R Tum Yudanegara I - Banyumas - Индекс потомака

Из пројекта Родовид

Особа:610802
Generation of a large tree takes a lot of resources of our web server. Anonymous users can only see 7 generations of ancestors and 7 - of descendants on the full tree to decrease server loading by search engines. If you wish to see a full tree without registration, add text ?showfulltree=yes directly to the end of URL of this page. Please, don't use direct link to a full tree anywhere else.
11/1 <?> # R Tum Yudanegara I - Banyumas [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
Смрт: seda ing masjid
NB: Babad Banyumas setelah zaman penjajahan yang terkait dengan hubungan trah dengan Kerajaan Mataram II ( Kerta, Kartosuro, Surakarta sampai Yogjakarta), melalui trah Tumenggung Adipati Yudanegara I ( Mertayuda II) pada masa Kadipaten Banyumas Kejawar, awal zaman penjajahan Kompeni Belanda ( awal abad ke 17), hingga zaman Banyumas - Purwokerto pada masa penjajahan Pemerintahan Kolonial Hindia belanda awal abad ke 19 s/d medio abad ke 20

2

21/2 <1+?> R Tumenggung Yudanegara II / R Bagus Mali - Banyumas [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta] 32/2 <1> Raden Nganten Mangunyudo - Banjar [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
43/2 <1> Raden Nganten Wangsanegara [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
54/2 <1> Kyai Somawangsa [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
65/2 <1> Kyai Martayudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
76/2 <1> Kyai Somadirana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
87/2 <1> Kyai Patradirana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
98/2 <1> Kyai Gandrayudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
109/2 <1> Kyai Suroyudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
1110/2 <1> Kyai WIrodirana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
1211/2 <1> Kyai Martonegoro [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
1312/2 <1> Kyai Mangundjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
1413/2 <1> Nyai Ajeng Patramenggala [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
1514/2 <1> Nyai Ajeng Tisnawidjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]

3

181/3 <2+2> Raden Tumenggung Kanduruan [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
Професија : Bupati Roma
162/3 <2+3> # Bagus Kunting / R Tum. Yudonegara III / / Raden Mertawidjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
*Yudanegara II meninggal di Pendapa Si Panji sehingga ia mendapatkan nama Anumerta Tumenggung Seda Pendapa. Kematiannya cukup misterius karena versi-versi babad memberikan kesaksian yang berbeda-beda.
  • Ada yang menyebutkan bahwa Yudanegara II meninggal karena sakit jantung atau ketakutan mendapat hukuman raja akibat pembelotannya terhadap raja ketika peristiwa Geger Pacina. Versi lain menyatakan Yudanegara II melakukan bunuh diri setelah mendapat kabar dari putranya (Panji Gandakusuma) bahwa raja akan menghukumnya sebagai akibat kepulangan-nya dari Kartasura ke Banyumas.
  • Yuda¬negara II tidak sependapat dengan raja yang mendukung pemberontakan Cina tersebut Yudanegara ii berhasil meloloskan diri dari maut dalam pertempuran di daiam benteng dan pulang ke Banyumas (Remmelink, 2002; 206-207; bdk. Kasdi 2003: 401-402),
  • Salah seorang korban dari Banyumas adaiah Ngabehi Mangunyuda (Ngabehi Banjar-negara) yang mendapat nama anumerta Mangunyuda Seda Loji.
173/3 <2+2> Bagus Demag [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
194/3 <2+1> Raden Ayu Resapradja [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
205/3 <2> Nyai Wiromantri - Wirasaba [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
216/3 <2> Nyai Wongsonegoro [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
227/3 <2> Nyai Wangsengrana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
238/3 <2> Nyai Ajeng Dipoyudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
249/3 <2> Nyai Djaleksana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
2510/3 <2> Nyai Mertamenggala [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]

4

261/4 <16+4> Raden Gandakusuma / R Tumenggung Yudonegoro IV [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta] 272/4 <16+4> Mas Ngabei Mertawidjaya - Banyumas [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
283/4 <16+4> Mas Ngabei Mangkuwidjoyo - Purbalingga [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
294/4 <16+5> Mas Ajeng Nganten Martawirono [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
305/4 <16+5> Kyai Dipoyudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
316/4 <16+6> Mas Riya Mandura [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
327/4 <16+6> Mas Riya Djayasupanta [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
338/4 <16+6> Mas Mertawidjaya / R Tumenggung Danukusumo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
349/4 <16+6> Mas Ajeng Akhmad [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
3510/4 <16+6> Mas Ajeng Tjitrodiwiryo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
3611/4 <16+6> Mas Ajeng Mertawidjoyo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
3712/4 <16+7> Raden Nganten Puspowidjoyo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
3813/4 <16+7> Raden Nganten Surodiningrat [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
3914/4 <16+7> Raden Ayu Balitar - Mangkubumi Surakarta [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4015/4 <16+7> Raden Nganten Suroyudo - [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4116/4 <16+7> Raden Surodiprana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4217/4 <16+7> Raden Mertadiwangsa [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4318/4 <16+8> Mas Ngabei Ranuwidjoyo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4419/4 <16+8> Kyai Surodiwirya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4520/4 <16+8> Kyai Ranudirdjo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4621/4 <16+8> Mas Ngabei Kertowidjoyo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4722/4 <16+8> Ki Trunowidjoyo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4823/4 <16+9> Mas Ajeng Patrawidjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
4924/4 <16+9> Ki Wongsodipuro [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5025/4 <16+9> Mas Ajeng Tuwan Sarid [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5126/4 <16+9> Mas Ngabei Mangkudikoro [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5227/4 <16+9> Mas Ajeng Wongsodirono [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5328/4 <16+10> Mas Ajeng Jaganegara [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5429/4 <16+10> Mas Ajeng Notoyudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5530/4 <16+10> Nyai Martawecana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5631/4 <16+10> Mas Martayudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5732/4 <16+10> Mas Ajeng Hadangkara [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5833/4 <16+11> Mas Ngabei Mangkudiwiryo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
5934/4 <16+11> Ki Mertadiwiryo Mangkubumi - Surakarta [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
6035/4 <16+11> Mas Ajeng Wirotirto [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
6136/4 <16+12> Mas Tirtodiwiryo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
6237/4 <16+13> Mas Ajeng Wongsodikromo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
6338/4 <16+14> Raen Ayu Demang [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]

5

641/5 <27> # R Adipati Mertadiredja I / R Adipati Bratadiningrat [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: R Tum.Bratadinngrat kedudukan pada genealogycal Level 3: Cucu RT Yudanegara /
Титуле : Wedana Bupati Kanoman Banyumas Th. 1816 - 1830
Сахрана: Dimakamkan di Pesarean Kebutuh - Sukaradja.
Dengan mengucap Syukur Ke hadirat ALLAH Subbhanawattaalla, pengunggah telah dapat mengupdate Sarasilah Diposoepanan - Patih Purwokerto, diunggah dari data hasil tulisan ketik Silsilah oleh R. Sastrodihardjo pada tgl 01 Desember 1934, didalam Website:http://id.rodovid.org/wk xxxxx dikerjakan oleh Haji R.Widodo AS, di Surabaya pd tgl. 14 Juni 2010 bersama hard copy. Sehubungan pengunggah adalah masih keturunan Trah Brotodiningratan Banyumas dari Pancer Ibu, adalah sbb: HR Widodo AS(pengunggah), bin R Ayu Roesmini_R Achmad Soesandi binti R Ay Koesmini_R.B.Roestamadji, bin R.Ng.Djajasoebrata bin R Tumenggung Djayadiredja, bin R Bei Kertadiredja, bin R Adipati Brotodiningrat, Bupati Purwokerto 1816-1830.

