Ratu Komara - Индекс потомака

Из пројекта Родовид

Особа:1014211
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
11/1 <?> Ratu Komara [Wretikandayun]

2

21/2 <1+?> Prabu Guru Aji Putih [Wretikandayun]
Свадба: <1> Dewi Nawang Wulan (Ratna Inten) [Wulan]
Титуле : 900, Leuwihideung, Prabu Kerajaan Tembong Agung

3

31/3 <2+1> 1. Prabu Tajimalela / Batara Kusuma (Prabu Agung Resi Cakrabuana) [Wretikandayun]
Титуле : Sumedang Larang, Prabu Sumedang Larang Ke 1 (721 – 778 M)
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang

Prabu Agung Resi Cakrabuana (950 M)

Prabu Agung Resi Cakrabuana atau lebih dikenal Prabu Tajimalela dianggap sebagai pokok berdirinya Kerajaan Sumedang. Pada awal berdiri bernama Kerajaan Tembong Agung dengan ibu kota di Leuwihideung (sekarang Kecamatan Darmaraja). Ia punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung, Prabu Gajah Agung, dan Sunan Geusan Ulun.

Berdasarkan Layang Darmaraja, Prabu Tajimalela memberi perintah kepada kedua putranya (Prabu Lembu Agung dan Prabu Gajah Agung), yang satu menjadi raja dan yang lain menjadi wakilnya (patih). Tapi keduanya tidak bersedia menjadi raja. Oleh karena itu, Prabu Tajimalela memberi ujian kepada kedua putranya jika kalah harus menjadi raja. Kedua putranya diperintahkan pergi ke Gunung Nurmala (sekarang Gunung Sangkanjaya). Keduanya diberi perintah harus menjaga sebilah pedang dan kelapa muda (duwegan/degan). Tetapi, Prabu Gajah Agung karena sangat kehausan dia membelah dan meminum air kelapa muda tersebut sehingga dia dinyatakan kalah dan harus menjadi raja Kerajaan Sumedang Larang tetapi wilayah ibu kota harus mencari sendiri. Sedangkan Prabu Lembu Agung tetap di Leuwihideung, menjadi raja sementara yang biasa disebut juga Prabu Lembu Peteng Aji untuk sekadar memenuhi wasiat Prabu Tajimalela. Setelah itu Kerajaan Sumedang Larang diserahkan kepada Prabu Gajah Agung dan Prabu Lembu Agung menjadi resi. Prabu Lembu Agung dan para keturunannya tetap berada di Darmaraja. Sedangkan Sunan Geusan Ulun dan keturunannya tersebar di Limbangan, Karawang, dan Brebes.

Setelah Prabu Gajah Agung menjadi raja maka kerajaan dipindahkan ke Ciguling. Ia dimakamkan di Cicanting Kecamatan Darmaraja. Ia mempunyai dua orang putra, pertama Ratu Istri Rajamantri, menikah dengan Prabu Siliwangi dan mengikuti suaminya pindah ke Pakuan Pajajaran. Kedua Sunan Guling, yang melanjutkan menjadi raja di Kerajaan Sumedang Larang. Setelah Sunan Guling meninggal kemudian dilanjutkan oleh putra tunggalnya yaitu Sunan Tuakan. Setelah itu kerajaan dipimpin oleh putrinya yaitu Nyi Mas Ratu Patuakan. Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai suami yaitu Sunan Corenda, putra Sunan Parung, cucu Prabu Siliwangi (Prabu Ratu Dewata). Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai seorang putri bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata (1530-1578), yang setelah ia meninggal menggantikannya menjadi ratu dengan gelar Ratu Pucuk Umun.

