Raden Paku b. 1442 d. 1506

Из пројекта Родовид

Особа:444099
Рођени род Sunan Giri
Пол мушки
Цело име (рођено) Raden Paku
Друга имена Sunan Giri Satmata

Догађаји

1442 Рођење: Banyuwangi

Рођење једног детета: Sunan Giri Dalem bin Sunan Giri ((Penguasa Kedaton Giri ke II)) [Sunan Giri]

1506 Смрт: Gresik

Напомена

Siapa?

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Ia dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Silsilah

Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.

Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut.

Dalam Hikayat Banjar, Pangeran Giri/Sunan Giri merupakan putera dari pasangan Putri Pasai (Jeumpa?) dengan putera Raja Bali. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok. Pasangan Putri Pasai dengan Raja Majapahit ini telah memperoleh seorang putera. Kemudian Putri Pasai diberikan oleh Raja Majapahit kepada putera dari Raja Bali. Jadi Pangeran Giri saudara seibu dengan putera Raja Majapahit. Mangkubumi Majapahit masa itu adalaha Patih Maudara.

Kisah

Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Dipaksa untuk membuang anaknya, Dewi Sekardadu menghanyutkannya ke laut.

Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudra.

Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimnya dan Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudra. Di sinilah, Joko Samudra, yang ternyata bernama Raden Paku, mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.

Dakwah dan kesenian

Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin kembali ke Jawa. Ia kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, giri berarti gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.

Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.

Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

Masa pemerintahan

Pada masa pemerintahan pertama Giri dibawa Prabu Satmoto, Giri baru nampa pertimbangan strategis, baik dalam hal penyiaran agama maupuak sebagai kota kerajaan. Penobatan Raden Paku dengan gelar Prabu Satmoto bermakna politik yang melahirkan suatu bentuk aparat pemerintahan. Pemilihan tempat kediamannya di atas bukit, tegasnya sebagai ibu kota Kerajaan Giri, terdapat kemungkinan karenn keamanan dari serangan lawan

Hal lain

Kisah Sunan Giri dalam legenda terulang kembali bersama riwayat Sunan Ngampel Denta dan Sunan Bonang. Bahwa bersama Sunan Bonang yang adalah putra Sunan Ngampel Denta, mereka menjadi murid Sunan Ngampel Denta tersebut sebelum mengembara sampai tanah Melaka dan berguru kepada Syekh Wali Lanang, yang ternyata adalah ayah Sunan Giri, jika mengacu Babad Tanah Djawi. Dalam Babad Gresik ayahnya adalah Ishak Maksum, dalam Babad Demak adalah Maulana Ishak. Ketidakpastian macam ini agaknya yang membuat Sumanto Al Qurtuby dalam Arus Cina-Islam-Jawa: Bongkar Sejarah atas Peranan Tionghoa dalam Penyebaran Agama Islam di Nusantara Abad XV & XVI (2003) menyebutkan bahwa “historisitas tokoh ini juga masih kabur”. Meskipun begitu, legenda tentang Sunan Giri yang bernama muda Raden Paku, bahwa ketika bayi dimasukkan peti dan dilempar ke laut, sampai diselamatkan nakhoda kapal dagang milik Nyai Gede Pinatih, berhasil dimanfaatkan De Graaf dan Pigeaud dengan sangat baik.

Bayi itu dilahirkan Dewi Sekardadu, putri raja “kafir” Menak Sembuyu yang pernah disembuhkan Syekh Wali Lanang, yang kemudian jadi suaminya, dari suatu penyakit, meski raja Blambangan itu sendiri tak berhasil dibawanya masuk Islam. Itulah sebabnya ia tinggalkan Blambangan, yang lantas kejangkitan wabah penyakit, dan rakyat menuduh kandungan Dewi Sekardadu sebagai penyebabnya. Bayi itu lantas dilarung. Nyai Gede Pinatih yang memelihara bayi itu disebut sebagai janda Patih Samboja, patih Blambangan, dan tentunya janda pedagang ini Islam, karena menyekolahkan anak angkatnya ini kepada orang suci dari Ngampel Denta. Dalam versi yang dikutip Ridin Sofwan, Wasit, dan Mundiri dalam Islamisasi di Jawa: Walisongo, Penyebar Islam di Jawa, Menurut Penuturan Babad (2000), Patih Samboja adalah Ki Samboja saja, abdi dalem istana Blambangan yang diusir raja, pindah ke Majapahit, dan diberi kedudukan di Gresik. Sepulang dari Melaka, Raden Paku membuka perguruan di Giri yang berarti gunung, tetapi bukan hanya Sunan Giri namanya, melainkan juga Prabu Satmata.

Sumber : Wikipedia, Mei 2010


Од прародитеља до унучад

 
== 1 ==
Raden Paku
Рођење: 1442, Banyuwangi
Смрт: 1506, Gresik
== 1 ==
Деца
Деца
Унучад
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици