Raden Ayu Sentul - Индекс потомака

Из пројекта Родовид

Особа:1362706
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
11/1 Raden Ayu Sentul [Sentul]

2

21/2 <1+1> Bendoro Mas Tumenggung Kusumodiningrat / Kanjeng Pangeran Ario Kusumodiningrat [Kusumodiningrat] 32/2 <1+1> Raden Ayu Rojosemito [Amangkurat IV]

3

41/3 <2+2> Pangeran Hario Notokusumo [Notokusumo] 52/3 <2+2> Pangeran Hario Hadiwijoyo I [Amangkurat IV]

4

61/4 <4+3> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara III / Raden Mas Sarengat (Pangeran Riyo) [Mangkunegara II]
Рођење: 16 јануар 1803
Свадба: <5> Raden Ayu Sekarkedhaton ? (Pakubuwono V) [?]
Титуле : 16 јануар 1843, Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegoro III
Смрт: 27 јануар 1853, Astana Mangadeg
72/4 <5+4> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara IV (Th:1853-1881) [Mangkunegara IV]
83/4 <5+?> Pangeran Hario Hadiwijoyo II [Amangkurat IV]
94/4 <5+?> Raden Ayu Kustiyah [Amangkurat IV]
105/4 <4+3> Raden Ayu Sariadi [Amangkurat IV]

5

181/5 <7> Pangeran Harya Gandahatmaja [Mangkunegara IV]
Сахрана: Astana Girilayu, Karanganyar
262/5 <7> Kanjeng Pangeran Haryo Gondosewoyo [Mangkunegara IV]
Рођење: 16 септембар 1838
133/5 <9+7> Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X / Sunan Panutup (Raden Mas Malikul Kusno) [Pakubuwono X]
Рођење: 29 новембар 1866, Surakarta
Свадба: <9> Ratu Mandayaretna [Pakubuwono III]
Свадба: <25!> B. R. A. Soemarti [Mangkunegara IV]
Свадба: <10> R. A. Pandamroekmi [Pandamroekmi]
Свадба: <11> R. A. Tranggonoroekmi [Tranggonoroekmi]
Свадба: <12> B. R. A. Retno Poernomo [Rejodipuro]
Титуле : од 30 март 1893, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana X
Свадба: <13> Gusti Kanjeng Ratu Hemas [Hb.7.61] [Hamengku Buwono VII] d. 28 мај 1944, Yogyakarta
Смрт: 1 фебруар 1939, Surakarta
Sri Susuhunan Pakubuwana X (lahir: Surakarta, 1866 – wafat: Surakarta, 1939) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893 – 1939.

Kisah Kelahiran Nama aslinya adalah Raden Mas Malikul Kusno, putra Pakubuwana IX yang lahir dari permaisuri Raden Ayu Kustiyah, pada tanggal 29 November 1866. Konon, kisah kelahirannya menjadi cermin ketidakharmonisan hubungan antara ayahnya dengan pujangga Ranggawarsita. Dikisahkan, pada saat Ayu Kustiyah baru mengandung, Pakubuwana IX bertanya apakah anaknya kelak lahir laki-laki atau perempuan. Ranggawarsita menjawab kelak akan lahir hayu. Pakubuwana IX kecewa mengira anaknya akan lahir cantik alias perempuan. Padahal ia berharap mendapat bisa putra mahkota dari Ayu Kustiyah.

Selama berbulan-bulan Pakubuwana IX menjalani puasa atau tapa brata berharap anaknya tidak lahir perempuan. Akhirnya, Ayu Kustiyah melahirkan Malikul Kusno. Pakubuwana IX dengan bangga menuduh ramalan Ranggawarsita meleset.

Ranggawarsita menjelaskan bahwa istilah hayu bukan berarti ayu atau "cantik", tetapi singkatan dari rahayu, yang berarti "selamat". Mendengar jawaban Ranggawarsita ini, Pakubuwana IX merasa dipermainkan, karena selama berbulan-bulan ia terpaksa menjalani puasa berat.

Ketidakharmonisan hubungan Pakubuwana IX dengan Ranggawarsita sebenarnya dipicu oleh fitnah pihak Belanda yang sengaja mengadu domba keturunan Pakubuwana VI dengan keluarga Yasadipuran.

Masa Pemerintahan

Kereta khusus untuk mengangkut jenazah Pakubuwana X ke Yogyakarta menuju pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri.Malikul Kusno naik takhta sebagai Pakubuwana X pada tanggal 30 Maret 1893 menggantikan ayahnya yang meninggal dua minggu sebelumnya. Masa pemerintahannya ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang cenderung stabil, di samping itu juga merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern.Pakubuwono X menikah dengan Ratu Hemas (putri Raja Hamengkubuwono VII) dan dikaruniai seorang putri yang bernama GKR Pembajoen

Meskipun berada dalam tekanan politik pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun melalui simbol budayanya Pakubuwana X tetap mampu mempertahankan wibawa kerajaan. Pakubuwana X sendiri juga mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo, yang saat itu merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional Indonesia.

Pakubuwana X meninggal dunia pada tanggal 1 Februari 1939. Ia disebut sebagai [[Sunan Panutup]] atau raja besar Surakarta yang terakhir oleh rakyatnya. Pemerintahannya kemudian digantikan oleh putranya yang bergelar Pakubuwana XI.
274/5 <7> Kanjeng Pangeran Haryo Gondosuputro [Mangkunegara IV]
Рођење: 2 септембар 1881, Surakarta
Сахрана: Astana Girilayu, Karanganyar
KPH. Gondosuputra mengabdikan hampir seluruh kariernya di Legiun Mangkunegaran. Pada waktu dia masih berpangkat Kapten, di Kalimantan terjadi kerusuhan. Pemerintah Belanda meminta bantuan Legiun Mangkunegaran untuk memadamkan kerusuhan tersebut. Pada tahun 1860, Kapten GPH. Gondosuputra diperintahkan untuk memimpin pasukan ekspedisi yang akan berangkat ke Kalimantan. Namun sebelum pasukan sempat diberangkatkan, kerusuhan sudah berhasil dipadamkan. Masih sebagai Kapten Legiun Mangkunegaran, ia mengikuti Mangkunegara IV ke Batavia untuk melakukan perundingan dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang pada waktu itu di jabat oleh Ludolph Anne Jan Wilt, baron Sloet van de Beele.

Dalam lawatan yang dilakukan pada tahun 1862 tersebut, Mangkunegara IV disertai oleh KPH. Suryodiningrat (Putera MN.III), adik iparnya KPH. Gondosuputra. Dalam perjalanannya, Mngkunegara IV beserta rombongan dijamu makan malam oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda di istana Bogor. Pada waktu itu Mangkunegara IV tertarik keindahan lampu lilin di istana Bogor, bertanya pada Gubernur Jenderal, apakah bisa membeli lampu-lampu tersebut untuk dipasang di istana Mangkunegaran. Gubernur Jenderal menjawab bahwa, kebetulan menurut rencana lampu-lampu lilin tersebut akan diganti dengan lampu gas. Mangkunegara IV menyanggupi untuk membayar 100.000 Gulden, sesuai dengan harga yang diminta oleh pemerintah Hindia Belanda.

Dalam lawatan yang dilakukan pada tahun 1862 tersebut, Mangkunegara IV disertai oleh KPH. Suryodiningrat (Putera MN.III), adik iparnya KPH. Gondosuputra. Dalam perjalanannya, Mngkunegara IV beserta rombongan dijamu makan malam oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda di istana Bogor. Pada waktu itu Mangkunegara IV tertarik keindahan lampu lilin di istana Bogor, bertanya pada Gubernur Jenderal, apakah bisa membeli lampu-lampu tersebut untuk dipasang di istana Mangkunegaran. Gubernur Jenderal menjawab bahwa, kebetulan menurut rencana lampu-lampu lilin tersebut akan diganti dengan lampu gas. Mangkunegara IV menyanggupi untuk membayar 100.000 Gulden, sesuai dengan harga yang diminta oleh pemerintah Hindia Belanda.

Gubernur Jenderal menyatakan keheranannya tentang kesanggupan Mangkunegara IV membeli lampu-lampu tersebut. Selain dapat membayar harganya yang tinggi, juga dia tidak dapat membayangkan betapa besarnya istana Mangkunegaran, karena bisa muat lampu yang begitu banyak. Ia menyatakan keinginannya untuk dapat berkunjung ke istana Mangkunegaran. Keinginan Gubernur Jenderal terlaksana pada tahun 1863, pada waktu dia diundang oleh Mangkunegaran IV dalam acara peletakan batu pertama pembangunan stasiun kereta api Solo Balapan.