Pengunggah Silsilah juga membuat Silsilah dari pancer keluarga kedua orang tua (Ayah/Ibu) serta keluarga kedua Eyang_Buyut, diantaranya adalah:

  • Trah Kyai Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran _ Surabaya
  • Trah Kyai Dermoyudo_Surabaya s/d Trah Kromodjayan Kasepuhan-Kanoman (Surabaya_Mojokerto)
  • Trah Kyai Nitiadiningrat_Pasuruan s/d Trah Notodiningrat III_Malang
  • Trah Kyai Tumenggung Poesponegoro Gresik
  • Trah R Adipati Panji Arya Suryowinoto_Gresik
  • Trah Kyai Abdullah - Sumenep Madura;

Serta Silsilah dati pancer isteri pengunggah Silsilah Hj Sri Lestari Handayani dari pancer keluarga kedua orang tua, dalah sbb

  • Trah Sultan Trenggana_Demak Bintoro;
  • Trah Bandoro Pangeran Harya Soeronegoro (menantu Susuhunan PB II Surakarta)
  • Trah nDoro HOOP_Pekalongan.

Saya sangat menyetujui dari yang ditulis oleh leluhur R.Sastrodihardjo dalam Penutup Sarasilah Diposoepanan, mengenai: PENGET: "Serat sarasilah poeniko kasimpen ingkang ngatos-atos, kengingo kangge tjepenganipoen poetro wajah panjenengan ing tembe wingking. Kedjawi saking poeniko, menawi wonten lepatipoen, kirang-langkoengngipoen, toewin wonten ewah-ewahanipoen, kadosto ewahing poetro, moegi karsohon ngewahi pijambak." ( Silsilah ini untuk disimpan dengan hati-hati, agar dapat dipergunakan sebagai pegangan anak cucu semua dibelakang hari. Selain dari hal tersebut, apabila ada kesalahan, kurang lebihnya serta ada perubahan, seperti misalnya tambahnya putra. Sudi apakiranya untuk menambahkan."

Dalam menjalankan amanat PENGET tersebut, perlu pengunggah tegaskan bahwa setiap SILSILAH YANG DIBUAT OLEH SIAPAPUN, DIHARAPKAN BERTUJUAN UNTUK MEMBANGUN KEMBALI KEAKRABAN/SILATUROCHMI KELUARGA SEMATA, GUNA MENCAPAI IKATAN KELUARGA YANG KUAT_ SEHAT_SEJAHTERA, TERLEPAS DARI HAL-HAL NEGATIF (Politis, Agama, Kepentingan pribadi, dan Diskriminasi); Mengingat kemajuan Jaman dan Kaidah Agama, maka keberadaan Silsilah dapat dipakai sebagai pedoman untuk beberapa hal yang perlu dihindari dalam hidup berkeluarga,dijelaskan dalam Kitab suci Al Qur'an, Surat An Nisaa

  • ayat 1 : Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
  • ayat 23 Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
  • ayat 24 dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  • Sedangkan pratijau dari Ilmu pengetahuan yang dijelaskan dalam: Dasar-dasar Genetika Biokemis Manusia ( Prof Dr,M.Ismadi –Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ( akibat in-sex ); serta Hukum dan Budaya.


  • Catatan :

Jenjang susunan pada Silsilah Keluarga atau Genealogy Diagram dibuat / dimulai dari atas yaitu yang tertua kebawah s/d. keturunan termuda, ini menganut pakem budaya Jawa Kasunanan Surakarta Hadiningrat khususnya dan pada umumnya, atau dikenal dengan nama Trah = Keturunan. Penulisan silsilah dibuat rentang jenjang setiap /sampai ke 10(sepuluh) level / graad). Dibuat berdasarkan petujuk membuat silsilah dalam buku "Serat Piagem Sentana “ (gebookteakte) ngrewat sala-silahing ing Kasunanan Surakarta Adiningrat (Paku Buwana)", yaitu dimulai dari:

  • Pancer …………… = Trah adalah nama nenek moyang/leluhur yang dijadikan pedoman cikal bakal yang menurunkan
  • Level/urutan 1 = Anak / putera
  • Level/urutan 2 = Cucu
  • Level/urutan 3 = Buyut
  • Level/urutan 4 = Canggah
  • Level/urutan 5 = Wareng
  • Level/urutan 6 = Udeg-udeg
  • Level/urutan 7 = Gantung Siwur
  • Level/urutan 8 = Gropak senthe
  • Level/urutan 9 = Debog bosok
  • Level/urutan 10 = Galih Asem.

Urutan penulisan dimulai dari Pancer, misal yang dianut pancer laki-laki (patrinial), yang kemudian sampai rentang keturunan kesepuluh (Galih Asem), dan yang kemudian akan menjadi “Pancer” Trah/Keturunan berikutnya. Dengan adanya fasilitas dari genealogical chart di website http://id.rodovid.org/wk/...., maka 10(sepuluh) level / graad oleh penulis diterapkan. Sedangkan dalam hardcopy penyusun gunakan dalam bentuk simbul-simbul yang nampak pada pembagian kelompok level (dapat dilihat samping kiri & di kiri bawah lembar silsilah). Dapatlah kami sampaikan bahwa silsilah ini (Family Tree) pancer Laki-laki terbentuk dan akan berakhir jika keturunan berstatus perempuan. Artinya dari keturunan seorang Ibu yang semula dari marga A, anak keturunannya akan ikut pada suaminya misal marga B. Hal ini tidak mengubah makna apapun, ini hanyalah ilustrasi susunan keluarga walaupun menganut garis perempuan (matrinial) kesemuanya dibuat menganut petunjuk cara menulis silsilah yang benar.

Hormat Pengunggah,

HR Widodo AS,
862/5 <48> # 3. Krt. Secodiningrat I / Raden Luwar / Tan Jing Sing [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
Рођење: 1760
Смрт: 10 мај 1831
Lurahing Pacino

Kapitan Tan Jin Sing Pertautkan Budaya Jawa dan Budaya Tionghoa

Oleh: Sutirman Eka Ardhana


KAPITAN Tan Jin Sing, sebuah nama yang terpatri hingga hari ini, khususnya di dada sebagian besar masyarakat keturunan Tionghoa di Yogyakarta dan sekitarnya. Nama ini tidak saja sebagai lambang kebanggaan masa lalu, tetapi juga merupakan bukti sejarah dari pengabdian masyarakat Tionghoa dalam sejarah perjalanan Kasultanan Ngayogyakartahadiningrat. Dan, pengabdian masyarakat keturunan Tionghoa itu ternyata sangat besar artinya. Ini terbukti dengan terdapatnya tiga keturunan Tionghoa di lingkungan Keraton Yogyakarta, masing-masing Trah Secodiningrat, Trah Honggodrono, dan Trah Kartodirjo. Trah Secodiningrat merupakan trah yang diturunkan oleh KRT Secodiningrat, seorang Bupati Nayoko (setingkat menteri) di masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono III atau yang dikenal dengan sebutan Sultan Raja. Siapakah Kanjeng Raden Temenggung Secodiningrat itu? Nama bangsawan ini tidak dapat dipisahkan dengan nama Kapitan Tan Jin Sing. Karena nama KRT Secodiningrat merupakan nama gelar kebangsawanan Kapitan Tan Jin Sing yang diberikan Sri Sultan Hamengku Buwono III. Dan sebagai Kapitan yang merupakan pimpinan masyarakat Cina (Tionghoa) atau disebut Lurahing Pacino di masa itu, ia merupakan tokoh yang telah mengawali mempertemukan budaya Jawa dengan budaya Tionghoa.

