Raja Tilam, Maharaja of Malayur - Индекс потомака

Из пројекта Родовид

Особа:945970
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
11/1 <?> Raja Tilam, Maharaja of Malayur [Kelantan]
Титуле : од 1253

2

21/2 <1> Raja Sakranta [Raja Zainuddin], Maharaja of Jawaka [Kelantan]
Титуле : од 1253

3

31/3 <2> 1. Paduka Sri Sang Tawal, Raja of Lankasuka [Kelantan]
Титуле : од 1267, Raja of Lankasuka
42/3 <2> 2. Putri Tapasi, Raden Galuh Ajang. m. Raja Jayasingha Varman, Raja of Champa. [Kelantan]

4

"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
51/4 <3> 4. Puteri Linang Cahaya/Kahaya/Putri Mariam (menikah Tahun 1350 M) [Kelantan]
Рођење: Istri #5
1267 - 1339 Paduka Sri Sang Tawal, Raja of Lankasuka, elder son of Raja Sakranta, Maharaja of Jawaka, educ. privately. Defeated by the Siamese in 1295 and fled from Ligor after losing Singgora, finally settling in Kelantan ahere he established a new capital. He d. 1339, having had issue:
  • 1) Raja Singhadhiraja, who became Raja Sulaiman Shah ibnu 'Abdu'llah, Raja of Singgora ca. 1345***.
  • 2) Raja Bharubhasa, who became Sultan Mahmud Shah ibnu 'Abdu'llah, Raja of Lankasuka and Kelantan - see below.
  • 3) Putri Chandana. m. Sultan Malik uz-Zahir Shams ud-dunia wa ud-din Muhammad ibni al-Marhum Sultan Malik us-Saleh, Raja of Samudra-Pasai (d. at Pasai, 9th November 1326, bur. Beuringan, Samudra, Sumatra), elder son of Sultan Malik us-Saleh [Merah Silu], Raja of Samudra Dar us-Salam, by his wife, Putri Ganggang Sari, daughter of Sultan Makhdum Ala ud-din Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat, Raja of Perlak by a gunduk.
  • 4) Putri Linang Kahaya. m. Sayyid Hussain Jamad ul-Kubra (m. second, Putri Ramawati, daughter of Sultan Zainal-Abdin of Champa, by whom he had a son). She had issue, a daughter:
    • a) Siti Aisha.
  • 5) Che' Siti Wan Kembang, Raja of Kelantan Selatan 1318 - 1348.
  • 6) Raja Devi Durga, ruler of Lamuri, in Aceh.
72/4 <3> 2. Raja Bharubhasa/ Paduka Sri Sultan Mahmud Ibnu 'Abdu'llah, Raja of Lankasuka and Kelantan [Kelantan]
Титуле : од 1339, Raja of Lankasunka & Kelantan
63/4 <3> 1. Raja Singhadhiraja/Raja Sulaiman Shah Ibnu 'Abdu'llah, Raja of Singgora ca. 1345 [Kelantan]
84/4 <3> 3. Putri Chandana. m. Sultan Malik uz-Zahir Shams Ud-dunia wa Ud-din Muhammad Ibni al-Marhum Sultan Malik us-Saleh, Raja of Samudra-Pasai [Kelantan]
95/4 <3> 5. Che' Siti Wan Kembang, Raja of Kelantan Selatan 1318 - 1348. [Kelantan]
106/4 <3> 6. Raja Devi Durga, Ruler of Lamuri, in Aceh. [Kelantan]

5

"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
111/5 <5+?> 12. Siti ‘Aisyah (Putri Ratna Kusuma) [Azmatkhan]
Рођење: 1351, Kelantan, Malaysia
122/5 <7> 1. Maharaja Kumara Radin Mas Ariya di-Gunung [Radin Mas Pamari], who Became Sultan Baki Shah Ibni al-Marhum Sultan Mahmud, Raja of Chermin [Kelantan]
Титуле : од 1362, Raja of Chermin
133/5 <7> 2. Sultan Muhammad Tahir Ibni al-Marhum Sultan Mahmud, Raja of Ligor. Alleged Ancestor of the Elder Line Rulers of Patani, who Died out in 1651. [Kelantan]
144/5 <7> 3. Sultan Ibrahim Ibni al-Marhum Sultan Mahmud. Allegedly, Sultan of Kedah. [Kelantan]
155/5 <7> 3. Siti Zubaida, Tuan Devi Nareswari [Putri Sa'adung Ii]. m. Sultan Zainal Abidin Shah, Raja of Champa [Kelantan]