Pada tahun 1863, KPH. Gondosuputro dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor dan dua tahun kemudian ia diangkat dalam jabatan “yang menjalanakan tugas sebagai Komandan Legiun Mangkunegaran”. Seperti yang diketahui, komandan Legiun adalah Mangkunegara IV sendiri, dengan pangkat Kolonel. Semenjak KPH. Gondosaputra mengabdi pada Legiun Mangkunegaran, berbagai usaha untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme Legiun senantiasa dilakukan. Pada masa jabatan sebagai pejabat pelaksana komandan, ia melakukan penterjemahan buku-buku militer dari bahasa Belanda ke bahasa Melayu. Hal ini dimaksudkan agar para prajurit dapat menyerap taktik-taktik dan disiplin kemiliteran dengan baik. Sedangkan untuk latihan fisik para prajuritnya. Legiun Mangkunegaran mendapat bantuan pelatih tentara Belanda yang berada di Solo.

Semasa ia memangku jabatan tersebut, di Aceh terjadi perang antara rakyat Aceh melawan pemerintah Hindia Belanda. Lagi-lagi pemerintah Hindia Belanda meminta bantuan ke Mangkunegaran, agar mengirim pasukannya ke Aceh. Atas perintah Mangkunegara IV sebagai komandan Legiun, maka Mayor KPH. Gondosuputra menyiapkan pasukan yang terdiri dari dua kompi dengan jumlah personil 180 orang. Sebelum berangkat ke medan pertempuran, pasukan ini dilatih secara intensif di tangsi Tanah Putih daerah Semarang dan dibawah pengawasan langsung pelaksana harian Komandan Legiun, Mayor KPH. Gondosuputro. Dari hasil latihan tersebut, ia memutuskan bahwa hanya 150 personil yang memenuhi persyaratan untuk diberangkatkan.

Dengan dipimpin oleh adiknya, Kapten KPH. Gondosisworo, pasukan tersebut berangkat ke Aceh dengan kapal dari pelabuhan Semarang pada tanggal 21 November 1873. Selain Legiun Mangkunegaran, pada waktu bersamaan juga diberangkatkan pasukan dari Pakualaman Yogyakarta dan pasukan dari Madura. Pada perang di Aceh ini, Legiun Mangkunegaran dapat membalikkan keunggulan pasukan Belanda atas Pasukan Kesultanan Aceh. Atas jasa jasa Legiun Mangkunegaran yang dipimpinnya selama Perang Aceh, Raja Belanda menganugerahkan Ridder Kruis (Salib Penunggang) atau Salib Bangsawan Militaire Willems Orde (MWO) Kelas IV. Pada tahun 1873, Mayor KPH. Gondosaputra dinaikkan pangkatnya sebagai Letnan Kolonel dengan jabatan tetap sebagai pejabat pelaksana harian komandan Legiun Mangkunegaran.

Mutu profesionalisme Legiun Mangkunegaran pada masa tersebut dikagumi diseluruh tanah jajahan Belanda. Kepangkatan para perwiranya disejajajrkan dengan Leger atau tentara Kerajaan Belanda, hingga seragamnyapun disamakan. Perbedaannya hanya terletak pada sulaman dileher yang berinisial MN. Modernisasi dilakukan di semua bidang, mulai dari persenjataan sampai dengan pembangunan markas Artileri-Kavalari pada tahun 1874. Gedung markas tersebut hingga saat ini masih kokoh berdiri diujung timur Pamedan Mangkunegaran.

Konsentrasi Legiun Mangkunegaran pada waktu itu terutama di dua tempat, yaitu di kota Surakarta dan daerah Matesih, Karang Pandan. Tugas anggota Legiun di daerah Matesih, Karang Pandan antara lain, melaksanakan penjagaan di pesanggrahan dan makam Mengadeg. Daerah tersebut bagi KPH. Gondosuputra bukan merupakan daerah yang asing. Dia sejak lama mendapat tugas dari ayahnya untuk mengelola pesanggrahan tersebut. Bahkan sebulan sebelum dia wafat, masih sempat berkunjung ke Karang Pandan dengan didampingi para putranya termasuk KPH. Gondosuputra. Pada tahun 1881 ayahnya wafat pada tanggal 2 September jam 07.00 pagi, kemudian pada hari yang sama pada jam 12.00 siang, KPH. Gondosaputra menyusul ayahnya. Keduanya dimakamkan di Girilayu.
125/5 <7+15!> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara VI (Th:1896-1916) [Mangkunegara VI]
Титуле : 1896, Prabu Mangkunegara VI [1896-1916]
116/5 <7+15!> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara V (Th:1881-1896) [Mangkunegara V]
147/5 <8> KPH Soekirman Mangun Wijaya [Amangkurat IV]
158/5 <6> Raden Ayu Dunuk [Mangkunegara III]
169/5 <6+?> 1. Raden Mas Suryahandaka [Mangkunegara III]
1710/5 <6+?> 2. Raden Ajeng Kuning [Mangkunegara III]
1911/5 <6> RM Suryodarmoyo [Mangkunegara III]
2012/5 <6> B.r.m. Soerjopoetro [Mangkunegara III] 2113/5 <6> B. R. M. Soerjohoedojo [Mangkunegara III] 2214/5 <7> B. R. M. Gondowidjojo [Mangkunegara IV]
2315/5 <6> Kanjeng Pangeran Haryo Suryodiningrat [Mangkunegara III]
2416/5 <7> B. R. A. Praboewidjojo [Mangkunegara IV] 2517/5 <7+15!> B. R. A. Soemarti [Mangkunegara IV] 2818/5 <7> Kanjeng Pangeran Haryo Gondosisworo [Mangkunegara IV]
2919/5 <7> Kanjeng Pangeran Haryo Doyosuputro [Mangkunegara IV]
3020/5 <7> Kanjeng Pangeran Haryo Doyokisworo [Mangkunegara IV]
3121/5 <7> Raden Mas Panji Nitikusumo [Mangkunegara IV]
3222/5 <7> Kanjeng Pangeran Haryo Handoyonoto [Mangkunegara IV]

6

331/6 <11> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara VII [Mangkunegara VII]
Рођење: 15 август 1855
Свадба: <20> Raden Roro Mardewi [Wongsosoetirto]
Свадба: <21> B. R. A. Setyowati [Setyowati]
Свадба: <22> Mas Ayu Retnoningrum [Retnoningrum]
Свадба: <23> Mas Ayu Sitaningrum [Sitaningrum]
Свадба: <24> Mas Ayu Kamijem [Kamijem]
Свадба: <25> B. R. A. Tedjowati [Tedjowati]
Професија : од 11 јануар 1916, Surakarta, Sunan Surakarta bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara VII
Свадба: <26> Gusti Kanjeng Ratu Timur [Hb.7.65] (Bendoro Raden Ajeng Mursudarya) [Hamengku Buwono VII] , Surakarta
Смрт: 19 јул 1944
KGPAA. Mangkunegara VII (lahir 12 November 1885 - wafat 1944) adalah pemegang tampuk pemerintahan Mangkunegaran dari tahun 1916 - 1944. Ia adalah salah seorang putera dari Mangkunegara V. Ia menggantikan pamannya, Mangkunegara VI, yang mengundurkan diri pada 11 Januari 1916.

Mangkunegara VII adalah seorang penguasa yang dianggap berpandangan modern pada jamannya. Ia berhasil meningkatkan kesejahteraan di wilayah Praja Mangkunegaran melalui usaha perkebunan (onderneming), terutama komoditas gula. Mangkunegara VII juga seorang pencinta seni dan budaya Jawa, dan terutama mendukung berkembangnya musik dan drama tradisional.

Mangkunegara VII terlahir dengan nama Raden Mas Soerjo Soeparto. Ia adalah anak ketujuh atau anak lelaki ketiga dari 28 bersaudara anak-anak dari Mangkunegara V.

Anak putri tertua Mangkunegara VII, yaitu BRAy. Partini, menikah dengan P.A. Husein Djajadiningrat, seorang sejarawan dan ningrat dari Serang, Banten.

Mangkunegara VII, dikenal pada zamannya sebagai bangsawan modern yang berkontribusi banyak terhadap kelangsungan kebudayaan Jawa dan gerakan kebangkitan nasional. Ia sempat mengenyam pendidikan di Universitas Leiden di Belanda selama tiga tahun, sebelum pulang ke Indonesia untuk menggantikan pamannya, Mangkunegara VI yang mengundurkan diri tahun 1916.

