Pangeran Prawirodiningrat / Tumenggung Kornel

Из пројекта Родовид

Особа:199998
Рођени род Ki Abdullah - Batu Ampar - Guluk Guluk - Sumenep
Пол мушки
Цело име (рођено) Pangeran Prawirodiningrat / Tumenggung Kornel
Родитељи

Pangeran Arya Asirudin / Panembahan Notokusumo / Panembahan Sumolo [Ki Abdullah - Batu Ampar - Guluk Guluk - Sumenep]

Вики-страница [[1]]
[1][2]

Догађаји

Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 1 dari Asirudin

Рођење једног детета: Raden Tumenggung Arya Soeryodipoero [Ki Abdullah - Batu Ampar - Guluk Guluk - Sumenep]

Рођење једног детета: Raden Ayu Sarina [Ki Abdullah - Batu Ampar - Guluk Guluk - Sumenep]

Рођење једног детета: P Adipati Arya Prawiro Adhie Ningrat I / R Bambang Soetikno [Ki Abdullah - Batu Ampar - Guluk Guluk - Sumenep]

Титуле : Jabatan Kolonel Keraton Sumenep Madura

Напомена

Asal Usul Pangeran Adipati Ario Prawiro Adhie Ningrat

Pengeran Adipati Ario Prawiro Adhie  Ningrat merupakan keturunan yang berasal dari Kadipaten Sumenep, dari keturunan R.Moh.Saud (Bendara Moh.Saud) , Adipati Sumenep tahun 1750-1762 M yang bergelar R.Tumenggung Tirtonegoro

Bendara Saud (putra Ki Abdullah Batu Ampar,Guluk Guluk Sumenep)adalah penguasa baru dari kadipaten Sumenep yang berasal dari kaum Santri yang kharismatik ,yang sebelumnya Kadipaten Sumenep dikuasai 0leh Pangeran Alza Cakranegara atau Pengeran Lolos.Diberi gelar “Pangeran Lolos” karena berhasil melarikan diri saat Kadipaten Sumenep diserang /direbut dan dikuasai R.Buka. Namun salah satu ponggawa Sumenep yaitu :R.Tirtonegoro berpangkat Mantri (suami R.Ay.Rasmana, bibi sekaligus penasehat Pangeran lolos) yang tidak suka atas kelakuan R.Buka, merebut kembali dan membunuh R.Buka .Dan setelah berhasil menguasai Sumenep maka kekuasaan Sumenep diserahkan kembali kepada Pangeran Lolos. Akan tetapi oleh Kompeni, Pangeran Lolos dipecat karena dianggap tidak mampu berkuasa karena terbukti melarikan diri saat pemberontakan terjadi. Karena Pangeran Lolos dipecat dan agar pimpinan Sumenep tidak kosong maka atas musyawarah para pini sepuh Sumenep 'R.Ayu Rasmana Tirtonegoro ditunjuk sebagai Penguasa Sumenep'

Setelah R.Tirtonegoro meninggal serta atas hasil Shalat istikharah,R.Ayu Rasmana menikah dengan Bendara Saud, yang selanjutnya Bendara Saud menjadi Adipati Sumenep. Bendara Saud mempunyai dua istri yaitu: Istri Pertama Nyai Izza yang punya dua putra yaitu : 1. Pangeran Aria Pacenan 2. Pangeran Asirudin.

Istri Kedua adalah R.Ayu Rasmana janda R.Tirtonegoro, juga penguasa Kadipaten Sumenep. Beliau tidak punya putra.

Dengan berkuasanya Bendara Saud sebagai Adipati Sumenep, menandai terjadinya pergeseran kekuasaan Sumenep.Yaitu muncul pimpinan Kadipaten Sumenep dibawah pimpinan dari kalangan agamawan.