6

"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
161/6 <12+?> 3. Puteri Selindung Bulan / Puteri Syahirah (Menikah Tahun 1390 M) [Kelantan]
Рођење: (Menikah tahun 1390 M)
1362 - 1418 Sultan Baki Shah ibni al-Marhum Sultan Mahmud, Raja of Chermin, eldest son of Paduka Sri Sultan Mahmud ibnu 'Abdu'llah, Raja of Lankasuka and Kelantan, son of Paduka Sri Sang Tawal, Raja of Lankasuka, educ. privately. Appointed as Raja of Tanjungpura and Chermin during the lifetime of his father. Succeeded his father, 1362. He d. ca. 1418, having had issue, two sons and one daughter:
  • 1) Sultan Sadik Muhammad Shah ibni al-Marhum Sultan Baki Shah, Raja of Kelantan - see below.
  • 2) Raja Kemas Jiwa Sang Ajit Jaya ning-Rat, who succeeded as Sultan Iskandar Shah ibni al-Marhum Sultan Baki Shah, Raja of Kelantan - see below.
  • 3) Putri Selindung Bulan m. Sayyid Husain Jamadi al-Kubra (Ratnavamsa Pandita Parnen). She had issue, two sons:
    • a) Sayyid 'Ali Nur ul-Alam bin Husain Jamadi al-Kubra, Pateh Arya Gajah Mada. Perdana Mantri of Kelantan-Majapahit II 1432-1467. Fled to Champa with the Sultan, following the Siamese conquest in 1467.
      • i) Wan Hussain bin 'Ali Nur ul-Alam, Sri Amaravamsa [Tuk Masjid]. A Majapahit Pateh.
      • ii) Sultan Maulana Sharif Abu Abdu'llah Mahmud Umdat ud-din (Shaikh Israel Yakub)(Wan Bo Tri Tri), Raja of Champa 1471-1478. m. Sharifa Mudain, Ratu Mas Rara Santang, daughter of Radin Pamanasara Prabhu Silawangi, of Pajajaran, in Banten, by his wife, Nyai Sabanglarang, daughter of Ki Gedeng Tapa. He had issue:
        • (1) Ahmad Fatahillah (Sharif Hidayatu'llah) bin Sultan Abu 'Abdu'llah. Ancestor of the royal houses of Banten, Cheribon and Palembang.
        • (2) Wan Abul Muzaffar Waliu'llah bin Sultan Abu 'Abdu'llah. He had issue:
          • (a) Nik Jamal ud-din bin Wan Abul Muzaffar, Timbalan Raja of Champa. Sometime Datu Kelantan. He had issue:
            • (i) Raja Loyor, who became Sultan Adil ud-din bin Jamal ud-din, Raja of Kelantan - see below.
            • (ii) Raja Ekok, who became Sultan Samir ud-din bin Jamal ud-din, Raja of Kelantan - see below.
          • (b) Dato' Nik Mustafa bin Wan Abul Muzaffar, who became Sultan 'Abdu'l Hamid Shah bin Wan Abul Muzaffar, Raja Sri Sarwasadesa and Champa 1578-1637. He had issue, three sons:
            • (i) Nik Ibrahim, who became Raja Ibrahim bin Sultan 'Abdu'l Hamid Shah, Raja of Champa 1637-1684. Previously Datu Kelantan 1634-1637.
            • (ii) Nik Badr us-Salam. He had issue, two sons:
              • 1. Wan Muhammad Amin bin Nik Badr us-Salam (Po Jatamuh), of Champa 1684.
              • 2. Dato' Pengkalan, of Champa 1684-1692.
            • (iii) Nik 'Ali. Datuk Maharaja Lela and Panglima Agung Tentara of Patani.
      • (iii) Wan Demali Alim ud-din bin Bur ul-Alam. A Majapahit Pateh of Karmawijaya and Laksamana of Benta.
    • b) Sayyid Muhammad Kebungsuan, Prabhu Anum/Udaya ning-Rat/Bhra Wijaya. Putative ancestor of the ruling houses of Demak, Pajang and Mataram in Jawa.
202/6 <15+?> Puteri Ramawati [Champa]
Рођење: Menikah tahun 1355 M
173/6 <11+?> 12.1. Syaikh Muhammad Yunus [Azmatkhan]
184/6 <12> 1. Sultan Sadik Muhammad Shah Ibni al-Marhum Sultan Baki Shah [Kelantan]
195/6 <12> 2. Raja Kemas Jiwa Sang Ajit Jaya ning-Rat, who Succeeded as Sultan Iskandar Shah Ibni al-Marhum Sultan Baki Shah [Kelantan]