Ratu Pucuk Umun menikah dengan Pangeran Kusumahdinata, putra Pangeran Pamelekaran, Ibunya Ratu Martasari/Nyi Mas Ranggawulung, keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Pangeran Kusumahdinata lebih dikenal dengan julukan Pangeran Santri karena asalnya yang dari pesantren dan perilakunya yang sangat alim. Dengan pernikahan tersebut berakhirlah masa kerajaan Hindu di Sumedang Larang. Sejak itulah mulai menyebarnya agama Islam di wilayah Sumedang Larang.
42/3 <2+1> 4. Sakawayana / Aji Saka [Wretikandayun]
53/3 <2+1> 3. Haris Darma [Wretikandayun]
64/3 <2+1> 2. Jagat Buana / Langlangbuana [Wretikandayun]

4

81/4 <3> 1. Prabu Lembu Agung / Jayabrata / Batara Sakti (Prabu Lembu Peteng Aji) [Wretikandayun]
Титуле : од 778, Sumedang Larang, Prabu Sumedang Larang Ke 2
72/4 <3> Prabu Gajah Agung / Atmabrata [Wretikandayun]
Титуле : од 893, Sumedang Larang, Prabu Sumedang Larang Ke 3
93/4 <3> 2. Prabu Gajah Agung / Atmabrata / Bagawan Batara Wirayuda [Sumedang Larang]
104/4 <3> 3. Sunan Ulun / Mariana Jaya / Batara Dikusuma [Sumedang Larang]

5

111/5 <7> Prabu Pagulingan / Sunan Guling (Jagabaya) [Wretikandayun]
Титуле : од 998, Sumedang Larang, Prabu Sumedang Larang Ke 4
122/5 <9> Sunan Pagulingan ? (Prabu Wirajaya) [Wretikandayun]
Рођење: 1380
Професија : 1414
Смрт: 1437, Raja Sumedang Larang V ( 1414 - 1437 )
133/5 <10> Adipati Prabu Dimuntur [?]

6

141/6 <11> Sunan Guling / Mertalaya [Wretikandayun]
Титуле : од 1114, Sumedang Larang, Raja Sumedang Larang Ke 5
152/6 <11> 1. Ratu Ratnasih / Nyi Rajamatri (Ratu Istri Rajamantri) [Wretikandayun]
163/6 <12+?> Jayadinata [?]
174/6 <12+?> Kusuma Jayadiningrat [Jayadiningrat]
185/6 <12> Mertalaya / Sunan Guling [Sumedang Larang]
196/6 <13> Adipati Kertabumi I or Dmg. Singadiredja [?]

7

211/7 <15+2> 11. Rd. Ceumeut / Raden Meumeut (Raden Ameut) [Pajajaran]
Сахрана: Desa Sindangwasa kecamatan Palasah Jatiwangi KM 51/54 Majalengka
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


282/7 <14> 1. Sunan Tuakan / Tirtakusuma [Wretikandayun]
Титуле : Sumedang Larang, Prabu Sumedang Larang Ke 6 (1237 – 1462 M), kalau jadi Raja 225 tahun, umurnya sekitar 250 thn (perlu validasi)
313/7 <18+?> Sunan Tuakan / Tirta Kusuma (Sunan Patuakan) [Sumedang Larang]
Рођење: 1417
Титуле : од 1437, Ciguling, Pesanggrahan, Sumedang, Raja Sumedang Larang VI
Смрт: 1462
204/7 <15+2> 10. Raden Tenga [Pajajaran]
225/7 <15+2> 17. R. Ne-Eukeun [Pajajaran]
236/7 <15+2> 12. Munding Keleupeung / Munding Kelemu Wilamantri [Pajajaran]
247/7 <15+2> 13. R. Sake Alias Prabu Wastu Dewata [Pajajaran]
258/7 <15+2> 18. Dalem Manggu Larang [Pajajaran]
269/7 <15+2> 14. Munding Sari Ageung / Munding Dalem / Munding II / Prabu Munding Suria Ageung / Prabu Munding Wangi / Munding Sari (Ratu Bancana) [Pajajaran] 2710/7 <15+2> 19. Jaka Puspa Alias Guru Gantangan [Pajajaran]
2911/7 <14> 2. Jayadinata [Wretikandayun]
3012/7 <14> 3. Kusuma Jayadiningrat [Wretikandayun]

