Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)

Из пројекта Родовид

Особа:330040
Рођени род Majapahit Rajasa
Пол женски
Цело име (рођено) Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja
Друга презимена Ratu Kenconowungu
Друга имена Bhre Kahuripan di Jiwana
Родитељи

Raden Wijaya / Prabu Kertarajasa Jayawardana [Majapahit Rajasa] d. 1309

Gayatri / Rajapatni / Pusparasmi [Kertanegara] d. 1350

Вики-страница [[1]]
[1]

Догађаји

Рођење једног детета: Dyah Nertaja / Dyah Nartaja (Rajasaduhiteswari Dyah Nartaja) [Majapahit Rajasa]

Рођење једног детета: Dyah Nertaja / Bhre Pajang I [Majapahit Rajasa]

Свадба: Rahaden Cakradhara / Raden Cakradara (Kertawardhana Bhre Tumapel) [Brawijaya] d. 1386

од 1328 Титуле : Majapahit, Raja Majapahit III bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani

1334 Рођење једног детета: Prabu Hayam Wuruk [Majapahit Rajasa] b. 1334 d. 1389

Напомена

Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah penguasa ketiga Majapahit yang memerintah tahun 1328-1351. Dari prasasti Singasari (1351) diketahui gelar abhisekanya ialah Sri Tribhuwanotunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Silsilah Tribhuwana Nama asli Tribhuwana Wijayatunggadewi (atau disingkat Tribhuwana) adalah Dyah Gitarja. Ia merupakan putri dari Raden Wijaya dan Gayatri. Memiliki adik kandung bernama Dyah Wiyat dan kakak tiri bernama Jayanagara. Pada masa pemerintahan Jayanagara (1309-1328) ia diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana bergelar Bhre Kahuripan.

Menurut Pararaton, Jayanagara merasa takut takhtanya terancam, sehingga ia melarang kedua adiknya menikah. Setelah Jayanagara meninggal tahun 1328, para ksatriya pun berdatangan melamar kedua putri. Akhirnya, setelah melalui suatu sayembara, diperoleh dua orang pria, yaitu Cakradhara sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat.

Cakradhara bergelar Kertawardhana Bhre Tumapel. Dari perkawinan itu lahir Dyah Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja. Hayam Wuruk kemudian diangkat sebagai yuwaraja bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana, sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre Pajang.

[sunting] Pemerintahan Tribhuwana Menurut Nagarakretagama, Tribhuwana naik takhta atas perintah ibunya (Gayatri) tahun 1329 menggantikan Jayanagara yang meninggal tahun 1328. Ketika Gayatri meninggal dunia tahun 1350, pemerintahan Tribhuwana pun berakhir pula.

Berita tersebut menimbulkan kesan bahwa Tribhuwana naik takhta mewakili Gayatri. Meskipun Gayatri hanyalah putri bungsu Kertanagara, tapi mungkin ia satu-satunya yang masih hidup di antara istri-istri Raden Wijaya sehingga ia dapat mewarisi takhta Jayanagara yang meninggal tanpa keturunan. Tetapi saat itu Gayatri telah menjadi pendeta Buddha, sehingga pemerintahannya pun diwakili putrinya, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.

Menurut Nagarakretagama, Tribhuwana memerintah didampingi suaminya, Kertawardhana. Pada tahun 1331 ia menumpas pemberontakan daerah Sadeng dan Keta. Menurut Pararaton terjadi persaingan antara Gajah Mada dan Ra Kembar dalam memperebutkan posisi panglima penumpasan Sadeng. Maka, Tribhuwana pun berangkat sendiri sebagai panglima menyerang Sadeng, didampingi sepupunya, Adityawarman.

Peristiwa penting berikutnya dalam Pararaton adalah Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada saat dilantik sebagai rakryan patih Majapahit tahun 1334. Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati makanan enak (rempah-rempah) sebelum berhasil menaklukkan wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit.