Siapa Dia Sebenarnya? Karena namanya Tan Jin Sing, banyak yang mengira bahwa ia adalah seorang lelaki gagah, tampan, bermata agak sipit dan berkulit kuning dengan rambut berkucir. Padahal dugaan itu meleset. Tan Jin Sing seorang lelaki tampan, berwibawa, berkulit hitam manis, dan tidak bermata sipit. Sorot matanya tajam dan bersih, seperti bangsawan-bangsawan Jawa lainnya di masa itu. Tan Jin Sing memang tumbuh dan besar di lingkungan keluarga Oei The Long, seorang kaya dan juragan gadai di Wonosobo (sekarang masuk Jawa Tengah). Meski kulit dan matanya berbeda jauh dengan keluarga Oei The Long atau oleh masyarakat sekitar waktu itu dikenal dengan panggilan Bah Teng Long, namun tidak banyak yang percaya jika Tan Jin Sing sesungguhnya bukan berasal dari darah keturunan Oei The Long. Hingga sekarang, masih ada yang meyakini jika Kapitan Tan Jin Sing yang terkenal dan perkasa itu benar-benar berdarah Tionghoa dan putera kandung dari juragan gadai Oei The Long. Sesungguhnya Tan Jin Sing keturunan asli bangsawan Jawa. Ia merupakan cicit dari Adipati Danurejo I, patih pada pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Bahkan jika ingin menelusurinya lagi ke atas, Tan Jin Sing merupakan keturunan dari Sunan Amangkurat Agung di Mataram. Kenapa bisa begitu? Beginilah riwayatnya. Bupati Banyumas Raden Temenggung Yudonegoro III yang merupakan keturunan dari Sunan Amangkurat Agung itu berputera 27 orang dari tiga isteri dan enam orang selir. Anaknya yang ke-16 seorang puteri bernama Raden Ayu Patrawijaya diperisteri Demang Kalibeber, Wonosobo. Dari perkawinannya dengan Demang Kalibeber, Ray Patrawijaya memperoleh tiga orang putera. Anaknya yang bungsu seorang lelaki, diberi nama Raden Luwar. Belum lagi Raden Luwar dewasa, ayahnya yang Demang Kalibeber meninggal dunia. Seorang kaya di Wonosobo, teman dekat Demang Kalibeber, yakni juragan gadai Oei The Long menaruh kasihan pada si kecil Raden Luwar yang sudah menjadi yatim itu. Oei The Long lalu meminta kepada RAy Patrawijaya agar diperkenankan memelihara dan membesarkan Raden Luwar. Permintaan Oei The Long dikabulkan. Raden Luwar pun lalu diangkat sebagai anak angkatnya. Tetapi perkembangan tidak berhenti di situ. Pertautan batin antara seorang ibu dengan anaknya ternyata tak dapat diputuskan begitu saja. Hampir tiap hari RAy Patrawijaya selalu ingin bertemu dengan anaknya. Demikian pula halnya dengan si kecil Raden Luwar, ia selalu bermurung diri dan menangis ingin bersama ibunya. Perkembangan itu membuahkan situasi yang baru pula. Karena sering bertemu, cinta pun tumbuh di hati Oei The Long dan RAy Patrawijaya. Demi perkembangan jiwa Raden Luwar, akhirnya RAy Patrawijaya menikah dengan Oei The Long secara Islam. Karena secara kebetulan, Oei The Long juga seorang Tionghoa penganut Islam. Begitu resmi menjadi anak tirinya, Oei The Long yang anak Kapitan Oei Tiong Haw di Semarang itu lalu memberi nama Tionghoa kepada Raden Luar. Nama Tionghoa yang diberikan kepada Raden Luar itu, adalah Tan Jin Sing.

Pindah ke Yogyakarta Ketika Pangeran Mangkubumi berhasil mendapat sebagian wilayah Mataram sesuai dengan Perjanjian Giyanti dan mendirikan Kasultanan Ngayogyakartahadiningrat di tahun 1757, kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I, Bupati Banyumas Yudonegoro III ditarik ke Yogyakarta. Ia lalu diangkat sebagai Patih dan diberi gelar Kanjeng Adipati Danurejo I. Pengangkatan Yudonegoro III sebagai patih dikarenakan jasanya yang besar terhadap Pangeran Mangkubumi dalam perjuangan untuk mendapatkan haknya di Mataram. Anak Yudonegoro III yang sulung menggantikan kedudukannya sebagai Bupati Banyumas dengan gelar Yudonegoro IV. Kepindahan Yudonegoro II ke pusat pemerintahan di Yogyakarta dan memangku jabatan baru sebagai Patih, diikuti oleh sejumlah keluarganya bahkan juga juragan Oei The Long yang menjadi menantunya itu. Sejak itulah Raden Luwar yang sudah bernama Tan Jin Sing itu menetap di pusat Kesultanan Yogyakarta. Setelah dewasa Tan Jing Sing menikah dengan salah seorang puteri Kapitan Yap Sa Ting Ho, Kapitan Cina di Yogyakarta masa itu. Pernikahannya dengan puteri Kapitan Yap Sa Ting Ho inilah yang membawa derajat Tan Jin Sing menjadi naik. Sebagai menantu seorang Kapitan, Tan Jin Sing cukup disegani oleh masyarakat Tionghoa di Yogyakarta waktu itu. Terlebih lagi ia memang seorang lelaki perkasa dan memiliki kedigdayaan yang cukup tinggi. Sehingga ketika Kapitan Yap Sa Ting Ho meninggal, Tan Jin Sing lalu diangkat sebagai Kapitan atau Lurahing Pacino di Yogyakarta.


Diangkat Bupati Nayoko Ketika Raffles dengan pemerintahan Inggerisnya berkuasa di Jawa (1813 – 1815) terjadi keguncangan di Kesultanan Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono II menolak tunduk kepada perintah Raffles. Penolakan itu membuat Raffles mengirim pasukannya untuk menghukum Sultan. Pasukan yang dikirim Raffles terdiri dari pasukan India dan Gurkha, yang oleh rakyat di Yogyakarta ketika itu disebut sebagai pasukan Sepehi. Sementara ketika itu di dalam keraton terjadi perselisihan antara Sri Sultan Hamengku Buwono II dengan putera mahkotanya yang bernama Sultan Raja. Perselisihan itu dimanfaatkan oleh Raffles untuk menyingkirkan Sri Sultan Hamengku Buwono II dari tahta singgasananya. Akibatnya di Yogyakarta waktu itu terjadi peristiwa berdarah yang diebut “Geger Sepehi”. Perselisihan antara ayah dan anak itu berlanjut dengan kontak senjata antara prajurit-prajurit pengikut Putera Mahkota dengan prajurit-prajurit yang setia kepada Sri Sultan Hamengku Biwono II atau dikenal juga dengan sebutan Sultan Sepuh. Dalam perang saudara itu Kapitan Tan Jin Sing berpihak kepada Sultan Raja dengan memberikan bantuan berupa segala kebutuhan perang sampai kebutuhan bahan makanan. Ketika Sultan Sepuh berhasil diasingkan Raffles ke Pulau Pinang (Malaysia), Sultan Raja naik tahta dan bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono III. Naiknya Sultan Raja sebagai Sultan, derajat Tan Jin Sing pun terus menaik. Sri Sultan yang merasa berhutang budi kepada Kapitan Tan Jin Sing atas bantuan dan peranannya yang besar, lalu mengangkatnya sebagai seorang Bupati Nayoko di Keraton Yogyakarta dan diberi nama Raden Temenggung Secodiningrat. Selain mendapat kedudukan sebagai Bupati Nayoko, ia pun mendapat tunjangan dari Sri Sultan sebesar 1000 ringgit setiap bulannya. Dalam keputusan Sri Sultan Hamengku Buwono III saat itu disebutkan bahwa tunjangan jabatan itu diberikan turun temurun, asal yang menjadi raja masih berdarah Sultan Raja. Sri Sultan juga memberikan hadiah tanah kepada Kapitan Tan Jin Sing. Tanah yang dihadiahkan itu terletak di Desa Padokan, Bantul, di samping wilayah tertentu di dalam pusat kota yang berada di bawah pengawasannya. Wilayah yang berada di bawah pengawasan Kapitan Tan Jin Sing yang sudah bergelar KRT Secodiningrat itu disebut tlatah atau Bumi Secodiningrat. Wilayah pengawasannya meliputi Pajeksan, Pecinan (Malioboro), Gondomanan dan lainnya. Kemudian setiap anak lelaki dari keturunan KRT Secodiningrat diberi hak untuk mendapatkan gelar Raden, dan bila anak sulung lelaki diharuskan mempergunakan nama kebangsawanan Jawa. Sedang setiap anak perempuan dari keturunannya berhak menggunakan gelar Raden Roro, dan bila menikah dengan seorang bangsawan memperoleh gelar Raden Nganten.

Trah Secodiningrat Semasa hidupnya KRT Secodiningrat atau Kapitan Tan Jin Sing (1760-1831) mempunyai tiga isteri, isteri pertama berdarah Tionghoa Peranakan dengan sebutan Nyonya Kapitan. Isteri kedua, perempuan Jawa bergelar Mas Ajeng Secodiningrat Sedang isteri ketiganya juga seorang perempuan yang dipanggil dengan sebutan Raden Nganten Secodiningrat. Dari kedua orang isteri itulah kemudian keturunan KRT Secodiningrat terus berkembang hingga hari ini. Ketika meninggal dunia, ia dimakamkan di Desa Padokan, Bantul. Kedudukannya sebagai Bupati Nayoko kemudian digantikan oleh putera sulungnya dari isteri anak Kapitan Yap Sa Ting Ho, yang kemudian bergelar KRT Secodiningrat II. Dikarenakan mempunyai dua orang isteri yang berbeda darah keturunannya, berdarah Tionghoa dan Jawa, hingga hari ini keturunan Secodiningrat yang tersebar di berbagai kota terdiri dari dua kelompok budaya, yakni kelompok budaya Tionghoa dan kelompok budaya Jawa. Meskipun secara sepintas terlihat adanya perbedaan latar belakang budaya di antara dua kelompok keturunan Secodiningrat ini, namun pada dasarnya mereka tetap satu, yaitu keluarga besar KRT Secodiningrat, dan bersatu di dalam wadah Trah Secodiningrat. Jumlah anggota Trah Secodiningrat cukup banyak, dan tersebar di berbagai kota, terutama di Jawa. Untuk mengikat tali hubungan satu sama lain, dulu setiap bulan sekali anggota trah ini selalu bertemu. Dan, bila Hari Raya Idul Fitri tiba, sudah dapat dipastikan semua keluarga besar Trah Secodiningrat berkumpul mengadakan syawalan bersama. Pertemuan syawalan bersama itu tidak saja dihadiri oleh anggota trah yang beragama Islam, tetapi juga dihadiri anggota trah yang beragama lainnya, seperti Katholik, Kristen, dan Buddha. Ini merupakan bukti bahwa keturunan KRT Secodiningrat atau Kapitan Tan Jing Sing hingga hari ini masih tetap menjaga warisan yang teramat mahal dan berharga yakni perpaduan budaya Jawa dan budaya Tionghoa, yang sekaligus menjaga kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

KRT Secodiningrat atau Kapitan Tan Jin Sing meninggal dunia pada 10 mei 1831, dan dimakamkan secara Islam. Kemudian kedudukannya sebagai Bupati Nayoko dan sekaligus Kapitan Cina digantikan oleh puteranya, Raden Dadang, yang bergelar Raden Temenggung Secodiningrat II. ***
653/5 <26+17> # R Tum Yudonegoro V / Raden Gandakusuma / Banyumas Wekasan [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
Yudanegara V yang disebut juga Yudanegara Pamungkas, dipecat dari jabatannya oieh Raja Surakarta. Alasan pemecatan berbeda antara satu teks babad dan teks lainnya.
  • Ada teks yang menyatakan bahwa Yudanegara V meminta kepada Gubernur Jenderal Sir Stamford Raffles agar Banyumas dijadikan kesultanan yang terpisah dari Surakarta. Permintaan Bupati Banyumas itu disampaikan kepada raja dan raja sangat marah sehingga Yudanegara V dipecat.
  • Ada versi yang menyatakan bahwa Yudanegara V melakukan pemberontakan dengan keberaniannya menanam ponon beringin kurung kembar di tengah-tengah alun-alun Banyumas.
  • Versi yang tain mengatakan bahwa Yudanegara V adalah orang kepercayaan raja yang sangat ditakuti o!eh pemerintah kolonial inggris sehingga Raffles menuntut kepada raja Surakarta agar memecat Yudanegara V. Pemecatan terhadap Yuda¬negara V mengakibalkan keturunannya tidak ada yang mewarisi jabatan Bupati Banyu-mas. Bahkan, hingga sekarang ada pemeo bahwa keturunan Yudanegara V tidak (ayak menjadi pejabat. Teks-teks Babad Banyu-mas pernah menyebut keturunan Yudanegara V, kecuati hanya dua naskah.
  • Sepeninggal Yudanegara V, Banyumas dibagi menjadi dua, yaitu Kasepuhan dengan Cakrawedana (1816-1830) dari Surakarta sebagai wedana bupati dan Kanoman dengan Mertadiredja I atau Bratadiningrat sebagai wedana bupati, Mertadiredja I merupakan cucu Yudanegara III atau anak Ngabehi Singasari di Kedungradu. Patikraya. Kedua orang pejabat wedana bupati di Banyumas saing bersaing hingga beberapa keturunan. Cakrawedana dan keturunannya dimakamkan di Dawuhan, yaitu makam leluhur Mertadiredja. Mertadiredja I sendiri dimakamkan di Kebutuh, Sokaraja, sedangkan Merta¬diredja II dan keturunannya dimakamkan di Kalibogor, Purwokerto. Keluarga Mertadiredja memanq sangat terikat dengan kota Purwokerto karena Mertadiredja il adalah pendiri kota Purwokerto.
664/5 <26+17> Raden Mertokusumo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
675/5 <26+17> Raden Tirtakusuma / / Raden Panji Surengrana [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
686/5 <26> Raden Yudokusumo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
697/5 <26> Raden Ranukusuma [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
708/5 <26> Raden Ayu Mangkubumi [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
719/5 <26+16> Ngabehi Kertawidjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7210/5 <26> Mas Ranawidjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7311/5 <26> Mas Nagbehi Sumaredjo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7412/5 <26> Mas Ajeng Mangkuredjo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7513/5 <26> Mas Ajeng Wangsadirdja [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7614/5 <26> Raden Ayu Pakuningrat [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7715/5 <26> Raden Ajeng Samas [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7816/5 <26> Raden Yudowiryo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
7917/5 <26> Ngabehi Mertoyudo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
8018/5 <26> Mas Ngabehi Mertaredjo [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
8119/5 <26> Mas Ajeng Arumbinang [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
8220/5 <26> Mas Ajeng Tjakrawedana Sepuh / Krat. Tjokrowedono [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
8321/5 <26> Mas Ajeng Hudawidjaya [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
8422/5 <48> Ψ 1. ?????????? [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
8523/5 <48> Ψ 2. ???????????????? [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]

6

871/6 <64> Mas Ajeng Tirtasura [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Banyumas, Level 1 = putera ke 1 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
882/6 <64> R Ngabei Kertadiredja / Ngabei di Sokaraja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 2 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
Професија : Wedana Kace (Sokaraja).
893/6 <64> Mas Ajeng Mertadikromo [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: ., Level 1 = putera ke 3 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
904/6 <64> Kanjeng Pangeran Adpati Arya Mertodiredjo II [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 4 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
Свадба:
Професија : > Wedana Bupati Kanoman Banyumas, 21 NOP 1830 sd. 22 AGS -1831
 > Bupati Ajibarang 22-08-1831, sd 06-10-1832 > Bupati Purwokerto I, 6-10-1832, sd. 20-09-1853
Сахрана: Wafat dimakamkan di Pesarean Kalibogor-Purwokerto.
915/6 <64> # R Ayu Malayasari [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 5 dari 12 putera R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas) NB: Garwo ampeyan Kanjeng Susuhunan PB V, di Surakarta
R Ayu Maloyosari, menikah dengan Kanjeng Susuhunan Paku Buwana ke V, ( garwo ampeyan ).
926/6 <64> R Mertawidjaya . [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 6 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
Професија : Mantri Guru Sokaraja
937/6 <64> Raden Ngabei Kramadiredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 7 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
Професија : Patih Sindusenan/Panewu Pinisepuh Kepatihan Surakarta
948/6 <64> R Ayu Tjakradipura [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 8 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
959/6 <64> Raden Ngabei Sasradiredjo [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 1 = putera ke 9 dari 12 putera R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
Професија : Patih Kabupaten Cilacap
9610/6 <64> R Ng Soerowidjaya / Mas Soerowigati [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: level 1 = putera ke 4 /dari 12 putera dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
9711/6 <64> Raden Ayu Tumenggung Radjwanti II [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: level 1 = putera ke 11 dari 12 putera dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas).
9812/6 <64> Raden Ngabei Surodimedja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: level 1 = putera ke 12 /dari 12 putera dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas)
Професија : Mantri Guru Jatilawang
10313/6 <82> # Raden Adipati Tjokroatmodjo / R. Tumenggung Tjakra Werdana II [Tjakra Werdana]
Рођење: BUPATI AFDELING CILACAP I (1858-1873)
===SEJARAH KABUPATEN CILACAP===


Zaman Kerajaan Jawa

Penelusuran sejarah zaman kerajaan Jawa diawali sejak zaman Kerajaan Mataram Hindu sampai dengan Kerajaan Surakarta. Pada akhir zaman Kerajaan Majapahit (1294-1478) daerah cikal-bakal Kabupaten Cilacap terbagi dalam wilayah-wilayah Kerajaan Majapahit, Adipati Pasir Luhur dan Kerajaan Pakuan Pajajaran, yang wilayahnya membentang dari timur ke arah barat : - Wilayah Ki Gede Ayah dan wilayah Ki Ageng Donan dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. - Wilayah Kerajaan Nusakambangan dan wilayah Adipati Pasir Luhur - Wilayah Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Menurut Husein Djayadiningrat, Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran setelah diserang oleh kerjaan Islam Banten dan Cirebon jatuh pada tahun 1579, sehingga bagian timur Kerajaan Pakuan Pajajaran diserahkan kepada Kerajaan Cirebon. Oleh karena itu seluruh wilayah cikal-bakal Kabupaten Cilacap di sebelah timur dibawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang dan sebelah barat diserahkan kepada Kerajaan Cirebon.

Kerajaan Pajang diganti dengan Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopatipada tahun 1587-1755, maka daerah cikal bakal Kabupaten Cilacap yang semula di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang diserahkan kepada Kerajaan Mataram .

Pada tahun 1595 Kerajaan Mataram mengadakan ekspansi ke Kabupaten Galuh yang berada di wilayah Kerajaan Cirebon.

Menurut catatan harian Kompeni Belanda di Benteng Batavia, tanggal 21 Pebruari 1682 diterima surat yang berisi terjemahan perjalanan darat dari Citarum, sebelah utara Karawang ke Bagelen. Nama-nama yang dilalui dalam daerah cikal-bakal Kabupaten Cilacap adalah Dayeuhluhur dan Limbangan.

Zaman Penjajahan Belanda

Pembentukan Onder Afdeling Cilacap (dua bulan setelah Residen Launy bertugas) dengan besluit Gubernur Jenderal D.De Erens tanggal 17 Juli 1839 Nomor 1, memutuskan : "Demi kepentingan pelaksanaan pemerintahan daerah yang lebih rapi di kawasan selatan Banyumas dan peningkatan pembangunan pelabuhan Cilacap, maka sambil menunggu usul organisasi distrik-distrik bagian selatan yang akan menjadi bagiannya, satu dari tiga Asisten Resident di Karesidenan ini akan berkedudukan di Cilacap".

Karena daerah Banyumas Selatan dianggap terlalu luas untuk dipertahankan oleh Bupati Purwokerto dan Bupati Banyumas maka dengan Besluit tanggal 27 Juni 1841 Nomor 10 ditetapkan :"Patenschap" Dayeuhluhur dipisahkan dari Kabupaten Banyumas dan dijadikan satu afdeling tersendiri yaitu afdeling Cilacap dengan ibu kota Cilacap, yang menjadi tempat kedudukan Kepala Bestuur Eropa Asisten Residen dan Kepala Bestuur Pribumi Rangga atau Onder Regent. Dengan demikian Pemerintah Pribumi dinamakan Onder Regentschap setaraf dengan Patih Kepala Daerah Dayeuhluhur.

Bagaimanapun pembentukan afdeling memenuhi keinginan Bupati Purwokerto dan Banyumas yang sudah lama ingin mengurangi daerah kekuasaan masing-masing dengan Patenschap Dayeuhluhur dan Distrik Adiraja.

Adapun batas Distrik Adiraja yang bersama pattenschap Dayeuhluhur membentuk Onder Regentschap Cilacap menurut rencana Residen Banyumas De Sturier tertanggal 31 Maret 1831 adalah sebagai berikut: Dari muara Sungai Serayu ke hulu menuju titik tengah ketinggian Gunung Prenteng. Dari sana menuju puncak, turun ke arah tenggara pegunungan Kendeng, menuju puncak Gunung Gumelem (Igir Melayat). dari sana ke arah selatan mengikuti batas wilayah Karesidenan Banyumas menuju ke laut. Dari sana ke arah barat sepanjang pantai menuju muara Sungai Serayu.

Dari batas-batas Distrik Adiraja dapat diketahui bahwa Distrik Adiraja sebagai cikal-bakal eks Kawedanan Kroya lebih besar dari pada eks Kawedanan Kroya, karena waktu itu belum terdapat Distrik Kalireja, yang dibentuk dari sub-bagian Distrik Adiraja dan sebagai Distrik Banyumas. Sehingga luas kawasan Onder Regentschap Cilacap masih lebih besar dari luas Kabupaten Cilacap sekarang.

Pada masa Residen Banyumas ke-9 Van de Moore mengajukan usul Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 3 Oktober 1855 yang ditandatangani Gubernur Jenderal Duijmaer Van Tuist, kepada Menteri Kolonial Kerajaan Belanda dalam Kabinet Sreserpt pada tanggal 29 Desember 1855 Nomor 86, dan surat rahasia Menteri Kolonial tanggal 5 Januari 1856 Nomor 7/A disampaikan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Usul pembentukan Kabupaten Cilacap menurut Menteri Kolonial bermakna dua yaitu permohonan persetujuan pembentukan Kabupaten Cilacap dan organisasi bestir pribumi dan pengeluaran anggaran lebih dari F.5.220 per tahun yang keduanya memerlukan persetujuan Raja Belanda,setelah menerima surat rahasia Menteri Kolonial Pemerintah Hindia Belanda dengan besluit Gubernur Jenderal tanggal 21 Maret 1856 Nomor 21 antara lain menetapkan Onder Regentschap Cilacap ditingkatkan menjadi Regentschap (Kabupaten Cilacap).


Daftar Nama Bupati Cilacap :

1. R. Tumenggung Tjakra Werdana II (1858-1873)

2. R. Tumenggung Tjakra Werdana III (1873-1875)

3. R. Tumenggung Tjakra Werdana IV (1875-1881)

4. R.M Adipati Tjakrawerdaya (1882-1927)

5. R.M Adipati Arya Tjakra Sewaya (1927-1950)

6. Raden Mas Soetedjo (1950-1952)

7. R. Witono (1952-1954)

8. Raden Mas Kodri (1954-1958)

9. D.A Santoso (1958-1965)

10. Hadi Soetomo (1965-1968)

11. HS. Kartabrata (1968-1974)

12. H. RYK. Moekmin (1974-1979)

13. Poedjono Pranyoto (1979-1987)

14. H. Mohamad Supardi (1987-1997)

15. H. Herry Tabri Karta, SH (1997-2002)

16. H. Probo Yulastoro, S.Sos, MM, M.Si (2002-2009)

17. H. Tatto Suwarto Pamuji (2011-sekarang).
9914/6 <65> Nyonya Ahkenderen [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
10015/6 <65> Raden Mas Gandakusuma / Bupati Panjer [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
10116/6 <65> Raden Mas Sudjalma / Raden Ngabehi Yudakusuma [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]
10217/6 <65> Raden Mas Kampung [Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta]

7

1041/7 <88> R Tumenggung Djayadiredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Bratadiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera 1 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Професија : Bupati Purwokerto
Сахрана: Wafat dimakamkan di Pesarean Boto Putih - Surabaya
1052/7 <88> R Ayu Adipati Dipadiningrat [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: 29 април, Semarang, Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 2 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Титуле : Isteri/garwo dari Raden Adipati Dipadiningrat, Bupati Banjarnegara.
1063/7 <88> R Ayu Soemaredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 3 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Титуле : Menikah dengan R Soemaredja Collecteur Purbalingga
Сахрана: Wafat dimakamkan di Pesarean Kebutuh
1074/7 <88> R Ranadiredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 4 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Професија : Mantri Kabupaten Purwokerto
1085/7 <88> Mas Tirtawidjaya [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 5 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
1096/7 <88> R Nganten Wangsadiredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 6 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Титуле : Menikah dengan Patih Purwokerto
1107/7 <88> R Nganten Danoewidjaya [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 7 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
1118/7 <88> R Djayadimedja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 8 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Професија : Wedana di Jambu
1129/7 <88> R Diparedja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 9 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Професија : Asisten Wedana di Merden.
11310/7 <90> R Nganten Atmaraga [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 1 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860.
Професија : Onder - Colleteur Purwokerto
11411/7 <90> R Ngabehi Kusumadirdja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 2 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860.
11512/7 <90> R Ayu Huda Atmadja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 3 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860.
11613/7 <90> R Ayu Somadiningrat - Purwokerto [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 4 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860.
11714/7 <90> R Ngabehi Mangundirdjo . [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 5 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Професија : Collecteur onderdistrick Purwokerto
11815/7 <90> R Ngabehi Mertasuro [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 6 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Свадба:
Професија : Mantri Guru Jatilawang
11916/7 <90> R Ayu Tumengung Djayadiredja . [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 7 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
12017/7 <90> R Ngabehi Surodiredjo [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 8 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Професија : Jaksa di Purwokerto
12118/7 <90> Kanjeng Pageran Adipati Arya Mertadiredja III [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 9 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Професија : Bupati Purwokerto 1860-1879
12219/7 <90> R Ngabehi Singadiredja . [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 10 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860.. .
Свадба:
Професија : Onder Collecetur Cilacap
12320/7 <93> R Ng Sasraatmadja [Brotodiningratan Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas 1816-1830)
Професија : Mantri Guru Purwokerto
12421/7 <90> R Ayu Djayasumitro [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 11 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
12522/7 <90> R Ngabehi Sontodiredjo [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 12 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Професија : Patih Banyumas
12623/7 <90> R Nganten Redjo Muuchamad [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = Cucu dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau putera ke 13 dari 13 putera KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Професија : Penghulu Hakim di Purwokerto.
12724/7 <88> R Kartadimedja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 2 = = cucu R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 10 dari 10 putera R Bei Kertadiredja, Ngabei di Sukaraja.
Свадба:
Професија : Wedana di Batur Purwokerto
12825/7 <103+?> Raden Mas Sutawijaya [Cakraatmaja]

8

1291/8 <104+?> # Raden Ngabei Djoyosoebroto [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dsari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera 3 dari 5 putera R Tumenggung Djayadiredja, Bupati di Purwokerto + Mas Ajeng Redjawati.
Свадба: <18> # R Ay Djoyosoebroto (2) [RA Bratadiningrat - Banyumas]
Свадба: <19> Raden Ayu Klara [Kyai Adipati Nitiadiningrat - Pasuruan] d. 1920
Професија : Collecteur Krian Sidoarjo.
Смрт: Wafat dimakamkan di Banyumas
Dengan mengucap Syukur Ke hadirat ALLAH Subbhanawattaalla, pengunggah telah dapat mengupdate Sarasilah R Adipati BRATADININGRAT - Banyumas, diunggah dari data asli:
  • 1)Serat Sarasilah BANYUMAS, diagram dalam bentuk pusaran / tulis tangan (penulis tdk terbaca;
  • 2)Serat Sarasilah DIPOSOEPANAN ( Patih Poerwokerto)dtulis olehM Sastrodihardjo (mantri Guru Banyumas) menikah dengan R Ayu Seneng, binti R Diposoepanan, bin R Singadiredja (collecteur Cilacap), bin R Adipati Mertadiredja I ( Bupati Purwokerto, wafat sumare di Kalibagor Purwokerto), bin R Adipati Bratadiningrat ( Bupati Banyumas, semare di Kebutuh).

Dan penulis menghbungkan dengan Genealogycal Family Tree dari :

  • 1)Silsilah K5 (Kasepuhan-Kanoman-Kromodjayan-Ke Sambongan Surabaya) oleh R Tumrnggung Arya Notoadikoesoemo/Zainal Fattah) dan Yayasan Sentono Boto Putih Surabaya, Selesai pada tgl 06-12-1956. 50 Halaman
  • 2)Silsilah Kasepuhan-Kanoman-Kromodjayan-Ke Sambongan-Nitiadingrat_Notodiningrat-Bustaman-Poesponegoro-HAN dinasty, oleh R.Bagus Yasin/R Ngabei Kromodjoyoadirono, Selesai pada tgl 10 Maret 1960, 102 halaman.
  • 3)Silsilah Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong, oleh R Panji Arya Makmoer; Selesai tgl 01-08-1966 .

Didalam Website:http://id.rodovid.org/wk xxxxx yang dikerjakan oleh Haji R.Widodo AS, di Surabaya pd tgl. 14 Juni 2010 bersama hard copy. Sehubungan pengunggah adalah masih keturunan Trah :

  • dari Eyang Kakung garis Ibu, adalah sbb: HR Widodo AS(pengunggah), bin R Ayu Roesmini, binti R.B.Roestamadji_R Ay Koesmini_, bin R Mashoedan/R.A.A.Kromodjoyo Adinegoro IV(Bupati Mojokerto), bin R Aersadan/R.A.A.Kromodjoyo Adinegoro III, (Bupati Mojokerto), bin R.Ismail/Mas Bei Kromowidjoyo, bin Kyai Onggodjoyo, bin Mas Pekik/Kyai Tumenggung Dermoyudo IV - Bupati Surabaya
  • dari Eyang Putri Garis Ibu, adalh sbb: HR Widodo AS(pengunggah), bin R Ayu Roesmini. binti R Ay Koesmini_R.B.Roestamadji, bin R.Ng.Djajasoebrata bin R Tumenggung Djayadiredja, bin R Bei Kertadiredja, bin R Adipati Bratadiningrat, Bupati Purwokerto 1816-1830.
  • dari Eyang Kakung garis ayah, adalah sbb: HR Widodo AS, bin R Ach.Soesandi, bin R Ach Notoadiputro, bin R Panji Djoyoprayitno, bin RM Bei Prawirodirdjo, bin RM Tumenggung Djoyodirono III, bin RM Adipati Djoyodirono II, Kyai Tumenggung Djoyodirono I(Bupati Kanoman Surabaya), bin Kyai Tumenggung Onggodjoyo I(Bupati Pasuruan 1679-1686), bin Ki Ageng Brondong/ Pangeran Lanang Dangiran.
  • dari Eyang putri garis ayah, adalah sbb: HR Widodo AS, bin R Ach Soesandi, bin R Ayu Artinah, binti R Hardjoadiwinoto, bin R Ngabei Kertoyudo II, bin R.Panji Djayengrono/RTP Tjokronegoro I, bin Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro (Bupati Kasepuhan Surabaya 1752-1783), bin Kyai Tumenggung Onggodjoyo I(Bupati Pasuruan 1679-1686), bin Ki Ageng Brondong/ Pangeran Lanang Dangiran.

Pengunggah Silsilah juga membuat Silsilah dari pancer keluarga kedua orang tua (Ayah/Ibu) serta keluarga kedua Eyang_Buyut, diantaranya adalah:

  • Trah Kyai Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran _ Surabaya
  • Trah Kyai Dermoyudo_Surabaya s/d Trah Kromodjayan Kasepuhan-Kanoman (Surabaya_Mojokerto)
  • Trah Kyai Nitiadiningrat_Pasuruan s/d Trah Notodiningrat III_Malang
  • * Trah Bratadiningrat - Banyumas
  • Trah Kyai Tumenggung Poesponegoro Gresik
  • Trah R Adipati Panji Arya Suryowinoto_Gresik
  • Trah Kyai Abdullah - Sumenep Madura;

Serta Silsilah dati pancer isteri pengunggah Silsilah Hj Sri Lestari Handayani dari pancer keluarga kedua orang tua, dalah sbb

  • Trah Sultan Trenggana_Demak Bintoro;
  • Trah Bandoro Pangeran Harya Soeronegoro (menantu Susuhunan PB II Surakarta)
  • Trah nDoro HOOP_Pekalongan ( Trah Pura Mangkunegara - Surakarta).
  • Trah Ki Cucuk Resoboyo - Mataram Kartosuro.

Saya sangat menyetujui dari yang ditulis oleh leluhur R.Sastrodihardjo dalam Penutup Sarasilah Diposoepanan, mengenai: PENGET: "Serat sarasilah poeniko kasimpen ingkang ngatos-atos, kengingo kangge tjepenganipoen poetro wajah panjenengan ing tembe wingking. Kedjawi saking poeniko, menawi wonten lepatipoen, kirang-langkoengngipoen, toewin wonten ewah-ewahanipoen, kadosto ewahing poetro, moegi karsohon ngewahi pijambak." ( Silsilah ini untuk disimpan dengan hati-hati, agar dapat dipergunakan sebagai pegangan anak cucu semua dibelakang hari. Selain dari hal tersebut, apabila ada kesalahan, kurang lebihnya serta ada perubahan, seperti misalnya tambahnya putra. Sudi apakiranya untuk menambahkan.")

Dalam menjalankan amanat PENGET tersebut, perlu pengunggah tegaskan bahwa setiap SILSILAH YANG DIBUAT OLEH SIAPAPUN, --> SATU TUJUAN ADALAH UNTUK MEMBANGUN KEMBALI KEAKRABAN/SILATUROCHMI KELUARGA SEMATA, GUNA MENCAPAI IKATAN KELUARGA YANG KUAT_ SEHAT_SEJAHTERA, --> TERLEPAS DARI HAL-HAL NEGATIF (Kasta, Agama, Kepentingan pribadi, Memanipulasi data keluarga dan Diskriminasi); THE GENEALOGICAL / SILSILAH ADALAH MERUPAKAN INFORMASI DATA YANG TERBATAS DALAM HAL TERKAITAN HUBUNGAN KELUARGA SEDARAH, YANG TELAH DIPAPARKAN DI WEBSITE RODOVID. --> BILAMA MANA DIKEHENDAKI YBS TDK DITULIS ASAL KETURUNAN DSB. DIDALAM SUATU SILSILAH / ATAU MENGHENDAKI MENIADAKAN DIRINYA DARI SILSILAH MAKA KEHENDAK SEPIHAK TSB. TERLEPAS DARI TANGGUNGJAWAB PENGUNGGAH; DAN INI HANYA BERLAKU BAGI YBS DENGAN KELUARGA DIRINYA SENDIRI, TIDAK BERLAKU KEPADA SAUDARA SAUDARA SEKANDUNG.


Mengingat kemajuan Jaman dan Kaidah Agama, maka keberadaan Silsilah dapat dipakai sebagai pedoman untuk beberapa hal yang perlu dihindari dalam hidup berkeluarga,dijelaskan dalam Kitab suci Al Qur'an, Surat An Nisaa

  • ayat 1 : Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
  • ayat 23 Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
  • ayat 24 dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  • Sedangkan pratijau dari Ilmu pengetahuan yang dijelaskan dalam: Dasar-dasar Genetika Biokemis Manusia ( Prof Dr,M.Ismadi –Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ( akibat in-sex ); serta Hukum dan Budaya.


  • Catatan :

Jenjang susunan pada Silsilah Keluarga atau Genealogy Diagram dibuat / dimulai dari atas yaitu yang tertua kebawah s/d. keturunan termuda, ini menganut pakem budaya Jawa Kasunanan Surakarta Hadiningrat khususnya dan pada umumnya, atau dikenal dengan nama Trah = Keturunan. Penulisan silsilah dibuat rentang jenjang setiap /sampai ke 10(sepuluh) level / graad). Dibuat berdasarkan petujuk membuat silsilah dalam buku "Serat Piagem Sentana “ (gebookteakte) ngrewat sala-silahing ing Kasunanan Surakarta Adiningrat (Paku Buwana)", yaitu dimulai dari:

  • Pancer …………… = Trah adalah nama nenek moyang/leluhur yang dijadikan pedoman cikal bakal yang menurunkan
  • Level/urutan 1 = Anak / putera
  • Level/urutan 2 = Cucu
  • Level/urutan 3 = Buyut
  • Level/urutan 4 = Canggah
  • Level/urutan 5 = Wareng
  • Level/urutan 6 = Udeg-udeg
  • Level/urutan 7 = Gantung Siwur
  • Level/urutan 8 = Gropak senthe
  • Level/urutan 9 = Debog bosok
  • Level/urutan 10 = Galih Asem.

Urutan penulisan dimulai dari Pancer, misal yang dianut pancer laki-laki (patrinial), yang kemudian sampai rentang keturunan kesepuluh (Galih Asem), dan yang kemudian akan menjadi “Pancer” Trah/Keturunan berikutnya. Dengan adanya fasilitas dari genealogical chart di website http://id.rodovid.org/wk/...., maka 10(sepuluh) level / graad oleh penulis diterapkan. Sedangkan dalam hardcopy penyusun gunakan dalam bentuk simbul-simbul yang nampak pada pembagian kelompok level (dapat dilihat samping kiri & di kiri bawah lembar silsilah). Dapatlah kami sampaikan bahwa silsilah ini (Family Tree) pancer Laki-laki terbentuk dan akan berakhir jika keturunan berstatus perempuan. Artinya dari keturunan seorang Ibu yang semula dari marga A, anak keturunannya akan ikut pada suaminya misal marga B. Hal ini tidak mengubah makna apapun, ini hanyalah ilustrasi susunan keluarga walaupun menganut garis perempuan (matrinial) kesemuanya dibuat menganut petunjuk cara menulis silsilah yang benar.

Hormat Pengunggah,

HR Widodo AS,
1322/8 <121> R Ng Bratadimedja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 1 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat.
Професија : Patih di Purwokerto.
1333/8 <123> Rr Sudjinem / R Ayu Pudjasari [Brotodiningratan Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dari R Adipati Brotodiningrat, Bupati Banyumas 1816-1830 NB Meninakh dengan K.P.A.A. Gandasubrata
1344/8 <121> R Ng Atmasoebrata [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 2 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Професија : Wedana Karangkobar
1355/8 <121> R Ay Djajamisena / Djajanegara II [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 3 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Титуле : NB Menikah dengan Bupati Banjarnegara Trah Kolopaking
1366/8 <121> R Ay Ranuatmadja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 4 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Титуле : NB: Menikah dengan Wedana Bukateja.
1377/8 <121> R Ay Adipati Purbaatmadja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 5 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Титуле : NB: Bupati Kutoarjo
1388/8 <121> R Ay Tum. Kartanagara . [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 6 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Титуле : NB: Bupati Karanganyar, Trah Kolopaking.
1399/8 <121> R Ay Wirjasudigda [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 7 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Титуле : Menikah dng Wedana Purwakerto
14010/8 <121> # K P A A Gandasoebrata [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 8 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Професија : Bupati Banyumas 1913-1933
14111/8 <121> R Ng Danusubrata [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 9 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Професија : Mantri Irigasi Purwokerto
14212/8 <121> Rr Soekinah [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 10 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Титуле : Menikah dengan R Danusupana, Wedana Kota Cilacap.
14313/8 <121> Rr Sudjinah [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 11 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
14414/8 <121> R Bagus Kasekat [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 12 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
14515/8 <121> R Bagus Moestadjab / R Ng Gandasudirdja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 13 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Професија : Asisten Wedana Kroya
14616/8 <121> R Bagus Kadirdjo / R Ng Dirdjasoebrata [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 14 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Професија : Asisten Wedana rawalo
14717/8 <121> Rr Salidjah [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 15 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
14818/8 <121> R Bagus Musi / R Bratadiredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 16 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
Професија : Hoofd Jaksa di Cilacap
14919/8 <121> R Bagus Koesnan [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 17 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15020/8 <121+?> Rr Maliyah [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 18 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15121/8 <121> R Bagus Mardiman [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 19 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15222/8 <121> R Bagus Sumardan [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 20 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15323/8 <121> R Bagus Mardjana [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 21 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15424/8 <121> Rr Soemarti [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 21 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15525/8 <121> Rr Soemartini [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 23 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15626/8 <121> Rr Saldinah [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 24 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15727/8 <121> Rr Soekarti [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Ad Brotodiningrat / R Ad Mertaredja I, Wedana Bupati Kanoman Banyumas. atau putera ke 25 dari 25 putera K P A A Mertadiredja III, bin K P A A Mertadiredja II, bin K P A A Mertadiredja I/ R Ad Bratadiningrat
15828/8 <104+?> R Bei Kertadiredja [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dsari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera 1 dari 5 putera R Tumenggung Djayadiredja, Bupati di Purwokerto + Mas Ajeng Redjawati.
15929/8 <104+?> R Djayadiwirya [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dsari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera 4 dari 5 putera R Tumenggung Djayadiredja, Bupati di Purwokerto + Mas Ajeng Redjawati.
16030/8 <104+?> R Ayu Danoesoebroto [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dsari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera 5 dari 5 putera R Tumenggung Djayadiredja, Bupati di Purwokerto + Mas Ajeng Redjawati.)
16131/8 <122> Raden Dipasoepana [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dsari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera 1 dari 3 putera R Singadiredja, Collecteeur Cilacap. NB Menikah dengan putri dari R Tumenggung Djayadierdja, Bupati Purwokerto ( zie A no:2 & 4; H no:2 & no:13)
Свадба: <163!> R Poespasoepana [Bratadiningrat - Banyumas]
16232/8 <104> R Ay Dipasoepana [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Adipati Brotodiningrat (Bupati Banyumas), atau putra ke 2 dari 5 putera R Tumenggung Djayadiredja, Bupati Purwokerto. NB: Menikah dengan Patih Purwokerto
16333/8 <122> R Poespasoepana [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 2 dari 3 putera R Singadiredjo , Collecetur Cilacap. NB: Menikah dengan saudara keponakan putra Kepatihan Santadiredjan - Banyumas (Zie C No:13 & no:7)
Свадба: <161!> Raden Dipasoepana [Bratadiningrat - Banyumas]
Професија : Mantri Lumbung Purwokerto; Bertempat tinggal di Suikaraja.
16434/8 <122> R Sasrasoebrata / Sadija [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = buyut dari R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas), atau putera ke 3 dari 3 putera R Singadiredjo , Collecetur Cilacap. NB: Menikah dengan putra Adipati Pringgaatmodjo, Bupati di Kutoardjo.
Професија : Asisten Wedana Kasugihan.
16535/8 <118> R Mertasupono [Bratadiningrat-Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), atau Level 2 = Cucu dari KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860.
Титуле : Wedana Bukateja
16636/8 <126> R Rejasupono [Bratadiningrat - Banyumas]
Рођење: Level 3 = Buyut dari R Adipati Metadiredja I / R Adipati Bratadiningrat (Wedana Bupati Kanoman Banyumas), Level 2 = Cucu dari KPAA Mertadiredja II, Bupati Purwokerto 1853-1860..
Професија : Penghulu Pengadilan Purwokerto
16737/8 <128> 1. RM. Dayun Sentradrana/Ky Abdurrahim [Cakraatmaja]
Рођење: di Banjarnegara
16838/8 <128> 2. RM. Mentradana [Cakraatmaja]
Рођење: di Merden
16939/8 <128> 3. RM. Jiwa Yuda [Cakraatmaja]
Рођење: di Merden
17040/8 <128> 4. RAy. Nyai Jiwa Menggala [Cakraatmaja]
Рођење: di Gumelem
17141/8 <128> 5. Nyai RAy. Angga Menggala [Cakraatmaja]
Рођење: di Gumelem
17242/8 <128+?> 6. RM. Wira Seca [Cakraatmaja]
Рођење: di Batur
13043/8 <108+?> # Hani Novitri Dewi [Soemarno]
Рођење: 3 новембар 1977, Bogor, Level 2 = Cucu dari Trah Raden Sumarno (pancer laki) atau Level 8 = Gedebok bosok dari Trah Pangeran Surodiwiryo (Trah Raden Trenggono nama gelar Sultan Alam Akbar III Demak Bintoro)_pancer perempuan.
13144/8 <108+?> # Dimas Yanuar [Sumarno]
Рођење: 29 јануар 1987, Bogor, Level 3 = Buyut dari Trah Raden Sumarno (pancer laki) atau Level 8 = Gedebok bosok dari Trah Pangeran Surodiwiryo (Trah Raden Trenggono nama gelar Sultan Alam Akbar III Demak Bintoro)_pancer perempuan.
Смрт: 1994, Bogor