Извори

  1. Pustaka - 1.Buku Sejarah Sumenep yang disusun oleh TPSS (Tim Penulis Sejarah Sumenep)yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sumenep. 2. Informasi dari Pinisepuh Adipati Arya Prawirodiningrat. 3. Sisllah Keturunan Pangeran Adipati Arya Prwairodiningrat, yang disusun oleh Priyo Anggodo, putra ke 3(tiga) Kel Satria Djdjang Soehandawirya, pada bulan Agustus 1989. 4. Data yang didapat oleh Ibi FIEN SUDARLIYAH HERNOWO (Puteri ke 1(satu) dari Raden Panji Soedono Nataningrat,yang bersumber dan dikutip dari Pustaka Keraton Sumenep, pada tgl 21 Mei 1991 oleh Raden Panji Achmad Asyai, jabatan Kepala Sekolah Sibon I, Kecamatan PAsrepan di Pasuruan. 5. Buku informasi (catatan) Keluarga Besar Ario Abdul Rifai Soeryo Soesoeno, disusun oleh Kel Santoso Soedjono, pada bulan Januari 2002. 6. Informasi dari segenap Keluarga Raden Ario Pratikto Koesoemo, R Ario Soemoridjan, dsb. 7. Up dating Genaalogycal The Royal Family of Ki Abdullah Batu Ampar Guluk-guluk Sumenep, di unggah ke Website htttp://id.rodovid.org/wk, dan ditulis kembali dalam program Microsof Office Visio 2003, oleh H.R.Widodo,AS (keponakanan dari Raden Panji Soedono Nataningrat, dari Kakak beliau, Raden Ayu Klara binti Raden Adipati Arya NOTODININGRAT III, Bupayti Malang. 8. Croos cek Genealogical dilakukan dengan Website Http://Pangeran Ario Adhie Ningrat; SIlsilah Nitidiningrat Pasuruan, Notoadiningrat Malang, Kromodjayan Kanoman_Mojokerto, Kromodjayan Kasepuhan Surabaya, RAA Suryowinoto Bupati Gresik, dan Tulisan bibi kami R Ayu Fien Soedarliyah Nataningrat, di Sidoardjo, R Ayu Hajjah Sri Lestari Boedisanto Nataningrat di Surabaya sejak 2009 s/d 2010.
  2. KOMPAS.com - Sejarah Besuki, dari Solo Sampai Pamekasan Oleh Masuki M. Astro Sejarah Kecamatan Besuki di Kabupaten Situbondo, Jatim, yang bersumber dari peran tokoh Ke Pate Alos dari Pamekasan, Madura, tidak bisa dilepaskan dari Kraton Solo. Ke Pate Alos yang juga dikenal sebagai Raden Bagus (RB) Kasim Wirodipuro adalah demang pertama Besuki. Tokoh yang legendaris di kalangan masyarakat Besuki ini menurut sejumlah tokoh di wilayah itu memiliki darah keturunan raja-raja di Solo. Menurut tokoh masyarakat Besuki, Moh. Hasan Nailul Ilmi, ikatan nasab ke Solo itu terjalin karena Raden Abdullah Surowikromo, kakek dari RB Kasim Wirodipuro disebut-sebut sebagai saudara dari Raden Zaenal Abidin alias Susuhunan Pakubuwono II. "Saya lakukan pengecekan ke Madura, tepatnya di Desan Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, disebutkan bahwa Rabden Abdullah itu saudara Pakubowono II, tapi ketika saya cek ke Kraton Solo disebutkan bahwa beliau justru putera dari Pakubuwono II," katanya. Mengenai hal itu, katanya, dia memang belum mendapatkan kepastian. Namun, yang dia yakini dari sejumlah literatur yang ditemukan arsip nasional di Jakarta, Ke Pate Alos memang memiliki darah keturunan dari Solo. "Makanya tidak heran kalau keluarga keturunan Ke Pate Alos itu dulunya sangat fasih berbahasa Jawa tinggi," katanya. Ia menjelaskan, Raden Abdullah adalah keluarga kerajaan di Solo yang tidak mau kompromi dengan Belanda kemudian berkelana hingga ke Madura. Anak dari keluarga bangsawan inilah yang kemudian membabat alas di wilayah yang kemudian disebut Besuki. Dalam buku Babad Besoeki yang ditulis sekitar 1882 M, dengan penulis tidak tercantum disebutkan bahwa Besuki dulunya merupakan hutan belantara. Meskipun berada di pinggir laut, wilayah itu merupakan daerah subur. Sementara pada waktu bersamaan, di wilayah utara Besuki, yakni di Madura sedang dalam masa paceklik karena daerah itu tandus. Salah satu yang merasakan kondisi paceklik itu adalah Raden Abdurahman Wirobroto, putera dari Raden Abdullah Surowikromo yang tinggal di kawasan yang kini menjadi Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Dalam buku Babad Besoeki bertulis huruf Arab Pegon dan berbahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan oleh Moh. Hasan Nailul Ilmi itu, disebutkan, untuk mengatasi kondisi paceklik berkepanjangan, Raden Abduramhan mencoba mencari alternatif penghidupan ke selatan Madura yang kemudian sampai di Besuki. "Beliau waktu itu menggunakan perahu kecil yang oleh orang Madura disebut perahu kerocok yang digerakkan dengan dayung. Saat itu tahun 1743 M, Raden Abdurahman sendiri pergi ke Besuki dan tiba pertama kali di daerah Nambakor. Beliau sampai tiga kali berkunjung ke Besuki ini," katanya. Sementara pada naskah Babad Besuki yang ditulis Edy Sudiono dan kawan-kawan disebutkan bahwa kapal yang digunakan Raden Abdurahman adalah kapal tongkang yang dilengkapi dengan layar. Baik naskah yang ditulis oleh Edy Sudiono maupun yang diterjemahkan oleh Hasan sama-sama menyebutkan bahwa Raden Abdurahman begitu takjub dengan kesuburan wilayah Besuki yang saat itu belum diberi nama. "Setelah membabat alas, beliau kemudian bercocok tanam di situ. Setelah itu beliau pulang ke Madura. Beliau kemudian kembali lagi ke Besuki dengan membawa anaknya bernama Kasim yang saat itu berusia sembilan tahun, termasuk 20 orang kepala keluarga dari Madura," katanya. Raden Abdurahman berada di Besuki hingga 1760 dan setelah itu kembali ke Madura hingga meninggal di Tanjung, Pademawu. Kiprahnya diteruskan oleh Ke Pate Alos. Menurut Yoyok, tokoh pemuda yang juga gemar menggali sejarah Besuki, karena masih keturunan bangsawan itulah, maka budaya maupun tatakrama masyarakat di Besuki dan kemudian juga di Bondowoso, tergolong halus. Moh. Hasan Nailul Ilmi yang kini memimpin jemaah istighasah setiap malam Jumat di makam Ke Pate Alos tidak hanya gemar mencari koleksi data mengenai sejarah Besuki. Ia bahkan memiliki obsesi menggelar kegiatan setiap 12 Robiul Awal. Tradisi itu merupakan kegiatan rakyat yang digelar oleh Ke Pate Alos dengan nama "Bupak Bumi". Tidak begitu jelas apa arti dari kedua kata itu. Hasan hanya menjelaskan bahwa acara itu digelar di arena terbuka yang diikuti oleh masyarakat Besuki dengan berbagai macam hiburan. Mengenai kemungkinan ada penolakan dari tokoh agama, ia mengemukakan, acara itu harus dikemas secara Islami. "Tujuannya bukan apa-apa, tapi untuk menyadarkan masyarakat Besuki bahwa mereka itu memiliki sejarah besar di masa lalu," katanya. Meminjam istilah budayawan Emha Ainun Nadjib saat mementaskan lakon teater berjudul Tikungan Iblis beberapa waktu lalu, masyarakat Nusantara sebetulnya adalah turunan rajawali, tapi kini menjadi emprit karena keadaan. Hasan agaknya ingin menyadarkan masyarakat Besuki bahwa mereka adalah "keturunan" tokoh berkualitas rajawali, tapi dalam perkembangan sejarah terus meneruskan ’diempritkan". Bersamaan dengan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan warisan budaya masa lalu leluhurnya yang kini masih tersisa, termasuk gedung kantor bekas keresidenan dan kewedanan. Hasan menyayangkan tidak terurusnya warisan budaya itu, termasuk tidak ada perhatian dari pemkab setempat. "Dulu gedung bekas keresidenan dengan kewedanan itu menggunakan marmer Italia, tapi sekarang sudah lenyap semua diganti dengan tegel biasa. Ke mana marmer-marmer itu?," katanya. Sementara Fadli Haroen (39), juru pelihara makam Ke Pate Alos mengemukakan, saat ini tidak ada perhatian serius dari pemkab untuk memelihara warisan yang oleh masyarakat dikeramatkan itu. "Malah justru orang-orang China yang banyak membantu, termasuk membuatkan cungkup makam zaman dulu. Sekarang juga banyak orang China di Besuki ini yang peduli pada makam ini," katanya. Pemkab Situbondo sendiri beralasan kesulitan menangani benda peninggalan sejarah di Kota Kecamatan Besuki, karena ada yang dikuasai perorangan. "Ada beberapa peninggalan sejarah Besuki yang dikuasai perorangan atau yayasan. Seperti Makam Ke Pate Alos kini dikelola oleh yayasan sehingga Pemkab kesulitan menangani," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten Situbondo, Agus Cahyono. Ia mengemukakan, Pemkab akan lebih leluasa mengelola aset itu jika memang keberadaannya menjadi "milik" pemerintah daerah. Kalau dikelola oleh yayasan, ia mengaku pemkab susah untuk "masuk". "Sementara aset berupa bangunan kuno bekas karesidenan yang ada di sebelah timur kantor Polsek, kami masih melacak kepemilikan tanah di tempat itu, sementara bekas kantor kewedanan yang di selatan alun-alun kini memang dikelola pemkab," katanya. Ia mengemukakan, bekas kantor kewedanan itu kini sebagian ditempati untuk kantor SMA Negeri 1 Besuki yang memang baru berdiri. Penggunaan itu dianggap tidak masalah karena tidak mengubah bangunan aslinya. "Kami berupaya nantinya gedung itu akan kami jadikan perpustakaan," katanya singkat. Ia mengakui bahwa Kota Besuki dulu pernah menjadi kabupaten dan keresidenan, dan menyimpan banyak aset bernilai sejarah tinggi. Namun, untuk membuktikannya dia merasa kesulitan mendapat sumber informasinya, kecuali hanya melalui cerita di masyarakat.