Pemerintahan Tribhuwana terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit ke segala arah sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa. Tahun 1343 Majapahit mengalahkan raja Kerajaan Pejeng (Bali), Dalem Bedahulu, dan kemudian seluruh Bali. Tahun 1347 Adityawarman yang masih keturunan Melayu dikirim untuk menaklukkan sisa-sisa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Malayu. Ia kemudian menjadi uparaja (raja bawahan) Majapahit di wilayah Sumatera. Perluasan Majapahit dilanjutkan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, di mana wilayahnya hingga mencapai Lamuri di ujung barat sampai Wanin di ujung timur.

Nagarakretagama menyebutkan akhir pemerintahan Tribhuwana adalah tahun 1350, bersamaan dengan meninggalnya Gayatri. Berita ini kurang tepat karena menurut prasasti Singasari, pada tahun 1351 Tribhuwana masih menjadi raja Majapahit.

[sunting] Akhir Hayat Tribhuwana Tribhuwana Wijayatunggadewi diperkirakan turun takhta tahun 1351 (sesudah mengeluarkan prasasti Singasari). Ia kemudian kembali menjadi Bhre Kahuripan yang tergabung dalam Saptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga raja. Adapun yang menjadi raja Majapahit selanjutnya adalah putranya, yaitu Hayam Wuruk.

Tidak diketahui dengan pasti kapan tahun kematian Tribhuwana. Pararaton hanya memberitakan Bhre Kahuripan tersebut meninggal dunia setelah pengangkatan Gajah Enggon sebagai patih tahun 1371.

Menurut Pararaton, Tribhuwanotunggadewi didharmakan dalam Candi Pantarapura yang terletak di desa Panggih. Sedangkan suaminya, yaitu Kertawardhana Bhre Tumapel meninggal tahun 1386, dan didharmakan di Candi Sarwa Jayapurwa, yang terletak di desa Japan

Извори

  1. Kepustakaan - * Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS
    • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
Rakryan Saunggalah ? (Prabu Ragasuci)
Свадба: Dara Puspa
Титуле : од 1297, Raja Sunda Ke-26
Смрт: 1303
Kertanegara / Sri Jnanabajreswara (śrī Mahārājādhirāja Kŗtanagara Wikrama Dharmmottunggadew)
Свадба: Dara Kencana , Sri Bajradewi
Свадба: Sri Bajradewi
Титуле : 1254, Kediri (East Java), Yuwaraja Kediri bergelar Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murddhaja Namottunggadewa
Титуле : 1268, Raja Singasari
Смрт: 1292
Прародитељи
Родитељи
Bhre Kahuripan I
Рођење:
Родитељи
 
== 3 ==
Jayanagara / Jayanegara (Raden Kalagemet)
Рођење: 1294
Титуле : 1295, Kediri (East Java), Yuwaraja atau raja muda di Kadiri atau Daha (Bhre Daha)
Титуле : од 1309, Majapahit, Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara
Смрт: 1328, Majapahit
Rahaden Cakradhara / Raden Cakradara (Kertawardhana Bhre Tumapel)
Свадба: Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)
Смрт: 1386, Wafat 1386. abu jenasah di dharmakan di Candi Sarwa -Jayapurwa, Desa Japan - Pasuruan
Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)
Свадба: Rahaden Cakradhara / Raden Cakradara (Kertawardhana Bhre Tumapel)
Титуле : од 1328, Majapahit, Raja Majapahit III bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani
== 3 ==
Деца
Prabu Hayam Wuruk
Рођење: 1334
Свадба: Sri Sudewi / Padukasori
Свадба: Selir / Garwo Ampeyan
Титуле : од 1350, Majapahit, Prabu Majapahit IV bergelar Maharaja Sri Rajasanagara
Смрт: 1389
Деца
Унучад
Унучад

Джерельна довідка за населеним пунктом
Остали језици