Semangat Mangkunegara VII untuk mencari ilmu pengetahuan sudah tampak sejak muda, ketika pamannya Mangkunegara VI melarangnya untuk masuk HBS, ia memilih untuk berkelana dan menjalani hidup di luar keraton; menjadi penerjemah bahasa Belanda-Jawa dan mantri di tingkat kabupaten. Sedangkan kecintaannya terhadap budaya Jawa ditunjukkan melalui peranannya yang aktif dalam mendirikan lembaga studi Cultuur-Wijsgeerige Studiekring (Lingkar Studi Filosofi-Budaya) dan lembaga kebudayaan Jawa Java-Instituut, tidak luput juga karya ilmiahnya tentang simbolisme wayang Over de wajang-koelit (poerwa) in het algemeen en over de daarin voorkomende symbolische en mystieke elementen (1920).

Ia juga turut menjadi tokoh di dalam organisasi pergerakan nasional Boedi Oetomo dan penasihat di organisasi pelajar Jong Java. Pada tahun 1933, ia memprakarsai didirikannya radio pribumi pertama di Indonesia yaitu SRV (Solosche Radio Vereniging) yang memancarkan program-program dalam bahasa Jawa.

Selain itu ia juga seorang perwira KNIL dengan jabatan Kolonel pada masa hidupnya, dengan jabatan ini ia juga merangkap sebagai komandan Legiun Mangkunegaran, sebuah tentara kecil yang terdiri dari prajurit Mangkunegaran.
722/6 <26> Raden Mas Pandji Gondosoenario [Mangkunegara IV]
Рођење: ~ 1859
353/6 <11+16> Bendoro Raden Mas Samekto (K. P. H. Soerjokoesoemo) [Mangkunegara V]
Рођење: 9 октобар 1873, solo, Putra mahkota dari KGPAA Mangkunegara V
Свадба: <27> B. R. A. Catharina Bertha [Catharina Bertha]
Свадба: <28> B. R. A. Soerjokoesoemo [Wreksodiningrat]
Смрт: 22 септембар 1934, Klaten
Сахрана: 23 септембар 1934, Astana Girilayu, Karanganyar
414/6 <13+12> Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Kusumoyudo [Pb.10.5] (Bendoro Raden Mas Abimanyu) [Pakubuwono X]
Рођење: 17 јануар 1884
Свадба: <29> Gusti Kanjeng Ratu Hangger II [Hb.7.33] [Hamengku Buwono VII] , <30> R. A. Setiopoespito [Setiopoespito] b. ~ 1894 d. 16 мај 1985
Смрт: 16 јануар 1956
Сахрана: Imogiri, Bantul
345/6 <13+9> Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XI [Pakubuwono XI]
Рођење: 1886, Surakarta
Свадба: <31> Raden Ayu Kuspariyah / Gusti Kanjeng Ratu Pakoe Boewono [Pakubuwono]
Свадба: <32> G. K. R. Kentjono [Sosrodiningrat]
Свадба: <33> R. A. Dojoresmi [Dojoresmi]
Свадба: <34> R. A. Dojoningsih [Dojoningsih]
Свадба: <35> R. A. Dojosoemo [Dojosoemo]
Свадба: <36> R. A. Dojoasmoro [Dojoasmoro]
Свадба: <37> R. A. Dojoningrat [Dojoningrat]
Титуле : од 26 април 1939, Surakarta, Raja Kasunanan Surakarta Ke-10 [1939-1945]
Смрт: 1945, Surakarta
Sri Susuhunan Pakubuwana XI (lahir: Surakarta, 1886 – wafat: Surakarta, 1945) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1939 – 1945.

Riwayat Pemerintahan Nama aslinya adalah Raden Mas Antasena, putra Pakubuwana X yang lahir dari permaisuri Ratu Mandayaretna, pada tanggal 1 Februari 1886. Ia naik takhta sebagai Pakubuwana XI pada tanggal 26 April 1939.

Pemerintahan Pakubuwana XI terjadi pada masa sulit, yaitu bertepatan dengan meletusnya Perang Dunia Kedua. Ia juga mengalami pergantian pemerintah penjajahan dari tangan Belanda kepada Jepang sejak tahun 1942. Pihak Jepang menyebut Surakarta dengan nama Solo Koo.Ia digantikan Pakubuwana XII
676/6 <11+14> B. R. A. Soerarti [Mangkunegara V]
Рођење: 7 април 1891
Свадба: <38> R. A. A. Warsohadiningrat [Warsohadiningrat]
687/6 <11+15> K. P. H. Soerjosoerardjo [Mangkunegara V]
Рођење: 6 октобар 1891
378/6 <13+13> Kanjeng Pangeran Haryo Djatikusumo [Pb.10.23] (Bendoro Kanjeng Pangeran Haryo Purbonegoro) [Pakubuwono X]
Рођење: 1 јул 1917, Solo
Свадба: <39> Bendoro Raden Ayu Jatikusumo [Hb.7.78] (R. A. Soeharsi Widianti) [Hamengku Buwono VII] , Yogyakarta
Рођење: од 1 јун 1946, Rembang, Panglima Divisi V Ronggolawe
Професија : од 1948, Jakarta, Kepala Staf TNI Angkatan Darat I
Професија : од 1958, Singapura, Duta Besar RI untuk Singapura
Професија : од 1959, Jakarta, Menteri Muda Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja I
Професија : од 1960, Jakarta, Menteri Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja II
Професија : од 1962, Jakarta, Menteri Muda Perhubungan Darat dan Pos, Telegraf dan Telepon Kabinet Kerja III
Смрт: 4 јул 1992
539/6 <13+13> G. K. R. Pembajoen [Pakubuwono X]
Рођење: 25 март 1919
Свадба: <40> R. A. A. M. Sis Tjakraningrat [Cakraadiningrat II] d. 24 септембар 1992
Смрт: 10 јул 1988, Ciputat, Tangerang Selatan
Сахрана: Imogiri, Bantul
4210/6 <13> Kanjeng Pangeran Haryo Suryohamijoyo [Pb.10.32] [Pakubuwono X] 3611/6 <13> G.p.h.k. Suryo Suman [Pakubuwono X]
3812/6 <14+?> Pangeran Hario Sutecky Wijaya [Amangkurat IV]
3913/6 <13+12> Gusti Bendoro Raden Ayu Retno Puwoso [Pakubuwono X]
Свадба: <46> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VII / Bendoro Raden Mas Aryo Surarjo [Paku Alam VII] b. 9 децембар 1882 d. 16 фебруар 1937, Yogyakarta
4014/6 <13> Bendoro Raden Ayu Suryodiningrat [Pb.10.?] (Bendoro Raden Ajeng Kusatima) [Pakubuwono X] 4315/6 <19> RM. Soemodarmoyo [Mangkunegara III]
4416/6 <20> R.m. Ng. Hardjosoepoetro [Mangkunegara III] 4517/6 <21> R.m. Ng. Wirjohoedojo [Mangkunegara III] 4618/6 <20> R. M. P. Warsohatmodjo [Mangkunegara III] 4719/6 <22> R. Ay. Siti Atini [?] 4820/6 <19> R. Ay. Harjosebroto (Sudarmi) [Mangkunegara III]
4921/6 <19> R. Ay. Mangunhartono (Sumarni) [Mangkunegara III]
5022/6 <19> R. Aj. Sukarti [Mangkunegara III]
5123/6 <19> R. M. Ng. Wirodarmoyo (Sujono) [Mangkunegara III]
5224/6 <13> Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwidjojo Maharsi Tama [Pakubuwono X]
KGPH. Hadiwidjojo merupakan pendiri Universitas Saraswati, Surakarta
5425/6 <13> G. P. H. Poespokoesoemo [Pakubuwono X]
5526/6 <23> Raden Mas Ngabehi Harjokoesoemo [Mangkunegara III] 5627/6 <12> K. P. H. Soejono Handojoningrat [Mangkunegara VI]
5728/6 <11> Bendoro Raden Ajeng Sutantinah (B. R. A. Koesoemodiningrat) [Mangkunegara V] 5829/6 <11> K. P. H. Soerjosoegijanto [Mangkunegara V]
5930/6 <11> K. P. H. Soerjosoewito [Mangkunegara V]
6031/6 <11> K. P. H. Soerjosoebandoro [Mangkunegara V]
6132/6 <11> K. P. H. Soerjosoemasto [Mangkunegara V]
6233/6 <11> K. P. H. Soerjosoemanto [Mangkunegara V]
6334/6 <11+16> K. P. H. Soerjosoemarno [Mangkunegara V]
6435/6 <11> K. P. H. Soerjosoekanto [Mangkunegara V]
6536/6 <11> K. P. H. Soerjosoetanto [Mangkunegara V]
6637/6 <11> K. P. H. Soerjosoebandrijo [Mangkunegara V]
6938/6 <13> G. R. A. Koesprapti [Pakubuwono X] 7039/6 <13> Gusti Raden Ajeng Kusniyah (G. K. R. Alit) [Pakubuwono X] 7140/6 <13+10> G. R. A. Koesdinah (G. R. A. Brotodiningrat) [Pakubuwono X]
G. R. A. Brotodiningrat adalah seorang tokoh paranormal yang menjadi penasihat spiritual/Kejawen Keraton Surakarta.
7341/6 <26> Raden Mas Gondosoebario [Mangkunegara IV]
7442/6 <11> B. R. A. Soeparti [Mangkunegara V] 7543/6 <13+11> G. R. A. Koes Salbijah (G. R. A. Poernomo Hadiningrat) [Pakubuwono X] 7644/6 <13> G. R. A. Koesindinah (G. R. A. Tjokrodiningrat) [Pakubuwono X] 7745/6 <11> Bendoro Raden Mas Soerarso (K. P. H. Soerjosoerarso) [Mangkunegara V]
7846/6 <13+12> G. R. A. Koesrahmani (G. R. A. Adipati Djojonegoro) [Pakubuwono X]
Свадба: <57> K. P. H. Adipati Djojonegoro [Sosrodiningrat IV] , Keraton Surakarta Hadiningrat
7947/6 <13> G. R. A. Koestantinah (G. R. A. Woerjaningrat) [Pakubuwono X]

