannya).

Pada tahun 1595 adipati Pasuruhan berniat tunduk secara damai pada Mataram namun dihalang-halangi panglimanya, yang bernama Rangga Kaniten. Rangga Kaniten dapat dikalahkan Panembahan Senapati dalam sebuah perang tanding. Ia kemudian dibunuh sendiri oleh adipati Pasuruhan, yang kemudian menyatakan tunduk kepada Mataram.

Pada tahun 1600 terjadi pemberontakan Adipati Pragola dari Pati. Pemberontakan ini dipicu oleh pengangkatan Retno Dumilah putri Madiun sebagai permaisuri kedua Senapati. Pasukan Pati berhasil merebut beberapa wilayah sebelah utara Mataram. Perang kemudian terjadi dekat Sungai Dengkeng di mana pasukan Mataram yang dipimpin langsung oleh Senapati sendiri berhasil menghancurkan pasukan Pati.


Akhir Pemerintahan

Panembahan Senapati alias Danang Sutawijaya meninggal dunia pada tahun 1601 saat berada di desa Kajenar. Ia kemudian dimakamkan di Kotagede. Putra yang ditunjuk sebagai raja selanjutnya adalah yang lahir dari putri Pati, bernama Mas Jolang.


Kepustakaan

Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius
Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu

Sekar Sinom

"Nulata laku utama, tumraping wong Tanah Jawi. Priyagung hing Ngeksigondo, Panembahan Senapati. Kapati amarsudi, sudaning hawa lan napsu. Pinesu tapa brata, tanapi hing siyang ratri. Amemangun karyanak tyasing sasama."

Извори

  1. http://www.royalark.net/Indonesia/solo2.htm -
  2. https://budayasenijawa.wordpress.com/2012/01/17/babad-pati/ -
  3. http://asalsilahipunparanata.blogspot.com/ -

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
Ki Ageng Pakringan [Br.6.1.1.1]
Рођење: Versi Ulil Ahbab
Прародитељи
Родитељи
Ki Ageng Pemanahan / Bagus Kacung (Kyai Gede Mataram)
Рођење: 1501, Sultan Trenggana wafat 1546, Panembahan Senapati turut serta dalam Sayembara menangkap Arya Panangsang dalam usia sekitar 18 tahun, Senapati lahir (1546-18+2=1530) pada tahun 1530. Pemanahan lahir (1530-29=1501) pada tahun 1501
Свадба: Nyai Ageng Pamanahan / Nyai Sabinah
Професија : tahun 1556 Ki Ageng Pemanahan di beri hadiah tanah di daerah MATARAM yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yg kini sudah menjadi hutan. Di tanah inilah Ki Ageng Pemanahan mulai menata struktur kerajaan baru yg pada saat berdirinya dimulai oleh putranya yaitu Panembahan Senopati.
Смрт: ~ 1584
Ki Juru Martani / Adipati Mandaraka (Mondoroko I)
Рођење: Versi 1 : http://www.jatiningjati.com/2009/08/akan-banyak-orang-yang-tidak-percaya.html Versi 2 : http://kincho-ngerang.blogspot.com/ Versi 3 : http://kiagengmandaraka.blogspot.com/2011/06/saya-pengagum-beliau.html
Свадба: Ratu Mas Banten
Титуле : од 1601, Mataram, Patih Kesultanan Mataram
Смрт: 1615
Родитељи
 
== 3 ==
11. Pangeran Gagak Baning / Pangeran Gagak Pranolo (Bupati Pajang)
Титуле : од 1588, Pajang, Adipati Pajang
Смрт: 1591, Astana Kota Gede
18. Nyai Ageng Suwakul
Рођење: Wafat dimakamkan di Astana Lawiyan.
Raden Ayu Retno Dumilah
Рођење: Level 2 = Cucu ke 10 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 10 Pangeran Timur / Pangeran Maskumambang Diputus Ayahnya : 188342
Свадба: Kanjeng Panembahan Senopati / Sutowijoyo (Raden Bagus Sutawijaya)
Професија : од 1586, Bupati Madiun Ke 2
== 3 ==
Деца
12. Ki Ageng Panembahan Djuminah ? (Pangeran Adipati Djuminah Petak / Pangeran Blitar I)
Рођење: Level 3 = Buyut ke 12 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 2 Raden Ayu Djumilah + Panembahan Senopati
Титуле : од 1601, Bupati Madiun Ke 6
8. Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati / Raden Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak)
Свадба: Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi
Свадба: Ratu Tulungayu
Свадба:
Титуле : од 1601, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
Смрт: 1613
Титуле : 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak"
11. Pangeran Adipati Pringgoloyo I ? (Raden Mas Djulig)
Рођење: Level 3 = Buyut ke 11 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 1 Raden Ayu Djumilah + Panembahan Senopati
Титуле : од 1595, Bupati Madiun Ke 5
13. Pangeran Adipati Martoloyo / Mangkunegoro II (Raden Mas Kanitren)
Рођење: Level 3 = Buyut ke 13 Sultan Trenggono Demak Bintoro atau putera ke 3 Raden Ayu Djumilah + Panembahan Senopati
Титуле : од 1613, Bupati Madiun Ke 7
3. Pangeran Puger / Raden Mas Kentol Kejuron
Титуле : ~ 1601, Adipati Demak
5. Pangeran Purbaya / Raden Mas Damar (Jaka Umbaran)
Рођење: 1597изр, Kalkulasi Kelahiran : [(kelahiran Senapati=1530)+(Usia saat nikah=65)+((2)]= 1597
Смрт: 13 октобар 1676, Kotagede Yogyakarta
Деца
Унучад
4. Pangeran Arya Martapura / Adipati Martopuro (Raden Mas Wuryah)
Рођење: 1605, Kotagede
Смрт: 1688, Magelang
1. Kanjeng Ratu Batang [Gp.2] / Ratu Ayu Wetan
Рођење: Setelah Kanjeng Ratu Kulon (Cirebon) diusir dari Keraton, berubah nama menjadi Kanjeng Ratu Kulon
Свадба: 1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
Рођење: 1593, Kuto Gede - Kesultanan Mataram
Свадба: 1. Kanjeng Ratu Batang [Gp.2] / Ratu Ayu Wetan
Свадба: Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
Свадба: Mas Ayu Wangen
Свадба: Mas Ayu Sekar Rini
Титуле : од 1613, Mataram, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Panembahan Hanyakrakusuma atau Prabu Pandita Hanyakrakusuma
Смрт: 1645, Plered, Bantul, Kesultanan Mataram
Pangeran Pekik
Свадба: 5. Ratu Mas Sekar / Ratu Pandansari
Смрт: 1663, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Makam Banyusumurup, Imogiri
5. Ratu Mas Sekar / Ratu Pandansari
Свадба: Pangeran Pekik
Смрт: 21 фебруар 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri
Raden Prasmo (Pangeran Cakraningrat I)
Титуле : Panembahan Madura I (Tahun 1624 - 1648)
Свадба: 6. Kanjeng Ratu Mas Sekar
11. Gusti Ratu Wirokusumo
Рођење: Ing Djipang
Bagus Wonoboyo
Рођење: 1588, Pati
Свадба: Nyimas Linggarjati
Професија : од 1624, Komandan divisi Telik Sandi di Mataram, Timnya berhasil membunuh Gubernur Jenderal VOC ke 4 Yan Pieters Zoen Coen pada 20 September 1629
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици