Manikmaya / Sang Resiguru Manikmaya - Индекс потомака

Из пројекта Родовид

Особа:70594
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
11/1 Manikmaya / Sang Resiguru Manikmaya [Calankayana]
Свадба: <1> Dewi Tirtakancana [Tarumanegara]
Титуле : од 526, Kendan, Cicalengka, Raja Kendan I

2

21/2 <1+1> Rajaputera Suraliman / Raja Suraliman Sakti (Sang Suralim) [Manikmaya]
Свадба: <2> Dewi Mutyasari [Kudungga]
Титуле : од 5 октобар 568, Kendan, Prabu Kendan II bergelar Karmadharaja Bhimaparakrama gelar lainnya Baladhika ning Widyabala

3

31/3 <2+2> 1. Sang Kandiawan / Sang Layuwatang (Rahyangta Dewaraja) [Kendan]
Свадба: <3> Déwi Mayangsari / Komalasari Prabhaya [?]
Титуле : Medang Jati, Raja Medang Jati bergelar Rahiyangta ri Medang Jati
Титуле : од 597, Kendan, Prabu Kendan III bergelar Rajaresi Dewaraja
42/3 <2+2> 2. Sang Kandiawati [Kendan]

4

61/4 <3> 1. Sang Mangukuhan / Rahiyang Kuli-kuli [Kendan]
Рођење: 608
Смрт: 710
72/4 <3> 3. Sang Karungkalah / Rahiyang Surawulan [Kendan]
Рођење: 611
Смрт: 644
53/4 <3> 5. Wretikandayun / Sang Suradharmma [Galuh]
Титуле : од 23 март 612, Galuh Kingdom, Raja Galuh I / Prabu Kendan III
Рођење: 619
Свадба: <4> Manawati / Pwah Bungatak Mangalele (Candraresmi) [Resi Makandria]
84/4 <3> 4. Sang Katungmaralah / Rahiyang Pelesawi [Kendan]
Рођење: 614
Смрт: 736
95/4 <3> 2. Sang Sandanggerba / Rahiyang Rawunglangit [Kendan]
Рођење: 616
Смрт: 699

5

101/5 <5+4> Rahiyang Sempakwaja / Batara Danghyang Guru Sempakwaja [Galuh]
Рођење: 620, Galunggung, Pendiri kerajaan Galunggung
Свадба: <5> Nay Pohaci Rababu [?]
112/5 <5+4> Rahiyang Kidul / Resi Guru Jantaka [Galuh]
Рођење: 622
123/5 <5+4> Rahiyang Mandiminyak / Amara [Galuh]
Рођење: 624
Свадба: <6> Dewi Parwati [Kalingga]
Свадба:
Свадба: <5!> Nay Pohaci Rababu [?]
Свадба:
Титуле : од 702, Galuh, Raja Galuh II

6

131/6 <12+5> w Bratasenawa / Prabu Sanna [Galuh]
Свадба: <7> Dewi Citrakirana [Indraprahasta]
Свадба: <14!> Sannaha [Kalingga]
Титуле : од 709, Galuh, Raja Galuh Ke 3 dengan gelar Prabu Bratasenawa
152/6 <10+5> Demunawan / Seuweukarma (Rahingtang Kuku) [Sunda-Galuh]
Титуле : 11 април 732, Kuningan, Raja Kuningan I bergelar Rahingtang Kuku
Dari naskah Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa, kita tahu bahwa nama Raja Saunggalah I bernama Resiguru Demunawan. Kedudukan sebagai penguasa di wilayah tersebut diberikan oleh ayahnya, yakni Sempak Waja, putra Wretikandayun pendiri Galuh. Resiguru Demunawan merupakan kakak kandung dari kakak kandung Purbasora, yang pernah menjadi raja di Galuh pada 716-732. Demunawan memiliki keistimewaan dari saudara-saudara lainnya, baik sekandung maupun dari seluruh keturunan Kendan. Sekali pun tidak pernah menguasai Galuh secara fisik, namun ia mampu memperoleh gelar resi guru, sebuah gelar yang tidak sembarangan bisa didapat, sekali pun oleh raja-raja terkenal, tanpa memilik sifat ksatria minandita. Bahkan pasca Tarumanagara, gelar ini hanya diperoleh Resiguru Manikmaya, pendiri Kendan, Resiguru Darmasiksa, dan Resiguru Niskala Wastu Kancana raja di Kawali. Seorang raja bergelar resiguru diyakini telah mampu membuat sebuah ajaran (pandangan hidup) yang dijadikan acuan kehidupan masyarakatnya.
143/6 <12+6> Sannaha [Kalingga]
164/6 <10+5> Purbasora [Galuh]
175/6 <11> Balangantrang / Bimaraksa [Galuh]