7

1511/7 <52> Bendoro Raden Mas Hapsoro Wresnowiro (K. P. H. Djojoningprang) [Pakubuwono X]
Професија : Rektor Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Свадба: <152!> B. R. A. Koespinah [Paku Alam VII]
BRM. Hapsoro Wresnowiro adalah teman BRM. Dorodjatoen (Sri Sultan Hamengkubuwono IX) saat kuliah di Belanda.
1182/7 <35+27> R. A. Hendrarsi Soerjokoesoemo [Mangkunegara V]
Рођење: 3 јул 1894, Surakarta
Свадба: <60> Raden Mas Iskak Tjondrodipoero (K. R. M. T. Iskak Martonagoro) [Tjondrodipoero] b. 19 октобар 1883
Смрт: 22 септембар 1964, Surakarta
1133/7 <33+20> B. R. A. Partini [Mangkunegara VII]
Рођење: 14 август 1902
Свадба: <61> Hoessein Djajadiningrat [Djajawinata] b. 8 децембар 1886 d. 12 новембар 1960
Смрт: 1998
824/7 <39+46> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII / Bendoro Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno (Kanjeng Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo) [Pakualaman]
Рођење: 10 април 1910, Yogyakarta
Свадба: <62> Kanjeng Bendoro Raden Ayu Purnamaningrum [Pakualaman]
Свадба: <63> Kanjeng Raden Ayu Ratnaningrum [?]
Титуле : 13 април 1937, Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo
Титуле : од 1942, Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII
Професија : од 1 октобар 1988, Yogyakarta, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Смрт: 11 септембар 1998, Yogyakarta
Pendidikan yang ditempuh adalah Europesche Lagere School Yogyakarta, Christelijk MULO Yogyakarta, AMS B Yogyakarta, Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta - sampai tingkat candidaat). Pada 13 April 1937 ia ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo menggantikan mendiang ayahnya. Setelah kedatangan Bala Tentara Jepang pada tahun 1942 ia mulai menggunakan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII.

Pada 19 Agustus 1945 bersama Hamengkubuwono IX, Paku Alam VIII mengirimkan telegram kepada Sukarno dan Hatta atas berdirinya RI dan terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pada 5 September 1945 secara resmi KGPAA Paku Alam VIII mengeluarkan Amanat/Maklumat (semacam dekrit kerajaan) bergabungnya Kadipaten Pakualaman dengan Negara Republik Indonesia. Sejak saat itulah kerajaan terkecil pecahan Mataram ini menjadi daerah Istimewa. Melalui Amanat Bersama antara Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII dan dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Daerah Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober tahun yang sama, ia berdua sepakat untuk menggabungkan Daerah Kasultanan dan Kadipaten dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jabatan yang dipangku selanjutnya adalah Wakil Kepala Daerah Istimewa, Wakil Ketua Dewan Pertahanan DIY (Oktober 1946), Gubernur Militer DIY dengan pangkat Kolonel (1949 setelah agresi militer II). Mulai tahun 1946-1978 Paku Alam VIII sering menggantikan tugas sehari-hari Hamengkubuwono IX sebagai kepala daerah istimewa karena kesibukan Hamengkubuwono IX sebagai menteri dalam berbagai kabinet RI. Selain itu ia juga menjadi Ketua Panitia Pemilihan Daerah DIY dalam pemilu tahun 1951, 1955, dan 1957; Anggota Konstituante (November 1956); Anggota MPRS (September 1960) dan terakhir adalah Anggota MPR RI masa bakti 1997-1999 Fraksi Utusan Daerah.

Setelah Hamengkubuwono IX mangkat pada tahun 1988, Paku Alam VIII menggantikan sang mendiang menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir hayatnya pada tahun 1998. Perlu ditambahkan bahwa pada 20 Mei 1998 ia bersama Hamengkubuwono X mengeluarkan Maklumat untuk mendukung Reformasi Damai untuk Indonesia. Maklumat tersebut dibacakan di hadapan masyarakat dalam acara yang disebut Pisowanan Agung. Beberapa bulan setelahnya ia menderita sakit dan meninggal pada tahun yang sama. Sri Paduka Paku Alam VIII tercatat sebagai wakil Gubernur terlama (1945-1998) dan Pelaksana Tugas Gubernur terlama (1988-1998) serta Pangeran Paku Alaman terlama (1937-1998).
915/7 <33+26> Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani / Gusti Noeroel [Mangkunegara VII]
Рођење: 17 септембар 1921, Surakarta
Свадба: <92!> Raden Mas Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
Смрт: 10 новембар 2015, Bandung
Gusti Noeroel terkenal memiliki paras yang cantik. Karena kecantikannya, pada saat itu Gusti Noeroel menjadi primadona di Kota Solo dan didambakan para tokoh negara. Mulai dari mantan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang biasa mengirimkan kado melalui sekretarisnya ke kediaman Gusti Noeroel di Pura Mangkunegaran ketika rapat kabinet digelar di Yogyakarta. Gusti Noeroel juga didambakan oleh Kolonel GPH Djatikusumo, salah seorang prajurit militer. Yang menarik adalah mantan Presiden Soekarno yang juga tertarik dengan Gusti Noeroel namun konon kalah bersaing dengan Sutan Sjahrir.[3] Tokoh negara lainnya yang mencoba meminang Gusti Noeroel adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang memiliki 9 orang selir. Namun semua tokoh tersebut tidak ada satupun yang berhasil memikat hati Gusti Noeroel. Putri bangsawan ini memutuskan untuk menerima pinangan seorang militer berpangkat letnan kolonel yang bernama RM Soerjo Soejarso.

Kecantikan Gusti Noeroel yang termasyhur ini juga dibarengi dengan kepiawaiannya menari. Suatu kali, di usianya yang masih 15 tahun, Gusti Noeroel diminta datang secara khusus untuk menari di hadapan Ratu Wilhelmina di Belanda. Tarian tersebut dipersembahkan sebagai kado pernikahan Putri Juliana. Menariknya, saat itu rombongan dari Mangkunegaran tidak membawa gamelan untuk mengiringi tarian Gusti Nurul. Tarian itu diiringi alunan gamelan yang dimainkan dari Pura Mangkunegaran dan dipancarkan melalui Solosche Radio Vereeniging, yang siarannya bisa ditangkap dengan jernih di Belanda[4].

Gusti Noeroel juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang membidani berdirinya Solosche Radio Vereeniging, stasiun radio pertama di Indonesia.
1496/7 <34+36> G. R. M. Soerjosoeksoro (G. P. H. Notopoero) [Pakubuwono XI]
Рођење: 15 јул 1922
817/7 <34+31> Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XII [Pakubuwono XII]
Рођење: 4 април 1925, Surakarta
Свадба: <64> Kanjeng Raden Ayu Pradapaningrum [Pakubuwono]
Свадба: <64!> Kanjeng Raden Ayu Pradapaningrum [Pakubuwono]
Свадба: <65> K. R. A. Retnodiningroem [Retnodiningroem] b. ~ 1928 d. 13 мај 2021
Свадба: <66> K. R. A. Poedjoningroem [Poedjoningroem]
Титуле : од 11 јун 1945, Surakarta, Raja Susuhunan Surakarta ke-11 [1945-2004]
Смрт: 11 јун 2004, Surakarta
Sri Susuhunan Pakubuwana XII (lahir: Surakarta, Jawa Tengah, 1925 – wafat: Surakarta, Jawa Tengah, 2004) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1945 – 2004.

Riwayat Pemerintahan Nama aslinya adalah Raden Mas Suryaguritna, putra Pakubuwana XI yang lahir dari permaisuri Raden Ayu Kuspariyah pada tanggal 14 April 1925. Ia naik takhta sebagai Pakubuwana XII pada tanggal 11 Juni 1945.

Awal pemerintahan Pakubuwana XII hampir bersamaan dengan lahirnya Republik Indonesia. Negara baru ini menjadikan Yogyakarta dan Surakarta sebagai provinsi-provinsi berstatus Daerah Istimewa.

Belanda yang tidak merelakan kemerdekaan Indonesia berusaha merebut kembali negeri ini dengan kekerasan. Pada bulan Januari 1946 ibu kota Indonesia terpaksa pindah ke Yogyakarta karena Jakarta jatuh ke tangan Belanda.

Pemerintahan Indonesia saat itu dipegang oleh Sutan Syahrir sebagai perdana menteri, selain Presiden Sukarno selaku kepala negara. Sebagaimana umumnya pemerintahan suatu negara, muncul golongan oposisi yang tidak mendukung sistem pemerintahan Sutan Syahrir, misalnya kelompok Jenderal Sudirman.

Karena Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan, secara otomatis Surakarta yang merupakan saingan lama menjadi pusat oposisi. Kaum radikal bernama Barisan Banteng yang dipimpin Dr. Muwardi dengan berani menculik Pakubuwana XII sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Indonesia.

Barisan Banteng berhasil menguasai Surakarta sedangkan pemerintah Indonesia tidak menumpasnya karena pembelaan Jendral Sudirman. Bahkan, Jendral Sudirman juga berhasil mendesak pemerintah sehingga mencabut status daerah istimewa yang disandang Surakarta. Sejak tanggal 1 Juni 1946 Kasunanan Surakarta hanya berstatus karesidenan yang menjadi bagian wilayah provinsi Jawa Tengah. Pemerintahan dipegang oleh kaum sipil, sedangkan kedudukan Pakubuwana XII hanya sebagai simbol saja.

Pada awal pemerintahannya, Pakubuwana XII dinilai gagal mengambil peran penting dan memanfaatkan situasi politik Republik Indonesia, sehingga pamornya di mata rakyat kalah dibanding Hamengkubuwana IX di Yogyakarta.

Meskipun gagal secara politik, namun Pakubuwana XII tetap menjadi figur pelindung kebudayaan Jawa. Pada zaman reformasi, para tokoh nasional, misalnya Gus Dur, tetap menghormatinya sebagai salah satu sesepuh tanah Jawa.

Pakubuwana XII meninggal dunia pada tanggal 11 Juni 2004. Sepeninggalnya [[terjadi perebutan takhta]] antara Pangeran Hangabehi dangan Pangeran Tejowulan, yang masing-masing menyatakan diri sebagai Pakubuwana XIII.
1548/7 <75+55> B. R. A. Moerjati Soedibjo [Hadiningrat]
Рођење: 5 јануар 1928, Surakarta
Свадба: <67> K. R. M. H. Soedibjo Poerbo Hadiningrat [Hadiningrat]
Hj. DR. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum. adalah Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat, Presiden Direktur Mustika Ratu, dan salah satu pencetus ide kontes pemilihan Puteri Indonesia yang digelar setiap tahun. Mooryati Soedibyo tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia, dan sebagai "Empu Jamu". Ia juga masuk sebagai urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi majalah Globe Asia.

Biografi

Cucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta ini terkenal dengan segala hal yang berkaitan dengan kecantikan, jamu tradisional, dan lingkungan keraton. Sejak usia 3 tahun ia tinggal di Keraton Surakarta yang dikenal sebagai sumber kebudayaan Jawa. Di keraton itu, ia mendapat pendidikan secara tradisional yang menekankan pada tata krama, seni tari klasik, kerawitan, membatik, ngadi saliro ngadi busono, mengenal tumbuh-tumbuhan berkhasiat, meramu jamu, dan kosmetika tradisional dari bahan alami, bahasa sastra Jawa, tembang dengan langgam mocopat, aksara Jawa Kuno, dan bidang seni lainnya.

Tahun 1973, hobi minum jamu Mooryati Soedibyo yang dilakukan sejak masih belia, akhirnya dikembangkannya sebagai usaha. Ramuan jamu resep Keraton Surakarta yang semula diberikan kepada teman-temannya, akhirnya berubah menjadi bisnis. Produknya mulai diekspor ke kurang lebih 20 negara, diantaranya Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia dan Brunei.[3] Produknya juga berkembang menjadi 800 buah produk, mulai dari balita, umum, super, dan premium. Diawali dengan produk untuk orang tua sampai dengan remaja puterinya.

Tahun 1990 ia meluncurkan ajang Puteri Indonesia, yang dikembangkannya setelah menyaksikan acara Miss Universe di Bangkok tahun 1990. Mooryati yang sering berkunjung ke luar negeri untuk mengadakan seminar, pameran mau pun sendiri mulai ingin membuat ajang Puteri Indonesia. Dari sini timbul keinginannya untuk membuat wanita Indonesia percaya diri tampil di dunia internasional.Hal ini sebelumnya telah dipelopori oleh Andi Nurhayati yang semenjak tahun 70-an menjadi pemegang franchise pengiriman Miss-miss-an kelas internasional, begitu pula nama majalah Femina yang sudah bertahun-tahun sebelumnya menyelenggarakan pemilihan Putri Remaja Indonesia, yang menghasilkan gadis-gadis paling enerjik, cerdas dan modern se Indonesia. Kini Mooryati Soedibyo, berupaya menggabungkan kesemua itu dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia.

Lalu ia mengeluarkan ide tersebut ke Badan Pengembangan Eksport Nasional, dan disetujui. Mooryati akhirnya membentuk Yayasan Puteri Indonesia dan menjadi Ketua Umum. Tapi ajang Pemilihan Puteri Indonesia tak sepenuhnya disetujui masyarakat. Bahkan menjadi polemik sampai sekarang. Mooryati sendiri telah berhasil mengadakan ajang Pemilihan Puteri Indonesia sampai yang ke-enam kalinya. Dan pernah vakum selama 3 tahun (1997,1998,1999) karena kondisi dan situasi negara yang tidak memungkinkan.
1179/7 <35+28> R. A. Soenitoeti [Mangkunegara V]
R. A. Soenitoeti adalah puteri KPH. Sowrjokoesoemo dari perkawinannya dengan puteri Wreksodiningrat, Patih Surakarta.
8610/7 <38+?> Pangeran Hario Arya Kusumo Wijaya [Amangkurat IV]
Професија : Director of Foreign affairs and finances of Asia Africa Foundation
Професија : Vice Chairman of Global Trustee
Професија : Vice Chairman - Aria International Corp.
Свадба:
Свадба: <68> Rina Risnawati [Risnawati] b. 10 децембар 1973 d. 22 октобар 2018
Свадба: <69> Raden Ayu Diane Ekawaty [Wijaya] b. 21 август 1975, Jakarta
Свадба: 6 мај 2004, Cirebon
Свадба: <69!> Raden Ayu Diane Ekawaty [Wijaya] b. 21 август 1975, <70> RAy. Siti Angelina Gayatri [Wijaya] b. 18 август 1975
Смрт: 29 мај 2021
8011/7 <33+22> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara Vlll (Th:1944-1987) [Mangkunegara VIII]
8312/7 <36+45> Raden Ayu Suniati [Pakubuwono]
8413/7 <36+45> Raden Ayu Suniasri [Pakubuwono]
8514/7 <36+45> Bendoro Raden Mas Bambang Suryo Sunindyo [Pakubuwono]
8715/7 <42+41> Kanjeng Raden Mas Haryo Suryo Baswo S. [Hb.7.19.1.4] [Pakubuwono X]
8816/7 <42+41> Bendoro Raden Mas Suryo Danindro S. [Hb.7.19.1.3] [Pakubuwono X]
8917/7 <42+41> Bendoro Raden Ajeng Murhardining [Hb.7.19.1.2] (Bendoro Raden Ayu Cipto Yuwono) [Pakubuwono X] 9018/7 <42+41> Bendoro Raden Ajeng Kusniati [Hb.7.19.1.1] (Bendoro Raden Ayu Suryo) [Pakubuwono X]
9219/7 <77> Raden Mas Soerjosoejarso [Mangkunegara V] 9320/7 <43+?> RM. Askarim Sumodarmoyo [Mangkunegara III] 9421/7 <44> R.M.Ng. Hatmowarsono [Mangkunegara III] 9522/7 <45> R.Ay. Wirjati [Mangkunegara III] 9623/7 <46+47!> R. M. Srijatto [Mangkunegara III] 9724/7 <43+?> R. Ay. Wignyosudiro (Rukiyarti) [Mangkunegara III]
9825/7 <43+?> R. M. P. Partodamoyo (Rukiyatmo) [Mangkunegara III]
9926/7 <43+?> R. Ay. Satyopranowo (Rukiyarsi) [Mangkunegara III]
10027/7 <43+?> R. M. Sastrodarmoyo (Rukiyarso) [Mangkunegara III]
10128/7 <43+?> R. M. Hartodarmoyo (Rukiyarto) [Mangkunegara III]
10229/7 <43+?> R. Ay. Prawirosiwoyo (Rukiyarni) [Mangkunegara III]
10330/7 <43+?> R. M. Rukiyarno Sumodarmoyo [Mangkunegara III]
10431/7 <43+?> R. M. Suraryo Sumodarmoyo [Mangkunegara III]
10532/7 <43+?> R. Ay. Suyoso [Mangkunegara III]
10633/7 <43+?> R. M. Joedojo Sumodarmoyo [Mangkunegara III]
10734/7 <43+?> R. Ay. Yudasih [Mangkunegara III]
10835/7 <43+?> R. M. Darminto Prawiro Darmoyo (Darminto Gendu) [Mangkunegara III]
10936/7 <52> B. R. A. Nedima Koesmarkiah [Pakubuwono X] 11037/7 <53+40> Bendoro Raden Mas Munier Tjakraningrat (K. P. H. Pakuningrat) [Cakraadiningrat II] 11138/7 <54> Bendoro Raden Mas Puspo Makmun Firmansjah [Pakubuwono X]
11239/7 <55+48> K. P. H. Soemoharjomo [Mangkunegara III] 11440/7 <33+23> Bendoro Raden Mas Santoso (K. P. H. Hamidjojo Santoso) [Mangkunegara VII]
11541/7 <33+24> B. R. M. Sanjaya [Mangkunegara VII]
11642/7 <33+25> B. R. A. Partina [Mangkunegara VII] 11943/7 <35+27> Raden Mas Hendrarko Soerjokoesoemo [Mangkunegara V]
12044/7 <34+31> Gusti Raden Ajeng Sapariyam (G. K. R. Sekar Kedaton) [Pakubuwono XI]
12145/7 <67+38> R. A. Soenjoto [Warsohadiningrat]
12246/7 <67+38> Raden Mas Soekarno [Warsohadiningrat]
12347/7 <67+38> Raden Mas Sarono [Warsohadiningrat]
12448/7 <67+38> R. A. Sarjati [Warsohadiningrat]
12549/7 <67+38> Raden Mas Sajogja [Warsohadiningrat]
12650/7 <67+38> Raden Mas Soegondo [Warsohadiningrat]
12751/7 <67+38> R. A. Sarwimoerti [Warsohadiningrat]
12852/7 <67+38> R. A. Moektini [Warsohadiningrat]
12953/7 <67+38> Raden Mas Sapoetro [Warsohadiningrat]
13054/7 <67+38> R. A. Warmarti [Warsohadiningrat]
13155/7 <69+50> R. A. Siti Handajoe Padmonagoro [Padmonagoro]
13256/7 <57+49> B. R. A. Soewarni [Pakubuwono IX] 13357/7 <57+49> B. R. A. Soewarsi [Pakubuwono IX] 13458/7 <57+49> K. P. H. Tjokrokoesoemo [Pakubuwono IX]
K. P. H. Tjokrokoesoemo adalah menantu Pakubuwono X.
13559/7 <35+27> R. A. Hendrastoeti [Mangkunegara V]
13660/7 <53+40> B. R. A. Koes Siti Marlia [Tjakraningrat]
13761/7 <53+40> B. R. A. Koes Sistijah Siti Mariana [Tjakraningrat]
13862/7 <53+?> Bendoro Raden Mas Muhammad Malikul Adil Tjakraningrat [Cakraadiningrat II]
13963/7 <42> K. P. H. Soerjo Windrojo Hamidjojo [Pakubuwono X]
14064/7 <70+52> Bendoro Raden Mas Prawironagoro [Pakubuwono IX]
14165/7 <34+32> K. G. P. H. Mangkoeboemi [Pakubuwono XI]
14266/7 <34+32> G. K. R. Hajoe [Pakubuwono XI]
14367/7 <34+32> G. K. R. Bendoro [Pakubuwono XI]
14468/7 <34+32> G. K. R. Tjondrokirono [Pakubuwono XI] 14569/7 <34+34> G. R. M. Danoerwendo (K. G. P. H. Hangabehi) [Pakubuwono XI]
14670/7 <34+34> G. R. M. Soerjolelono (K. G. P. H. Praboewidjojo) [Pakubuwono XI]
14771/7 <34+34> G. R. A. Koesoemodartojo [Pakubuwono XI]
14872/7 <34+36> G. R. M. Soerjodarmojo (G. P. H. Bintoro) [Pakubuwono XI]
15073/7 <34+31> G. K. R. Kedaton [Pakubuwono XI]
15274/7 <39+46> B. R. A. Koespinah [Paku Alam VII] 15375/7 <75+55> B. R. A. Moertini [Hadiningrat]
15576/7 <75+55> B. R. A. Moertijah [Hadiningrat]
15677/7 <76+56> Bendoro Raden Mas Indropoetro [Pakubuwono IX]
15778/7 <76+56> Bendoro Raden Mas Indroatmodjo [Pakubuwono IX]
15879/7 <76+56> Bendoro Raden Mas Indradi [Pakubuwono IX]
15980/7 <60> K. R. M. T. H. Soediarto Soerjosoebandoro [Mangkunegara V]
16081/7 <38+?> Pangeran Hario Rayno Priowitjaksono Wijaya [Wijaya] 16182/7 <39+46> B. R. A. Soelastri (B. R. A. Soegirwo) [Paku Alam VII]
16283/7 <39+46> B. R. A. Koesbandinah (B. R. A. Soetardjo Kartoningprang) [Paku Alam VII]
16384/7 <39+46> B. R. A. Koesdarinah (B. R. A. Harjono Djoeroemartani) [Paku Alam VII]
16485/7 <39+46> B. R. A. Koesbinah (B. R. A. Soegoto Kartonegoro) [Paku Alam VII]
16586/7 <63> K. P. H. Soetardjo Soerjosoemarno [Mangkunegara V]
Свадба: <80> w Dolly Zegerius [Zegerius] b. 1925 d. 18 септембар 2019
16687/7 <41+30> B. R. A. Tamasri [Pakubuwono X] 16788/7 <41+29> G. R. A. Siti Djinzoelkari [Pakubuwono X]
GRA. Siti Djinzoelkari meninggal dalam usia muda.
16889/7 <41+30> B. P. H. Soemodiningrat [Pakubuwono X]
16990/7 <55+48> K. P. H. Prawironegoro [Mangkunegara III]

8

2321/8 <118+60> Raden Mas Soedarmo Martonagoro [Tjondrodipoero]
Професија : Diplomat
Свадба: <234!> Partoeti Djajadiningrat [Djajawinata]
2282/8 <118+60> R. A. Noek Soedarti Martonagoro [Tjondrodipoero]
Рођење: 1918
Свадба: <82> Raden Mas Soedjarwadi [Gitodiprodjo] b. 3 март 1903 d. 6 март 1967
Смрт: 1987
2183/8 <112+75> w R. A. Siti Hartinah [Mangkunegara III]
Рођење: 23 август 1923, Jaten, Karanganyar
Свадба: <83> w Soeharto [Kertoirono] b. 8 јун 1921 d. 27 јануар 2008
Смрт: 28 април 1996, Jakarta
2334/8 <113+61> Hoessein Wahjoe Djajadiningrat [Djajawinata] 2605/8 <113+61> R. M. A. A. Djajadiningrat [Djajawinata]
Рођење: 21 април 1928
2176/8 <109+73> w K. R. A. Trisoetji Djoeliati [Soerjowidjojo]
Рођење: 28 новембар 1936, Jakarta
Свадба: <85> Ahmad Badawi Kamal [Kamal]
Свадба: <86> Sartono Wondowisastro [Wondowisastro]
1887/8 <82+62> w Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam IX / Bendoro Raden Mas Haryo Ambarkusumo [Pakualam VIII]
Рођење: 7 мај 1938, Yogyakarta
Свадба: <87> Koesoemarini / Kanjeng Bendoro Raden Ayu Paku Alam IX [Pakualaman] d. 20 децембар 2011
Титуле : од 26 мај 1999, Yogyakarta
Смрт: 21 новембар 2015, Yogyakarta
2208/8 <80+117!> G. P. H. Radityo Praboekoesoemo [Mangkunegara VIII]
Рођење: 20 септембар 1942
Свадба: <88> Erna Santoso [Santoso]
Смрт: 21 новембар 1977, GPH. Radityo Praboekoesoemo meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
1929/8 <82+63> w Kanjeng Pangeran Hario Anglingkusumo / Kanjeng Angling [Pakualam VIII]
Рођење: 8 јануар 1944, Yogyakarta
Свадба: <89> Kanjeng Raden Ayu Setianingsih Moerwengdyah Anglingkusumo [?]
22110/8 <80+117!> G. R. A. Retnosatoeti [Mangkunegara VIII]
Рођење: 24 септембар 1944
Свадба: <90> R. M. H. Rahadian Jamin (Kph. Surjadiningrat) [Khatib] d. 1979
22211/8 <80+117!> G. R. A. Rosati [Mangkunegara VIII]
Рођење: 1946
Свадба: <91> R. M. H. Hoediono Kadarisman Notohadiningrat [Notohadiningrat] b. ~ 1937 d. 25 јун 2020
27312/8 <165+80> w K. R. A. Soemarini Soerjosoemarno [Mangkunegara V]
Рођење: 2 новембар 1947, Malang
Свадба: <92> Tinton Soeprapto [Soeprapto] b. 21 мај 1945
Свадба: <93> w Idris Sardi [Soekamto] b. 7 јун 1938 d. 28 април 2014
Развод: <94> Didi Abdoelkadir Hadjoe [Hadjoe] d. 6 април 2020
Свадба: <95> Boerhan Noer Abdoellah [Abdoellah]
18913/8 <81+64> Sri Susuhunan Pakubuwono XIII / Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hangabehi (Gusti Raden Mas Suryo Partono) [Pakubuwono XIII]
Рођење: 28 јун 1948, Surakarta
Свадба: <96> Kanjeng Raden Ayu Adipati Pradapaningsih [?]
Свадба: <97> Nuk Kusumaningdiah (Kanjeng Raden Ayu Endang Kusumaningdiah) [Kusumaningdiah]
Свадба: <98> Winarti Sri Harjani (Kanjeng Raden Ayu Winarti) [Harjani]
Титуле : 18 јул 2009, Surakarta, Raja Kasunanan Surakarta ke-12 [2009-...]
SISKS Pakubuwana XIII (Bahasa Jawa: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII) adalah gelar yang mewakili Sunan Kasunanan Surakarta yang ke-13; yang awalnya diklaim oleh 2 pihak. Setelah meninggalnya Pakubuwana XII tanpa putra mahkota yang jelas karena ia tidak memiliki Ratu yang formal (permaisuri), maka dua putra Pakubuwana XII dari ibu yang berbeda saling mengakui tahta ayahnya. Putra yang tertua, Hangabehi, oleh keluarga didaulat sebagai penguasa keraton (istana) dan keluarga juga secara sepihak mengusir Pangeran Tejowulan; dua-duanya mengklaim pemangku tahta yang sah, dan masing-masing menyelenggarakan acara pemakaman ayahnya secara terpisah. Akan tetapi, konsensus keluarga telah mengakui bahwa Hangabehi yang diberi gelar SISKS Pakubuwana XIII. Pada tanggal 18–19 Juli 2009 diselenggarakan upacara di keraton untuk merayakan pengangkatan tahta dengan iringan Tari Bedhaya Ketawang yang biasanya hanya ditampilkan khusus pada acara ini saja. Para tamu yang hadir terdiri dari tamu penting lokal dan asing dan juga Pangeran Tejowulan. Namun saat ini konflik dua Raja Kembar telah usai setelah Pangeran Tejowulan melemparkan tahta Pakubuwana kepada kakaknya yakni Pangeran Hangabehi dalam sebuah rekonsiliasi resmi yang di prakarsai oleh Pemerintah Kota Surakarta bersama DPR-RI, dan Pangeran Tejowulan sendiri menjadi mahapatih (pepatih dalem) dengan gelar KGPHPA (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung)
27414/8 <166+81> R. A. Theodora Tamtrinah [Joedohadiningrat]
Рођење: 15 август 1948
Смрт: 9 новембар 1982
27215/8 <165+80> w K. P. H. Japto Sulistio Soerjosoemarno [Mangkunegara V]
Рођење: 16 децембар 1949, Surakarta
Свадба: <99> Retno Sutjiati [Sutjiati]
23716/8 <81+64> G. R. A. Koes Handarijah (Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kencono) [Pakubuwono XII]
Рођење: ~ 1951
Свадба: <100> K. R. M. H. Himbokusumo [Himbokusumo]
Смрт: 5 новембар 2020, Surakarta
Сахрана: Imogiri, Bantul
17817/8 <80+117!> Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX / Gusti Pangeran Haryo Sujiwokusuma [Mangkunegara IX]
Рођење: 18 август 1951
Свадба: <101> Prisca Marina Jogi Soepardi (Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX) [Soepardi]
Свадба: <102> Raden Ayu Sukmawati Soekarnoputri [Hamengku Buwono II] b. 26 октобар 1951
Смрт: 13 август 2021, Jakarta
Сахрана: 15 август 2021, Astana Girilayu, Karanganyar
Mangkunegara IX adalah putra laki laki kedua dari Mangkunegara VIII.Pada masa remajanya bernama GPH Sujiwokusuma.Dalam pada itu GPH Sujiwokusuma menjadi Raja Muda di Mangkunegaran pada jaman dengan alam yang sudah merdeka jadi alamnya Republik Indonesia.Naiknya GPH Sujiwokusuma ke tampuk kekuasaan Mangkunegaran membawa suasana yang menebalkan catatan catatan para sejarahwan dan juga para kuli tinta (wartawan).
26618/8 <81+64> Gusti Raden Ayu Kus Isbandijah (Gusti Kanjeng Ratu Retno Dumilah) [Pakubuwono XII]
Рођење: 24 јул 1954
Смрт: 26 мај 2021
Сахрана: Imogiri, Bantul
19019/8 <81+65> Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung Tedjowulan / Gusti Raden Mas Suryo Sutejo [Pakubuwono]
Рођење: 3 август 1954, Surakarta
Свадба: <103> Raden Ayu Nanik Indiastuti ? (Gusti Kanjeng Ratu Hemas) [?]
Титуле : јун 2012, Surakarta, Mahapatih Kasunanan Surakarta
26220/8 <154+67> Putri Kus Wisnu Wardani [Hadiningrat]
Рођење: 20 септембар 1959, Jakarta
Putri Kuswisnuwardhani, MBA adalah seorang pengusaha Indonesia.

Sejak 2011, ia menerima tongkat kepemimpinan dari ibunya Mooryati Soedibyo, pendiri sekaligus perintis PT Mustika Ratu, perusahaan kosmetika ternama. Selaku bos salah satu perusahaan dalam negeri yang cukup berpengaruh, ia berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam membantu melindungi pasar domestik dari serbuan kosmetik impor yang tidak aman.

Riwayat pendidikan

  • Master of Business Administration, National University, Inglewood, California, USA (1988 s.d. 1990)