7

251/7 <20+?> 13. Ibrahim Zainuddin Asghar Champa Yang Bergelar Sultan Zainal Abidin II Diraja Champa [Azmatkhan]
Рођење: 1357, Champa
"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
"Lambang Kerajaan Kelantan / Kelantan Arm"
212/7 <16+?> 14. Sayyid Ali Nurul Alam / Ali Nuruddin (1) / Maulana Malik Israil al-Azmatkhan al-Husaini [Azmatkhan]
Рођење: 1402, Chermin, Kelantan
Свадба:
Свадба:
Титуле : од 1432, Pateh Arya Gajah Mada. Perdana Mantri of Kelantan-Majapahit II
Сахрана: Pemakaman Gunung Santri - Cilegon - Banten
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang

Maulana Malik Israil, sebuah nama yang mungkin asing bagi sebagian sejarawan yang menekuni Sejarah Islam di Pulau Jawa. Namun bagi mereka yang mencintai sejarah Walisongo, tentu nama yang satu ini sangatlah tidak asing bagi mereka. Mereka yang sering mempelajari sejarah Walisongo, tentu tidak akan kaget dengan nama yang satu ini, kalau masih merasa asing, berarti mereka perlu lagi memperdalam siapa siapa saja sebenarnya anggota Walisongo dari Angkatan pertama sampai angkatan ke sebelas. Bagi saya sendiri, sosok yang satu ini adalah tokoh yang menentukan sukses tidaknya dakwah keluarga besar Walisongo, terutama pada periode pertama berdirinya Majelis Dakwah Walisongo. Kenapa saya berani mengatakan demikian? karena melalui jasa beliaulah akhirnya Sultan Muhammad I dari Kesultanan Turki Usmani berinisiatif mendirikan Majelis Dakwah Walisongo pada tahun 1404 Masehi. Saat terbentuknya Majelis Dakwah Walisongo, Maulana Malik Israil memang sering berkunjung ke Turki yang saat itu sedang menuju kejayaan sebagai sebuah imperium Islam di Eropa.. Walaupun dalam sejarah beliau sering dianggap berasal dari Turki, sesungguhnya aslinya beliau berasal dari Patani. Turki hanyalah merupakan medan dakwah dan merupakan salah satu negara yang spesial bagi beliau dalam bidang diplomasi. Beliau sendiri merupakan pelopor berdirinya Kesultanan kesultanan Islam yang ada di daerah Patani (Thailand) dan juga Champa (Vietnam) disamping juga tokoh tokoh lain seperti Sayyid Ibrahim Zaenuddin Al Akbar As-Samarakondi, As-Sayyid Sultan Sulaiman Al Bagdadi Azmatkhan, dll..

Lantas Siapakah sebenarnya beliau ini?

Dalam susunan nasab keluarga besar Azmatkhan yang ada di Asia Tenggara, khususnya keturunan Sayyid Husein Jamaluddin Jumadil Kubro, Maulana Malik Israil adalah anak yang ke 13. Nama asli beliau sendiri adalah Sayyid Ali Nurul Alam Azmatkhan, sedangkan nama lainnya adalah Sultan Qonbul, Sultan Patani Darussalam, Arya Gajah Mada, Minak Brajo Nato. Jika melihat nama-nama lain yang beliau sandang menunjukkan bahwa beliau ini bukan tokoh sembarangan, apalagi hubungan beliau dengan Sultan Muhammad 1 dari Kesultanan Turki Usmani sangat akrab. Tidak heran pada waktu penugasan dakwah ke wilayah Asia Tenggara ini, yang menjadi tokoh penghubung antar keluarga besar Azmatkhan yang bertebaran diberbagai negara adalah beliau ini. Memang diantara sekian nama yang beredar, dua nama yang populer adalah Maulana Malik Israil dan Ali Nurul Alam, terutama diwilayah Kelantan, Champa, Patani, Banten, Cirebon dan Demak. Bagi mereka yang merupakan keturunan beliau terutama dari daerah daerah yang telah saya sebutkan tadi, tentu nama Maulana Malik ISrail atau Sayyid Ali Nurul Alam sangat melekat kuat dihati mereka.

Maulana Malik Israil sendiri bagi saya adalah sosok yang fenomenal, kenapa demikian, karena gelar yang beliau sandang ini cukup menunjukkan bahwa beliau ini mempunyai pengaruh yang dahsyat terhadap beberapa bangsa, Sebagai seorang Pejabat diplomat tangguh gelar MAULANA MALIK ISRAIL jelas menandakan bahwa beliau ini mempunyai pengaruh yang kuat bagi bangsa Israil atau Yahudi yang saat itu banyak bertebaran di Eropa termasuk di Turki, Palestina dan beberapa tempat lag. Pada Masa Lalu yang namanya gelar yang disandang seorang tokoh itu tidaklah sembarangan, apalagi dengan tokoh sekelas beliau ini.Maulana (yang merupakan gelar seorang pemimpin dan juga sinonim dari Sayyid) serta Malik (Raja) dan Israil (Bangsa Yahudi) tentu bukan asal disematkan begitu saja kepada beliau ini. Kedekatannya dengan Sultan Muhammad I dari Kesultanan Turki tentu sangat mendukung adanya gelar beliau itu. Tidak heran dengan adanya gelar beliau ini beberapa sejarawan kadang sering terkecoh, dikiranya bahwa Maulana Malik Israil atau Sayyid Ali Nurul Alam berasal dari keturunan ISRAIL atau YAHUDI. Padahal nama Maulana Malik Israil itu hanyalah sebagian gelar dari Sayyid Ali Nurul Alam.

Ketika Majelis Dakwah Walisongo dibentuk tahun 1404 oleh Sultan Muhammad I dari Kesultanan Turki Usmani, 9 Anggota Majelis Dakwah Walisongo segera bergerak ke wilayah Asia Tenggara, khususnya pulau Jawa, termasuk Maulana Malik Israil ini, beliau bersama Maulana Ali Akbar yang juga merupakan kakaknya bergerak ke arah barat Pulau Jawa (Sunda). Bersama Maulana Ali Akbar (kakaknya yang ketiga) yang kebetulan menguasai bidang pengobatan/kedokteran,Maulana Malik Israil dan Maulana Ali Akbar bahu membahu dalam dakwah Islamiah. 9 anggota angkatan pertama Majelis Dakwah Walisongo ini keberadaannya sangat jelas tercatat dalam sebuah surat yang tersimpan dimusium Istambul Turki, termasuk juga dimana keberadaan makam makam mereka. Bahkan pada beberapa catatan yang dilakukan oleh keluarga Besar Walisongo, makam-makam Walisongo angkatan pertama itu jelas tertulis, seperti yang pernah ditulis oleh KH Muhammad Dahlan dalam buku Khaul Sunan Ampel ditahun 1979, bahkan beberapa keturunan Maulana Malik Israil sering melakukan perayaan khaul beliau di Cilegon, artinya keberadaan makam Maulana Malik Israil sudah lama diketahui.


Putra Ali Nurul Alam :

1. Wan Abdullah / Syarif Abdullah Umdatuddin
2. *Wan Husein Sanawi.
3. *Wan Demali. 
4. *Wan Hasan. 
5. *Wan Jamal. 
6. *Wan Biru. 
7. *Wan Senik.
8. *Syeikh Wan Muhammad Shalih al-Laqihi.
9. *Maulana Abu Ishaq.

Dalam beberapa buku sejarah dicatatkan bahawa putera Sultan Umdatullah ada tiga orang iaitu;

1. Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati atau Falatihan.
2. Sultan Babullah, Sultan Ternate (1570-1583).
3. Maulana Abdul Muzaffar Ahmad.