Од прародитеља до унучад

Прародитељи
R. Tumenggung Tirtonegoro / Bindhere Saud / Bendoro Moh.Saod
Рођење: Level 1 = Putra dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk.
Професија : Bupati Sumenep, 1750 - 1762
Свадба: Nyi Ezza .
Свадба: Ratu Tirtonegoro
Прародитељи
Родитељи
Raden Arya Pecinan / R Kusumonegoro
Рођење: Level 2 = Cucu dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk.
Свадба:
R Ayu Panembahan Semolo / R Ajeng Maimuna
Рођење: Puteri dari R Tumenggung Marmowidjaya Suryadimenggolo III, Adipati Lasem, Trah/keturunan Raden Patah.
Свадба: Pangeran Arya Asirudin / Panembahan Notokusumo / Panembahan Sumolo , Menikah sebagai isteri ke 1(satu).
Pangeran Arya Asirudin / Panembahan Notokusumo / Panembahan Sumolo
Рођење: Level 2 = Cucu dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk.
Свадба: R Ayu Panembahan Semolo / R Ajeng Maimuna , Menikah sebagai isteri ke 1(satu).
Свадба:
Свадба: R Ayu (nama tdk Tercatat) / Puteri R Sumowidjoyo, Bupati Semarang
Титуле : 1762, Keraton Pajagalan - Sumenep, Penguasa Wilayah Sumenep (Raja) dari tahun 1762-1811; Pendiri Masjid Jamik Sumenep.
Родитељи
 