Riwayat karir

  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2019 s.d. sekarang)
  • Sekretaris Komite Ekonomi dan Industri Nasional/KEIN (2016-2020)
  • Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya (2013-sekarang)
  • Ketua Umum AMIN (Asosiasi Merek Indonesia) (2011-sekarang)
  • Ketua Umum PPA Kosmetika Indonesia (Perhimpunan Perusahaan & Asosiasi Kosmetika Indonesia) (2010-sekarang)
  • Dewan Pembina Yayasan Pedagang Nusantara (2009-sekarang)
  • Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) (2005-sekarang)
22321/8 <80+117!> Gusti Raden Mas Saktia Hamidjojo Saroso [Mangkunegara VIII]
Рођење: 1 новембар 1959
Свадба: <104> M. G. Sutjiati [Sutjiati]
22422/8 <80+117!> Gusti Raden Mas Herwasta Hamidjojo Saroso (Gusti Pangeran Haryo Robertus Gregorius Herwasto Kusumo) [Mangkunegara VIII]
Рођење: 10 мај 1961
Смрт: 31 јул 2012
22723/8 <81+64> G. R. A. Kus Indriah (Gusti Kanjeng Ratu Hayu) [Pakubuwono XII]
Рођење: 19 октобар 1961
22924/8 <81+64> G. R. A. Kus Murtiah (Gusti Kanjeng Ratu Wandansari) [Pakubuwono XII]
Рођење: 1962, Surakarta
Свадба: <105> Eddy Supriono (Kanjeng Pangeran Haryo Wirabhumi) [Supriono] b. 1963
24225/8 <81+66> Gusti Raden Mas Nur Muchammad (Gusti Pangeran Haryo Cahyoningrat) [Pakubuwono XII]
Рођење: ~ 1962
Смрт: 9 октобар 2020
Сахрана: Astana Pajimatan Ki Ageng Ngenis, Laweyan, Surakarta
22626/8 <80+71> Bendoro Raden Mas Surjo Amiseno [Mangkunegara VIII]
Рођење: 15 јун 1963
22527/8 <80+117!> G. R. A. Retnoastrini [Mangkunegara VIII]
Рођење: 16 март 1964
Свадба: <106> Tunku Abu Bakar [Ismail (Johor)]
26128/8 <118+60> R. M. H. Hartono [Tjondrodipoero]
Смрт: 9 април 1991
18629/8 <86+68> RA. Alia Ayu Andarini ? (Wijaya, Amangkurat IV) [?]
Рођење: 21 септембар 1994, Jakarta
Свадба: <107> K. P. H Rizky Darmawansyah Mandong [Mandong] b. 1 август 1992
18030/8 <86+69> R. Panindra Dwi Ramadhani Wijaya [Amangkurat IV]
Рођење: 11 јануар 1997
18131/8 <86+69> RA. Febry Widhuri Damayanti Wijaya [Amangkurat IV]
Рођење: 17 јануар 1999
Свадба: <108> K. P. H Clever Michael Angello Tamawiwy [Tamawiwy] b. 13 мај 1998
18732/8 <86+70> RA. Inka Maheswari Akeya Putri Wijaya [Amangkurat IV]
Рођење: 16 фебруар 2013, Jakarta
20533/8 <82+62> Bendoro Raden Ayu Retno Widanarni [Pakualam VIII]
Свадба: <109> Hersapandi [?]
Смрт: 18 јун 2021, Yogyakarta
17034/8 <83> Wim [?]
17135/8 <84> Tori [?]
17236/8 <84> Nino [?]
17337/8 <84> Devi [?]
17438/8 <84> Sony [?]
17539/8 <84> Dendi [?]
17640/8 <85> Doni [?]
17741/8 <85> Putri [?]
17942/8 <93+208!> R Ayu Sri Astanti [Mangkunegara III]
18243/8 <86+69> RA. Tiara Aprilia Rizky Wijaya [Amangkurat IV]
18344/8 <86> RA. Pricilla Salzabila Putri Wijaya [Amangkurat IV]
18445/8 <86> RA. Alia Shanaya Putri Wijaya [Amangkurat IV]
18546/8 <86> RA Asyifa Putri Kusuma Wijaya [Amangkurat IV]
19147/8 <90> Raden Mas Suryo Kusnanto [Hb.7.19.1.1.1] [Pakubuwono X]
19348/8 <82+63> Kanjeng Pangeran Haryo Probokusumo [Pakualam VIII]
19449/8 <82+63> Bendoro Raden Ayu Retno Sundari [Pakualam VIII]
19550/8 <82+63> Bendoro Raden Ayu Retno Sewayani [Pakualam VIII]
19651/8 <82+63> Kanjeng Pangeran Haryo Songkokusumo [Pakualam VIII]
19752/8 <82+63> Bendoro Raden Ajeng Retno Pudjawati [Pakualam VIII]
19853/8 <82+63> Kanjeng Pangeran Haryo Ndoyokusumo [Pakualam VIII]
19954/8 <82+63> Kanjeng Pangeran Haryo Wijoyokusumo [Pakualam VIII]
20055/8 <82+62> Bendoro Raden Ayu Retno Martani [Pakualam VIII]
20156/8 <82+62> Kanjeng Pangeran Haryo Gondhokusumo [Pakualam VIII]
20257/8 <82+62> Bendoro Raden Ayu Retno Suskamdani [Pakualam VIII]
20358/8 <82+62> Bendoro Raden Ayu Retno Rukmini [Pakualam VIII]
20459/8 <82+62> Kanjeng Pangeran Haryo Tjondrokusumo [Pakualam VIII]
20660/8 <82+62> Kanjeng Pangeran Haryo Indrokusumo [Pakualam VIII]
20761/8 <86+70> RA Kirana Risendria Asmorojati Wijaya [Amangkurat IV]
20862/8 <94+95!> R Ayu Soemarti [Mangkunegara III] 20963/8 <94+95!> R. Ay. Soemartijah [Mangkunegara III] 21064/8 <96+209!> R. Ay. Endang Luki Marjanti [Mangkunegara III] 21165/8 <96+209!> R. M. Bambang Soeroto, BA [Mangkunegara III] 21266/8 <96+209!> R. M. Ir. Ary Soeprijanto, M.Sc. [Mangkunegara III] 21367/8 <96+209!> R. M. Rachmat Djoenartono, BE [Mangkunegara III] 21468/8 <93+208!> R. Ay. Sri Aswati [Mangkunegara III]
21569/8 <93+208!> R. M. Subekti Asaji [Mangkunegara III]
21670/8 <93+208!> R. M. Drs. Astianto [Mangkunegara III]
21971/8 <159> Raden Mas Bambang Soetjahjo Adjie [Mangkunegara V]
23072/8 <118+60> Raden Mas Waloejo Martonagoro [Tjondrodipoero] 23173/8 <118+60> R. A. Soemarsi Martonagoro [Tjondrodipoero]
23474/8 <113+61> Partoeti Djajadiningrat [Djajawinata] 23575/8 <113+61> Pardewi Djajadiningrat [Djajawinata]
23676/8 <118+60> R. A. Soetrepti Martonagoro [Tjondrodipoero] 23877/8 <81+64> G. R. M. Surjosuseno [Pakubuwono XII]
23978/8 <81+64> G. R. A. Kus Supijah (Gusti Kanjeng Ratu Galuh Kencono) [Pakubuwono XII]
24079/8 <118+60> Raden Mas Oetojo Martonagoro [Tjondrodipoero]
24180/8 <114> R. A. Joyce Hamidjojo Santoso [Mangkunegara VII] 24381/8 <139> K. R. M. H. Tommy Wibowo Hamidjojo [Pakubuwono X]
24482/8 <149> B. R. A. Gini Notopoero [Pakubuwono XI]
24583/8 <149> Bendoro Raden Mas Nugroho Iman [Pakubuwono XI]
24684/8 <149> Bendoro Raden Mas Dino Notopoero [Pakubuwono XI]
24785/8 <149> Bendoro Raden Mas Bowil Notopoero [Pakubuwono XI]
24886/8 <149> Bendoro Raden Mas Surjo Sugiharto [Pakubuwono XI]
24987/8 <145> K. P. H. Danursunu [Pakubuwono XI]
25088/8 <110+74> R. A. Kus Sismulistiawati [Cakraadiningrat II]
25189/8 <110+74> M. Andree Tjakraningrat [Cakraadiningrat II]
25290/8 <110+74> Kus Mikailla [Cakraadiningrat II]
25391/8 <110+74> M. Endrawan [Cakraadiningrat II]
25492/8 <91+92!> Raden Mas Sularso Basarah Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
25593/8 <91+92!> R. A. Parimita Wiarti Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
25694/8 <91+92!> Raden Mas Adji Pamoso Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
25795/8 <91+92!> R. A. Heruma Wiarti Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
25896/8 <91+92!> R. A. Rasika Wiarti Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
25997/8 <91+92!> R. A. Wimaja Wiarti Soerjosoejarso [Mangkunegara V]
26398/8 <154+67> Djoko Ramiadji [Hadiningrat]
26499/8 <154+67> Harjo Tedjo Baskoro [Hadiningrat]
265100/8 <159> R. A. Niniek Soerjosoebandoro [Mangkunegara V]
267101/8 <160> RA. Clarissa Ardiya Putri Wicaksono Wijaya [Wijaya]
268102/8 <160> R.Rayfan Prio Adhi Nugroho Wijaya [Wijaya]
269103/8 <160> R.Raditya Rachman Wijaya [Wijaya]
270104/8 <118+60> Raden Mas Soedarjo Martonagoro [Tjondrodipoero]
271105/8 <165+80> K. P. H. Soenarjo Soerjosoemarno [Mangkunegara V]
275106/8 <81+66> G. R. A. Kus Ismanijah [Pakubuwono XII]
Джерельна довідка за населеним пунктом