SILSILAH VERSI ROYAL.ARK (KELANTAN GENEALOGI)


1362 - 1418 Sultan Baki Shah ibni al-Marhum Sultan Mahmud, Raja of Chermin, eldest son of Paduka Sri Sultan Mahmud ibnu 'Abdu'llah, Raja of Lankasuka and Kelantan, son of Paduka Sri Sang Tawal, Raja of Lankasuka, educ. privately. Appointed as Raja of Tanjungpura and Chermin during the lifetime of his father. Succeeded his father, 1362. He d. ca. 1418, having had issue, two sons and one daughter:

  • 1) Sultan Sadik Muhammad Shah ibni al-Marhum Sultan Baki Shah, Raja of Kelantan - see below.
  • 2) Raja Kemas Jiwa Sang Ajit Jaya ning-Rat, who succeeded as Sultan Iskandar Shah ibni al-Marhum Sultan Baki Shah, Raja of Kelantan - see below.
  • 3) Putri Selindung Bulan. m. Sayyid Husain Jamadi al-Kubra [Ratnavamsa Pandita Parnen]. She had issue, two sons:
    • a) Sayyid 'Ali Nur ul-Alam bin Husain Jamadi al-Kubra, Pateh Arya Gajah Mada. Perdana Mantri of Kelantan-Majapahit II 1432-1467. Fled to Champa with the Sultan, following the Siamese conquest in 1467.
      • i) Wan Hussain bin 'Ali Nur ul-Alam, Sri Amaravamsa [Tuk Masjid]. A Majapahit Pateh.
      • ii) Sultan Maulana Sharif Abu Abdu'llah Mahmud Umdat ud-din [Shaikh Israel Yakub][Wan Bo Tri Tri], Raja of Champa 1471-1478. m. Sharifa Mudain, Ratu Mas Rara Santang, daughter of Radin Pamanasara Prabhu Silawangi, of Pajajaran, in Banten, by his wife, Nyai Sabanglarang, daughter of Ki Gedeng Tapa. He had issue:
        • (1) Ahmad Fatahillah [Sharif Hidayatu'llah] bin Sultan Abu 'Abdu'llah. Ancestor of the royal houses of Banten, Cheribon and Palembang.
        • (2) Wan Abul Muzaffar Waliu'llah bin Sultan Abu 'Abdu'llah. He had issue:
          • (a) Nik Jamal ud-din bin Wan Abul Muzaffar, Timbalan Raja of Champa. Sometime Datu Kelantan. He had issue:
            • (i) Raja Loyor, who became Sultan Adil ud-din bin Jamal ud-din, Raja of Kelantan - see below.
            • (ii) Raja Ekok, who became Sultan Samir ud-din bin Jamal ud-din, Raja of Kelantan - see below.
          • (b) Dato' Nik Mustafa bin Wan Abul Muzaffar, who became Sultan 'Abdu'l Hamid Shah bin Wan Abul Muzaffar, Raja Sri Sarwasadesa and Champa 1578-1637. He had issue, three sons:
            • (i) Nik Ibrahim, who became Raja Ibrahim bin Sultan 'Abdu'l Hamid Shah, Raja of Champa 1637-1684. Previously Datu Kelantan 1634-1637.
            • (ii) Nik Badr us-Salam. He had issue, two sons:
              • 1. Wan Muhammad Amin bin Nik Badr us-Salam (Po Jatamuh), of Champa 1684.
              • 2. Dato' Pengkalan, of Champa 1684-1692.
            • (iii) Nik 'Ali. Datuk Maharaja Lela and Panglima Agung Tentara of Patani.
      • iii) Wan Demali Alim ud-din bin Bur ul-Alam. A Majapahit Pateh of Karmawijaya and Laksamana of Benta.
    • b) Sayyid Muhammad Kebungsuan, Prabhu Anum/Udaya ning-Rat/Bhra Wijaya. Putative ancestor of the ruling houses of Demak, Pajang and Mataram in Jawa.
223/7 <16+?> 17. Muhammad Kebungsuan (2) [Azmatkhan]
Prabhu Anum/Udaya ning-Rat/Bhra Wijaya. Putative ancestor of the ruling houses of Demak, Pajang and Mataram in Jawa.
234/7 <17> 12.1.1. Maulana Abdul Qadir (Pati Unus) [Azmatkhan]
245/7 <17> 12.1.2. Syarifah Pasai [Azmatkhan]