== 3 ==
Raden Arya Panji Gondokusumo - Pamekasan
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 2 dari Asirudin
R Arya Wasih / R Tjurigonoto
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 3 dari Asirudin
Raden Arya Adipati Pringgoloyo
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 4 dari Asirudin
Професија : Patih di Sumenep
Pangeran Mangkudiningrat Notoprodjo
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 6 dari Asirudin
Титуле : Menantu Bupati Bangil
Raden Ajeng (nama tdk tercatat) / Raden Ayu Tumenggung Puger
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 7 dari Asirudin
Raden Ajeng (nama tdk tercatat) / Raden Ayu Tumenggung Notonegoro
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 8 dari Asirudin
Титуле : Menantu Raden Tumenggung Pandji Tjokronegoro II
Raden Arya Panji Singosari
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 9 dari Asirudin
Raden Arya Pangeran Tedjoadiningrat
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 10 dari Asirudin
Професија : Adipati Sedayu
Pangeran Panggung / Sultan Soeryoadikusumo
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 5 dari Asirudin
Pangeran Prawirodiningrat / Tumenggung Kornel
Рођење: Level 3 = Buyut dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 1 dari Asirudin
Титуле : Jabatan Kolonel Keraton Sumenep Madura
== 3 ==
Деца
P Adipati Arya Prawiro Adhie Ningrat I / R Bambang Soetikno
Рођење: Level 4 = Canggah dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 1 dari Pangeran Prawirodiningrat I.
Професија : Bupati Besuki
Титуле : Bupati pemakai bintang emas dengan kalungya.
Raden Ayu Sarina
Рођење: Level 4 = Canggah dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 2 dari Pangeran Prawirodiningrat I. Menikah dengan R Adipati Wirodipuro (Bupati Namgkaan Bondowoso)
Raden Tumenggung Arya Soeryodipoero
Рођење: Level 4 = Canggah dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Atau putera ke 3 dari Pangeran Prawirodiningrat I.
Професија : Bupati Panarukan
Деца
Унучад
R Adipati Arya Prawiro Adi Ningrat II / R Tumenggung Koso
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (1)
R Ay Tumenggung Suryo Diningrat
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (2)
Професија : di Surabaya
Raden Tumenggung Pandu Suriatmodjo
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (3)
Професија : Bupati Situbondo
R Ayu Soeryo Ismail
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (4)
R T A Suryo Diputro
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (5)
Професија : Bupati Situbondo
R Arya Tum. Surjo Dimenggolo
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (6)
Професија : di Semarang
Raden Ayu Satariyah
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (7)
Професија : Colleteur di Besuki
R Ayu Pangeran Adipati Soeryo Koesoemo
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (8)
Raden Ayu Satiyah
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (9)
Професија : Kepala Gudang di (tdk disebut tempatnya)
R Ayu Syarifah Bondwoso
Рођење: NB: Menikah dengan raden Ayu Syarifah Wirodipuro
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (10)
Raden Ayu Piskal
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (11)
Професија : di Besuki
R Ayu Panji Letnan Hamzah Sumenep
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (12)
R Ay T. Soeryo Adie Ningrat, DR Surabaya
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (13)
R Ayu Subaidah
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (14)
Професија : di Sumenep
Свадба: R A P Kolonel Muhamad Nawawi
Raden Ayu Panji Tirtonegoro
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (15)
Титуле : Menantu Bupati Probolnggo
R Ayu Mariyem
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdullah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. (16)
Титуле : St Bondowoso
Свадба:
Свадба: Pangeran Bantungan, , ST Bondowoso
Raden Ayu Saedah
Рођење: Level 5 = Wareng dari Ki Abdulah (Trah Kraton Sumenep-Madura)- Batu Ampar - Guluk-guluk. Menikah dengan Raden Arya Tirtokoesoemo (Patih Pasuruan)
Унучад

Остали језици