7

181/7 <13+14!> Rakryan Sanjaya / Rakryan Jambri / Rakryan Mataram (Prabu Harisdarma / Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya) [Sunda]
Свадба: <8> Déwi Sudiwara [Kalingga]
Свадба: <9> Tejakancana / Nay Sekarkancana (Nay Sekarkancana) [Sunda]
Титуле : од 723, Raja Sunda II / Raja Medang I / Raja Galuh IV bergelar Maharaja Bimaparakarma Prabu Maheswara Sarwajitrasatu Yudapurnajaya
Смрт: 754
Prabu Sanjaya selain raja untuk Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh, dan pendiri Kerajaan Medang/Mataram Kuno yang merupakan wilayah Kalingga Utara. Penguasaan Kerajaan Kalingga dimungkinkan setelah Sang Maharani Ratu Sima mangkat
192/7 <15> Déwi Kancanasari [Saunggalah]
203/7 <15> Déwi Kancanawangi [Saunggalah] 214/7 <16> Wijayakusuma [Galuh]

8

251/8 <21> Premana Dikusuma / Bagawat Sajalajala (Raja Galuh V) [Galuh]
Рођење: 683
Свадба: <12> Naganingrum [?]
Свадба: <13> Dewi Pangreyep [Sunda]
222/8 <18+9> Rakeyan Panabaran / Tamperan Barmawijaya [Sunda-Galuh]
Свадба: <13!> Dewi Pangreyep [Sunda]
Титуле : од 732, Prabu Sunda III / Prabu Galuh V
Смрт: 739
233/8 <19+10> Rakeyan Medang / Prabu Hulukujang [Sunda]
Титуле : од 746
Смрт: 783
244/8 <18+8> Sri Maharaja Rakai Panangkaran / Sailendrawangsatilaka (Tejahpurnapane Panamkarana) [Sunda-Galuh]
Титуле : ~ 770, Medang, Mataram, Prabu Medang II bergelar Sri Maharaja Rakai Panangkaran Dyah Pancapana
Maharaja Rakai Panangkaran menempati urutan kedua dalam daftar raja-raja Kerajaan Medang versi prasasti Mantyasih. Namanya ditulis setelah Sanjaya, yang diyakini sebagai pendiri kerajaan tersebut. Prasasti ini dikeluarkan oleh Maharaja Dyah Balitung pada tahun 907, atau ratusan tahun sejak masa kehidupan Rakai Panangkaran.

Sementara itu, prasasti yang berasal dari zaman Rakai Panangkaran adalah prasasti Kalasan tahun 778. Prasasti ini merupakan piagam peresmian pembangunan sebuah candi Buddha bernama Tarabhavanam (Buana Tara) untuk memuja Dewi Tara. Pembangunan ini atas permohonan para guru raja Sailendra. Dalam prasasti itu Rakai Panangkaran dipuji sebagai Sailendrawangsatilaka atau “permata Wangsa Sailendra”. Candi yang didirikan oleh Rakai Panangkaran tersebut sekarang dikenal dengan sebutan Candi Kalasan.

Periode pemerintahannya ditandai dengan giatnya pembangunan candi-candi beraliran Buddha Mahayana di kawasan Dataran Prambanan. Selain candi Kalasan, berapa candi yang diperkirakan dibangun atas prakarsa Rakai Panangkaran antara lain Candi Sari yang dikaitkan sebagai wihara pendamping Candi Kalasan, Candi Lumbung, Prasada Vajrasana Manjusrigrha (Candi Sewu), dan Abhayagiri Vihara (kompleks Ratu Boko).[1]

Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 M menyebutkan tokoh bernama Tejahpurnapane Panamkarana (Rakai Panangkaran) mengundurkan diri sebagai Raja karena menginginkan ketenangan rohani dan memusatkan pikiran pada masalah keagamaan dengan mendirikan wihara yang bernama Abhayagiri Wihara, yang dikaitkan dengan kompleks Ratu Boko. Diperkirakan Raja Panangkaran telah wafat sebelum Candi Sewu dan Abhayagirivihara rampung, sehingga ia tidak sempat menyaksikan beberapa karyanya (Candi Sewu)
265/8 <18> w Sri Maharaja Rakai Panunggalan / Dharanindra (Indra / Maharaja Wisnu) [Wangsa Sanjaya]
Титуле : 782проц, Medang, Mataram, Prabu Medang III bergelar Sri Sanggrama Dhananjaya