8

341/8 <21> 14.4. Syarif Sulaiman [Azmatkhan]
Титуле : Raja Baghdad
Syarif Sulaiman menjadi raja di Bagdad karena menikahi putri mahkota raja Bagdad.
282/8 <21> 14.3. Maulana Muhammad Al-Baqir (Syekh Subaqir) / Arya Teja III (Haryo Tejo Kusumo) [Azmatkhan]
Свадба: <2> Raden Ayu Arya Teja / Raden Ayu Haryo Tejo [Ronggolawe]
Свадба: <3> Putri Lembu Suro [?]
Професија : од 1401, Tuban, Adipati Tuban VII
"Bendera Kerajaan Champa"
"Bendera Kerajaan Champa"
263/8 <21> 14.1. Syarif Abdullah Mahmud Umdatuddin Sayyid Abdullah al-Azmatkhan al-Husaini [Azmatkhan]
Рођење: 1425изр, Champa
Свадба: <4> 5. Nyai Rara Santang / Hajjah Syarifah Mudaim [Pajajaran] b. 1426
Титуле : од 1471, Champa
Смрт: 1478
334/8 <21> 14.5. Syarifah Halimah / Nyi Ratna Jatiningsih/ Nyi Rara Api [Azmatkhan] 275/8 <23+?> Raden Abdullah Melaka / Raden Aria Putra / Panglima Tok Hitam [Azmatkhan]
Рођење: Versi Malaysia
Рођење: 1525
==RADEN ARIA PUTRA ATAU NAKHODA HITAM ATAU RADEN ABDULLAH ATAU PENGERAN YUNUS (1519-1650)===


Raden Aria Putra atau Radin Abdullah dilahirkan pada tahun 1519M. Bapanya ialah Pengeran Seberang Lor. Ibunya bernama Syaripah Siti Zubaidah, anak kepada Sultan Ariffin Syeikh Ismail, Pulau Besar.Kedua suami isteri ini SYAHID di pengairan Pulau Besar pada tahun 1521, semasa pertempuran menyerang Portugis.Radin Abdullah di besarkan olih SUNAN GUNONG JATI.Hanya beliau satu satu nya anak Pengeran SEBERANG LOR yang selamat dan terus di lari kan ke Banten.Nenek sebelah ibunya bernama Syaripah Siti Maimunah Binti Maulana Ishak. Hal ini bermakna datuk dan moyangnya ialah ulama besar Melaka. Beliau dilahirkan pada zaman Melaka telah dikuasai Portugis. Pada zaman Portugis menyerang Melaka, banyak keturunan beliau yang syahid. Termasuk ibu dan bapa dan abang nya. Diceritakan Pulau Besar dan pulau sekitarnya juga Pulau Upih bergelimpangan dengan mayat-mayat perajurit yang gugur mempertahankan Melaka. Melaka tidak akan kalah kalau disebabkan serangan Portugis. Melaka kalah disebabkan ada pengkhianatan daripada orang-orang besarnya sendiri dan pembelotan tentera-tentera dari Jawa. Bagi aku ini adalah bala yang diturunkan kepada Melaka disebabkan pemerintahan yang zalim dan pembesar-pembesarnya yang tamak haloba dan mengejar harta dunia sahaja.

Setelah dewasa Raden Aria Putra terlibat dengan gerakan-gerakan tentera untuk menawan Melaka kembali. Disamping itu beliau dan rakan-rakannya menyerang kapal-kapal Portugis di pengairan Selat Melaka. Pada tahun 1545M beliau ke Jambi, dan bergabung menyerang Panglima Perang Jambi untuk menyerang penjajah Portugis dan Belanda. Beliau banyak bergabung dengan Kerajaan Banten di Jawa Barat pada tahun 1545.

Beliau berkahwin dengan Puteri Syaripah Alawiah BintI Sayid Umdatuddin Husin Bin Sunan Gunung Jati Bin Sayid Ali Nurul Alam. Sememangnya beliau rapat di Banten dan Jambi malah Palembang kerana kerajaan-kerajaan itu adalah kerabat-kerabat beliau. Puteri Syaripah Alawiyah juga digelar Puteri Mayang Mengurai, kakak kembar Puteri Mayang Sari, ibu kepada Syeikh Ahmad Maulana atau Tok Janggut Acheh, isteri Panglima Daik.Pada tahun 1530 beliau di lantik menjadi Adipati Pakuan Islam ,mengantikan ayah nya yang wafat, bergelar Pengeran Aria Jepara.