8

341/8 <28> 2. Nyai Mas Patuakan / Ratu Sintawati [Wretikandayun]
Рођење: 1444
Титуле : од 1462, Sumedang Larang, Prabu Sumedang Larang Ke-7
Смрт: 1530
362/8 <31+?> Nji Mas Ratu Patuakan [?]
Рођење: 1444
Свадба: <4> Sunan Corenda [Talaga]
Смрт: 1530
Професија : 1530, Ratu Sumedang Larang ( Penguasa VII : 1462 - 1530 )
333/8 <26+3> Prabu Siliwangi III / Raden Ranggamantri (Parunggangsa) [Pajajaran]
Свадба: <5> Ratu Dewi Sunyalarang (Ratu Parung) [Talagamanggung]
Титуле : 1529, Prabu Pucuk Umum Talaga
== Ratu Sunyalarang dan Raden Ragamantri Masuk Islam ==

Pada tahun 1529 Ratu Parung dan Raden Ragamantri mengucapkan syahadatain, masuk agama Islam, melalui dakwah Sunan Gunung Djati yang dibantu para dai Cirebon. Selanjutnya Sunan Gunung Djati (Syaikh Syarif Hidayatullah) memberikan gelar Prabu Pucuk Umum Talaga kepada Raden Ragamantri sebagai bentuk penghormatan kepada beliau dan keluarga besar Talaga serta ungkapan rasa syukur ke Hadhirat Allah Ta'ala.

Hasil pernikahan Ratu Parung, Ratu Sunyalarang dengan Raden Ragamantri, Prabu Pucuk Umum Talaga dikaruniai enam putra, yaitu: Prabu Haur Kuning; Aria Kikis, Sunan Wanaperih; Dalem Lumaju Ageng Maja; Sunan Umbuluar Santoan Singandaru; Dalem Panungtung Girilawungan Majelengka; dan Dalem Panaekan.

Ratu Dewi Sunyalarang pada awalnya dimakamkan di tepi Sungai Cilutung, dan demi keamanan dan pengikisan oleh air kemudian makam beliau dipindahkan ke makam keluarga Raden Natakusumah di Cikiray oleh Raden Acap Kartadilaga pada tahun 1959 M. Sedangkan Raden Ragamantri dimakamkan di tepi Situ Sangiang, makamnya diketemukan pada hari Senin, 22 Rajab 1424 H. atau bertepatan dengan 22 September 2003 oleh penulis. Kuburan beliau terletak diluar bangunan utama tempat penjiarahan, persisnya di bawah rindangnya pepohonan besar ditandai dengan sebatang pohon rotan[10]. Sesuai saran beliau, kuburannya ditandai tiga buah batu biasa sebagi batu nisan.[11]
324/8 <26+3> Munding Sari Leutik / Munding Sari III (Prabu Munding Surya Ageung) [Pajajaran]
355/8 <28> 3. Sari Kencana [Wretikandayun] 376/8 <31+?> Ratu Ratnasih [?]
387/8 <31+?> Sari Kencana [Kencana]
398/8 <27> Prabu Lingga Pakuan [Pajajaran]
409/8 <21+?> 1. Sunan Pada / Rd. Hasata (Dung Wangi) [Pajajaran]
Catatan Admin : Endang Suhendar alias Idang


"SUNAN PADA" beristerikan Nimas Mala Rokaya (buyut Milah) dari Anjatan Indramayu putranya Anta Wahabu dari isterinya Imas Holi, berputra :

  1. . Pangeran Bangsit, menurunkan keturunan di Pawenang Wado (silsilah keturunan Wado)
  2. . Pangeran Jaya Kusumah, menurunkan keturunan di Pawenang Wado (silsilah keturunan Wado)
  3. . NR. Sari Hatin (Ratu Cukang Gedeng Waru) diperiteri oleh Prabu Geusan Ulun (Pangeran Angkawijaya) isteri pertama, menurunkan keturunan Sumedanglarang.
  4. . NR. Gedeng Sari
  5. . NR. Gedeng Tomo
4110/8 <21+?> 2. Romlah Karomah [Pajajaran]
4211/8 <21> 3. Huspita (Ipah Saripah) [Pajajaran]