Banyak gerakan-gerakan tentera dilancarkan oleh Sultan Johor atau Pahang atau Jambi juga Acheh. Pada tahun 1641M. Gabungan tentera-tentera Kerajaan Melayu dan dibantu oleh Belanda telah menghancurkan tentera Portugis di Melaka. Melaka jatuh ke tangan Belanda. Tetapi bak kata pepatah “lepas mulut buaya, masuk ke mulut harimau”. Belanda juga tidak kurang hebatnya menekan dan menyerang Kerajaan Melayu malah lagi teruk. Belanda dan Inggerislah yang memfaraidkan Empayar Riau, Johor Lingga yang tinggal sekarang ini hanyalah negeri Johor yang sekangkang kera Melaka yang sepait ini. Empayar yang terkenal di seluruh Kepulauan Melayu malah dunia di pecahkan menjadi Empayar Johor-Riau-Lingga dan Pahang . dipecahkan lagi dan dicobak-cobekkan dan yang tinggal hanyalah negeri Melaka dan Johor yang ada sekarang ini. Ke mana perginya Riau, Lingga, dan ke mana perginya Jambi, Siak, Rokan, Inderagiri, Kampar dan Aru. Semua ini telah di faraidkan seperti cerita ‘ Nujum Pak Belalang’ satu untuk engaku, satu untuk aku. Bayangkan jika kita tidak dijajah, sebesar mana negara kita ini? Utaranya dari Ligor (segenting kera). Selatnya meliputi laut Australia, Baratnya lautan Hindi dan Timurnya lautan Pasifik. Dianggarkan penduduknya seramai 300 juta orang. Salah satu negara yang terkuat di dunia. Radin Aria Nasharudin berkawin Puteri Cempaka Biru dari Jambi.Daripada perkahwinan Nakhoda Hitam dan Puteri Syaripah Alawiyah lahirlah Radin Aria Darmawangsa pada tahun 1570M. Nakhoda Hitam wafat pada 1650M di semadi kan Jambi.
296/8 <23+?> 2.1.1.1. Raden Abdullah [Azmatkhan]
307/8 <22> 6.1. Shihabudin (Ki Ageng Pengging) [Azmatkhan]
318/8 <24+?> 11.2.7.1. Sunan Tembayat / Sayyid Maulana Muhammad Hidayatullah (Ki Pandanaran II) [Brawijaya V]
== Data Tentang Sunan Bayat ==
I. Nama asli Sunan Bayat : Sayyid Maulana Muhammad Hidayatullah
Nama Lain / Gelar-gelar Sunan Bayat adalah:
1. Pangeran Mangkubumi,
2. Susuhunan Tembayat,
3. Sunan Pandanaran (II), [Kata-kata Pandanaran juga berasal dari bahasa Jawa Kawi yaitu Pandanarang = artinya kota Suci]
4. Wahyu Widayat

Beliau Hidup pada masa Kesultanan Demak dan Giri Kedathon (Pad abad ke-16 M, di era Kesultanan Demak tersebut, Jabatan penasehat Sultan dipegang oleh Sunan Giri, Dan Sunan Giri mendirikan Kerajaan di daerah Giri Gresik dengan nama Giri Kedathon dan merupakan Kerajaan bagian dari kesultanan Demak)

Makam beliau terletak di perbukitan ("Gunung Jabalkat" berasal dari kata Jabal Katt artinya Gunung yang tinggi dan jauh ) di wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah dan masih ramai diziarahi orang hingga sekarang.


Ayah Sunan Bayat atau Sunan tembayat adalah Sayyid Abdul Qadir yang lahir di Pasai, putra Maulana Ishaq. Beliau diangkat dengan arahan Sunan Giri yang merupakan saudara seayahnya untuk Menjadi Bupati Semarang yang pertama, dan bergelan Sunan Pandan arang.

Beliau lantas berkedudukan di Pragota, yang sekarang adalah tempat bernama Bergota di kelurahan Randusari, Semarang Selatan. Dahulu Pragota berada sangat dekat dengan pantai, karena wilayah Kota Lama Semarang merupakan daratan baru yang terbentuk karena endapan dan proses pengangkatan kerak bumi. Tanah Semarang diberikan kepada Pandan Arang oleh Sultan Demak. Beliau wafat di Kelurahan Mugassari Semarang Selatan.


Sumber : http://jembersantri.blogspot.com/2012/08/sejarah-sunan-pandanaran-sunan-bayat.html#ixzz2tyCs4KbB

Follow us: jembersantri.blogspot.com on Facebook
329/8 <21> 14.2. Syarifah Fatimah [Azmatkhan]
Джерельна довідка за населеним пунктом